Teori-teori fase dewasa amat banyak, akan tetapi ada tiga teori fase terkemuka yaitu pandangan siklus kehidupan dari Erik Erikson, transformasi dari Roger Gould dan musim-musim kehidupan manusia dari Daniel Lavinson. Teori-teori tersebut menghasilkan pandangan bahwa paruh kehidupan adalah suatu krisis dalam perkembangan.
Fase Generativitas VS Stagnasi dari Erikson
Erikson (1968) percaya bahwa orang dewasa tengah baya menghadapi persoalan hidup yang signifikan-generativitas vs stagnasi, adalah nama yang diberikan Erikson pada fase ketujuh dalam teori masa hidupnya. Generativitas mencangkup rencana-rencana orang dewasa yang mereka harap dapat dikerjakan guna meninggalkan warisan dirinya sendiri pada generasi selanjutnya.
Sebaliknya, stagnasi (disebut juga “penyerapan-diri”) berkembang ketika individu merasa bahwa mereka tidak melakukan apa-apa bagi generasi berikutnya. Orang dewasa tengah baya mengembangkan generativitas dengan beberapa cara yang berbeda (Kotre, 1984).
Melalui generativitas biologis, orang dewasa hamil dan melahirkan anak. Melalui generativitas parental (orang tua), orang dewasa memberikan asuhan dan bimbingan kepada anak-anak. Melalui generativitas kultural, orang dewasa menciptakan, merenovasi atau memelihara kebudayaan yang akhirnya bertahan. Dalam hal ini objek generatif adalah kebudayaan itu sendiri.
Melalui generativitas kerja, orang dewasa mengembangkan keahlian yang diturunkan kepada orang lain. Dalam hal ini, individu generaf adalah seseorang yang mempelajari keahlian.
Melalui generativitas, orang dewasa mempromosikan dan membimbing generasi berikutnya melalui aspek-aspek penting kehidupan seperti menjadi orang tua (parenting), memimpin, mengajar dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat (Mc Adams, 1990). Orang dewasa generatif mengembangkan warissan diri yang posif dan kemudian memberikannya sebagai hadiah pada generasi berikutnya.
Teori Transformasi dari Gould
Roger Gould (1975, 1978, 1980, 1994) menghubungkan fase dan krisis dalam pandangannya tentang transformasi perkembangan. Menurutnya, paruh kehidupan adalah sama bergejolaknya dengan masa remaja, dengan penegecualian bahwa selama masa dewasa tengah usaha untuk menangani krisis mungkin akan menghasilkan kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat.
Dia percaya bahwa dalam usia 20-an, kita menerima peran-peran baru; dalam usia 30-an kita mulai merasa terjepit dengan tanggung jawab kita, dalam usia 40-an kita mulai merasakan perasaan urgensi bahwa hidup kita cepat berlalu.
Menurutnya, menangani krisis paruh kehidupan dan menyadari bahwa perasaan urgensi merupakan reaksi alami terhadap fase ini membantu kita menuju jalan kematangan yang dewasa.
Teori Musim-Musim Kehidupan dari Levinson
Daniel Levinson (1978, 1980) dalam The Season of Man’s Life (Musim-Musim Kehidupan Manusia) menekankan bahwa tugas-tugas perkembangan harus dikuasai pada masing-masing fase. Pada masa dewasa awal, dua tugas utama yang harus dikuasai adalah mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan bagi kehidupan dewasa dan mengembangkan struktur kehidupan yang stabil.
Menurutnya, usia 20-an sebagai novice phase (fase orang baru) dari perkembangan orang dewasa. Novice phase adalah waktu untuk eksperimentasi yang bebas dan waktu untuk menguji impian di dunia nyata. Kira-kira pada usia 28 sampai 33 tahun, individu mengalami periode transisi dimana ia harus menghadapi persoalan penentuan tujuan yang lebih serius.
Pada usia 30-an, individu biasanya berfokus pada keluarga dan perkembangan karir. Pada tahu-tahun berikutnya pada periode ini, individu memasuki fase Becaming One’s Own man (atau BOOM, Menjadi diri Sendiri).
Pada usia 40, individu telah mencapai tempat yang stabil dalam karirnya dan sekarang harus melihat ke depan pada jenis kehidupan yang akan dijalaninya sebagai orang dewasa usia tengah baya.
Menurutnya, perubahan ke masa dewasa tengah berlangsung kira-kira 5 tahun dan mengharuskan orang dewasa untuk berusaha mengatasi empat konflik utama yang telah ada dalam kehidupannya sejak masa remaja: (1) menjadi muda vs. menjadi tua, (2) menjadi destruktif vs. menjadi konstruktif, (3) menjadi maskulin vs. menjadi feminism, dan (4) terikat pada otang lain vs. terlepas dari mereka.
Menurutnya, keberhasilan transisi paruh baya kehidupan terletak pada seberapa efektif individu mengurangi sifat-sifat barlawanan dan menerima masing masing dari mereka sebagai integral dari keberadaanya.
Daftar Pustaka:
Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 2. Jakarta: Erlangga


hemmm… makasih infonya kag…
jdi tau apa itu signifikan-generativitas vs stagnasi,…
mantab
[Reply]
menjadi muda apa menjadi tua yah???
kabuuuuuuuurrrrrrr
hemmm… gini ajah deh… biarpun tua… tpi jg masih memiliki jiwa muda…
biar gaul dikit… dan disisi laen… bisa jdi orang tua yg baek WkwKwkwkwk…
nyambung gag yah??? hihihihi
[Reply]
menjadi dewasa banyak teorinya yah :p
[Reply]
asrul Reply:
April 28th, 2010 at 9:23 pm
yup,memangla menjadi biasa banyak pengalaman
[Reply]
good…good…. nice post bro, thanks udah share informasi tentang fase2 tentang perkembangan manusia
[Reply]
untuk umur 25 dah di bilang cukup dewasa atau masih remaja ya….soalnya kadang sifat anak kecil pun masih muncul…
[Reply]
aku fase 30 kawan
[Reply]
Nice Visit Here
[Reply]
Segalanya melalui proses ya. jadi belajar dari hal sederhana dulu konsepnya. nice post mas. thank’s
[Reply]
nice post sob
[Reply]
baca lagi kawan.biar ingat fase2nya
[Reply]
Setelah saya baca teori-teori fase dewasa diatas hanya membahas fase adulthood dari fase kehidupan manusia. Sedangkan dua fase yang lain tidak dibahas yaitu Chilhood dan Adolescence. jadi menurutku baik itu fase chilhood, adolescence, dan adulthood, we can say that life is never ending process of education. Every step take a new thing. jadi intinya pada setiap fase kehidupan kita akan belajar hal-hal yang baru…
[Reply]
hm….saya gimana ya.:D
[Reply]
Sebelum menuju ke arah fase yang dibahas tadi,, menikmati masa-masa muda dahulu deh.. hahaha
ternyata banyak teori yang memberikan penjabaran mengenai hal fase kedewasaan
[Reply]
met malem..saya tertarik dengan artikel anda ini. Bolehkan saya copas, nanti tetap saya cantumkan sumbernya
Makasih, salam kenal
aneh unik
[Reply]