Dalam suatu tes psikologi, pada dasarnya terdapat dua macam jenis tes dalam psikologi. Kedua tes tersebut yaitu tes mengungkap aspek kognitif dan aspek kepribadian. Tes kepribadian itu sendiri dibagi menjadi dua bagian, tes objektif dan proyektif.
Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, dimana hal ini berbeda dengan tes objektif yang memuat beberapa pertanyaan berstruktur. Sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif, individu secara tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika kepribadiannya.
Teknik proyektif yang banyak dikenal dan digunakan secara luas oleh ahli psikologi lainnya yaitu tes Rorschach, Thematic Apperception Test (TAT), Children’s Apperception Test (CAT), tes Draw-A-Person (DAP), tes Make-A-Picture Story (MAPS), Michigan Picture Story Test, dan Sentence Completion Test. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai tes-tes tersebut:
Thematic Apperception Test (TAT)
TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar provokatif berupa gambar yang ambigu dan subjek yang harus menceritakan sebuah cerita dari gambar yang tertera. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita yang dramatis.
Children’s Apperception Test (CAT)
Bentuk lain dari TAT adalah CAT (Children’s Apperception Test), yang digunakan untuk anak anak. CAT menampilkan sepuluh gambar binatang dalam konteks sosial manusia seperti memainkan game atau tidur di tempat tidur. Pada saat ini, versi ini dikenal sebagai CAT atau CAT-A (gambar binatang).
Michigan Picture Story Test (MPST)
Tes ini hampir sama dengan kedua tes diatas dan terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah yang mungkin timbul.
Make-A-Picture Story (MAPS)
Tes ini juga hampir sama dengan MPST dalam interpretasi dan tujuan yang dimiliki. Perbedaannya, individu boleh memilih karakter yang ada untuk membuat sebuah cerita berdasarkan situasi yang ada.
Figure Drawing
Mungkin sebagian dari kita pernah melakukan tes ini. Dalam tes ini, kemampuan menggambar bukanlah faktor utama. Salah satu bentuk tesnya adalah Draw-A-Person (DAP), dimana individu diminta untuk menggambar seorang lelaki dan perempuan menggunakan pensil dan kertas.
Incomplete Sentence Test
Dalam metode proyektif ini, terdiri dari sejumlah kalimat tidak lengkap yang disajikan untuk dilengkapi. Biasanya bukan merupakan tes standar dan tidak diperlakukan secara kuantitatif. Penting sebagai bahan pertimbangan dalam situasi klinis yang memiliki asumsi bahwa respon individu terhadap stimulus yang ambigu merupakan proyeksi dari hal-hal yang ada dalam ketidaksadaran. Respon yang diberikan subjek dapat memberikan gambaran area konflik, termasuk juga kelebihan dan kekurangan dari kepribadian subjek.
Competency Screening Test
Diberikan kepada individu yang menjadi terdakwa untuk mempelajari interscorer kehandalan dan validitas prediktif tentang status mental atau inteligensi individu terkait dengan kasus individu yang sedang terjadi. Tes juga secara signifikan membedakan antara individu yang dikategorikan oleh praktisi sebagai tidak berkompetensi secara mental dan yang dikategorikan sebagai kompeten dalam sidng kasus yang dijalani.
Rorschach Test
The Rorschach test juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes Inkblot adalah sebuah tes psikologi di mana subjek mempersepsi sebuah bentuk gambar tinta yang dicatat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang baik karakteristik maupun fungsi emosional. Telah digunakan untuk mendeteksi gangguan pikiran yang mendasari individu, terutama dalam kasus-kasus di mana pasien tidak mau untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini mengambil namadari penciptanya yaitu psikolog dari Swiss, Hermann Rorschach.


Gak pernah tes ni…maklum punya usaha sendiri…
Tp thanks ya atas infonya, paling tidak nambah wawasan aku akan hal teknik proyektif itu apa dan penjelasan rincian akan teknik proyektif
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
January 17th, 2010 at 9:10 pm
Sebenarnya ini adalah tes kepribadian, untuk mengetahui bagaimana struktur kepribadian kita dan dinamikanya. Memang kadang salah satu tes diatas digunakan untuk proses seleksi, tetapi tidak semua.
[Reply]
sama,,, ina jg lom pernah mbak Osi test kek gtu….
hihihihihi…
makasih kag
[Reply]
Kunjungan pertama nich…… visit back yagh………
[Reply]
visit you lokking for some information..
i never follow Projective Approaches Test.
thanks for info
[Reply]
disini memang komplit artikel nya lengkap dan jelas..
yhanks dah share son
[Reply]
bermanfaat nih…! bwt yg nyari kerja jg ada tes psikologinya kan..? ane minta ijin bwt save-as ok..! ^^
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
January 17th, 2010 at 9:12 pm
Terimakasih, yang perlu diingat tidak semua tes psikologi digunakan untuk proses seleksi penempatan kerja. Tergantung apa dulu relevansinya.
[Reply]
saya belum penrnah melihat tes yang seperti ini makasih telah memberikan ilmu baru
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
January 17th, 2010 at 9:13 pm
ya..ini memang salah satu jenis tes kepribadian, yaitu jenis pendekatan proyektif.
[Reply]
yups trims…..bangets..gitu yah
[Reply]
Testnya mulai dari anak sampai terdakwa,
“mengungkap kepribadian secara tidak sadar”, apa bisa disamakan dengan hipnotis?
Makasih sharingnya
[Reply]
Mungkin belakangan ini,, test terhadap Kepribadian dan psikologi seseorang sedang marak dilakukan. Karena banyak kasus yang mengorientasikan diri untuk menentukan tekanan psikologi apa yang menyebabkan sebuah peristiwa terjadi.
kayak misalnya pembunuhan dan aksi nekat bunuh diri.
cara pencegahan yang paling dasar adalah mengenali pribadi dengan test seperti ini.
itu pendapat phonank.
[Reply]
RifkyMedia™ Reply:
January 18th, 2010 at 8:15 pm
saya setuju sama mas phonank, mungkin skrg lebih penting kecerdasan psikologis
[Reply]
phonank Reply:
January 23rd, 2010 at 3:52 pm
@rifky setuju.. setuju ajah… phonank juga ngomong dilandaskan spontanitas ajah, hehehe
tp okelah, masih ada yg respect.. hikikiki
[Reply]
salam kenal – sukses selalu sob
[Reply]
ada beberapa dari tes yg disebutkan di atas saya pelajari dkampus,kecuali testdengan subjek anak2…cat dan incomplete baru tau,
[Reply]
waah ada beberapa dari tes yg disebutkan di atas familiar karna saya pelajari dkampus,kecuali cat dan incomplete,,klinis bget ya..pengen belajar lagi,,adain seminar gaak??
[Reply]
wah…ternyata byk juga cara tes2 kepribadian. Tapi apa smuanya 100% akurat?
[Reply]
wahh tesnya banyak amat ya…gw juga belum pernah ikut tes sih, soalnya lebih enak mempekerjakan diri sendiri daripada dipekerjakan
[Reply]
cerita lucu sepanjang sejarah tebak-tebakan lucu
[Reply]
apakah ada faktor lain yang memiliki pengaruh besar dalam hal melakukan tes kepribadian? saya telah mendapatkan beberapa proses pysicotest yang dilakukan terhadap beberapa karyawan di kantor saya telah mendapatkan hasil yang belum memuaskan,trims
[Reply]