
Ilustrasi (dtk)
Pematangsiantar, Psikologi Zone – Naiknya tingkat kelulusan bukan menjadi tolak ukur meningkatnya kualitas pendidikan di suatu daerah. Armaya Siregar, Ketua Dewan Pendidikan Kota Siantar, mengatakan tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) bukan berarti meningkatnya kualitas pendidikan di Pematangsiantar.
Pematangsiantar, sebanyak 6.310 siswa Ujian Nasional lulus, hanya 4 siswa yang tidak lulus. Jumlah ini sekitar 99 persen kelulusan dan hanya 1 persen yang tidak lulus. Sedangkan Kabupaten Simalungun hanya 20 siswa yang tidak lulus.
Armaya, pernah mengatakan ketika Pemerintah Kota Pematangsiantar mengumumkan kelulusan UN SMA. Perhatian pada tingkat kelulusan yang semakin meningkat bukan menjadi fokus utama, justru proses dan sistem pendidikan yang harus diperhatikan.
Menurutnya, banyaknya laporan mengenai bocoran dan kecurangan saat ujian nasional membuat tingkat kelulusan sudah tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur. Ini mengindikasikan ujian yang tidak murni lagi mengukur tingkat kemampuan siswa dalam mata pelajaran yang diujikan.
Kebocoran dan kecurangan menunjukkan moral siswa yang dibentuk gagal dan harus diperhatikan untuk ke depan. Bila kemampuan siswa memang bagus, tidak mungkin mereka akan percaya dengan bocoran jawaban yang beredar. (mba-trbn)
Rating Berita Menarik:| Tweet |






