Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi

Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi

Konsultasi oleh Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi, Psikolog Berpengalaman sebagai konselor dan tester di beberapa institusi pendidikan dan rumah sakit. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre “LOVE”, assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.

Tentang Dani Tri AstutiEmail Dani Tri Astuti

Pertanyaan:

Salam kenal dariku,

Saya baru menikah setengah tahun terakhir. Beberapa minggu lalu suami saya mengungkap rahasia yg takku duga sebelumnya. Ternyata suamiku ragu dgn keputusan yg kami ambil, untuk segera menikah setelah hampir 12 thn pacaran. Akhirnya beberapa bln sebelum kami menikah, dia membuka hati untuk cewek lain. rekan kerjanya sendiri, bahkan dia sendiri yg merekrut cewek itu. ohh iya, suamiku lulusan psikolog dan bekerja diperusahaan swasta sebagai HRD. tujuan dia hanya ingin tahu apakah

Keputusannya menikah dgn saya karena cinta atau hanya rasa kasihan karena sdh lama pacaran selain itu dia juga ingin tahu apakah dia bisa mendapatkan cewek yg lebih baik dariku, baik dari segi materi atau yg lainnya. dia berhasil dgn tujuannya itu, dia mendapat cewek yg mapan dan sdh punya pcr tapi rela meninggalkan pcrnya demi cintanya sama suamiku.

Mendengar cerita tsb, sontak saya terkejut kerena itu sangat menyakitkan buat saya. saat suamiku cerita, dia sempat memperlihatkan surat terakhir untuk cewek tsb yg dia simpan dilaptopnya. saat suamiku tidak dirumah, saya membuka isi surat tsb. saya semakin sakit hati karena isi surat itu menceritakan betapa suami saya mencintai cewek tsb. karena dia menemukan kenyamanan dlm hubungan mereka. suamiku mengharapkan sosok perempuan yg manja, merasa membutuhkan dia dan bukan perempuan yg mandiri. sedangkan saya, selama pacaran terlalu mandiri karena trauma ditinggal ayah disaat saya masih remaja. saya takut bermanja atau bergantung dgn orang lain karena takut ditinggalkan.

Pada akhirnya suami saya memilih saya, karena dia tahu kami punya impian yg ingin kami raih bersama. dia juga percaya suatu saat jika kami menikah, keadaan akan jadi lebih baik dan saya akan bisa jadi cewek yg manja dan menentramkan. kini hal itu mulai dia rasakan. tapi rasa sakit yg harus saya tanggung, masih blm bisa saya hapus. karena kejadian ini bukan yg pertama kalinya, dulu diusia pacaran ke7, dia melakukan hal yg sama. hanya karena dia mencurigai saya selingkuh. padahal itu tidak benar.

Kejadian pertama itu masih menyisakan trauma buat saya, setiap dia marah dan cuek dengan saya. saya jadi ingat rasa sakit itu dan berpikir mungkin dia punya perempuan lain.

Selama pacaran bahkan sampai saat ini, kami hidup terpisah. suami kerja diluar kota. apakah hal tsb pemicu perselingkuhan itu? , apa yg harus saya lakukan untuk bisa menghapus trauma perselingkuhan ini dan kenapa dia tega melakukan itu? (R,28,karyawan swasta)

Jawaban:

Dear R,

Saya turut simpati atas pengalaman yang Anda alami, hanya hidup itu ada masa lalu, masa kini, dan masa depan. Jadi apakah Anda mau terus hidup di masa lalu Anda dan tidak mau hidup maju mewujudkan impian Anda dengan pasangan Anda terwujud?

Jika Anda ingin memperbaiki, dan masih memiliki perasaan cinta. Maka Anda dan suami harus memperbaiki beberapa hal, kalian harus saling support, komunikasi lebih berkualitas dan saling memegang komitmen. Komunikasi itu sangat penting, dengan berkomunikasi kalian dapat saling memberikan support satu sama lain, dengan begitu hubungan kalian akan semakin dekat dan berkualitas, sehingga komitmen akan terbentuk dengan sendirinya.

Apakah jarak merupakan pemicu atas perbuatan suami anda?
Ya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa, orang akan semakin dekat hubungannya apabila mereka selalu berdekatan, namun jarak juga tidak akan menjadi masalah kalau, kalian berdua saling dapat terbuka dan menjalin komunikasi yang efektif. Berdasarkan kasus Anda, terlihat bahwa komunikasi diantara kalian tidak efektif, sehingga kelekatan diantara kalian kurang tercipta.

Apa yg harus anda lakukan untuk bisa menghapus trauma perselingkuhan ini?

Yang dapat anda lakukan adalah:

Pertama, anda harus bertemu dengan suami anda yang katakan semua yang menjadi pikiran dan perasaan yang mengganjal di hati anda sampai saat ini, dan dengarkan baik-baik apa penjelasan dari suami anda. Jika ia, mau berubah dan berjanji untuk tidak akan membandingkan atau mencari wanita lain, dan suami anda pun membuktikan bahwa anda adalah segalanya buat suami anda, maka anda harus membalas usaha suami anda, dengan tidak lagi memikirkan kejadian di masa lalu. Namun jika sebaliknya, maka anda harus berpikir kembali dengan mempertimbangkan banyak hal. Masa lama berhubungan tidak menjamin seutuhnya kebahagian. Yang menjamin suatu kebahagiaan bagi pasangan adalah adanya respek, adanya keterbukaan, adanya rasa saling memiliki, dan saling memegang komitmen. Respek atau saling menghargai dan menghormati, bukan saja isteri kepada suami, begitu juga dengan suami kepada isteri. Perlu diingat, sebuah hubungan tidak akan pernah berjalan mulus, apabila masih tersimpannya prasangka.

Kedua, sudah saatnya Anda berpikir secara rasional. Jangan biarkan perasaan Anda yang subyektif mendominasi semua pikiran dan perilaku Anda. Anda perlu ingat, Anda merupakan wanita yang punya banyak kelebihan, jadi mulai dari sekarang mulai menghargai diri Anda. Bagaimana orang akan menghargai Anda, jika Anda tidak menghargai diri Anda sendiri.

kenapa dia tega melakukan itu?
Ada beberapa kemungkinan, pertama seperti yang Anda ungkapkan, bahwa suami Anda melakukan perselingkuhan tersebut dikarenakan ingin membuktikan bahwa Anda adalah yang terbaik buat dia. Kedua, suami Anda, menginginkan keberadaannya diakui, sehingga ia mencari wanita yang suka bermanja-maja, terlihat lemah, karena suami anda merasa bahwa ia kan berguna untuk melindungi si wanita ini. Ketiga, iya kesepian, ia haus akan perhatian dan kasih sayang. Keempat, iseng semata.

Kunci agar hubungan keluarga Anda dengan suami Anda langgeng adalah forgiveness. Anda memaafkan semua kesalahan suamimu yang telah di perbuatnya. Setelah itu, Anda dan suami harus merubah perilaku masing-masing. Semua belah pihak memenuhi tuntutan dari tiap pasangan dan memegang komitmen.

Dengan komunikasi di ubah menjadi lebih baik, kalian bisa menjadi lebih saling terbuka, sehingga tahu keinginan dari masing-masing pasangan dan saling memenuhi keinginan tersebut, ditambah lagi sudah berkurangnya prasangka, maka kehidupan Anda pasti akan lebih tenang dan damai.

“Cara terbaik untuk melupakan masa lalu adalah bukan dengan menghindari atau menyesalinya, namun dengan menerima dan memaafkannya”