Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini. Ia tidak pernah memiliki hambatan serius dalam sepanjang kariernya meskipun terjadi kekacauan dalam revolusi rusia.
Pavlov lahir di kota kecil di Rusia tengah, anak seorang pendeta ortodoks pedesaan. Pada awalnya ia berniat mengikuti jejak ayahnya, namun mengurungkan dan pergi ke universitas di St. Petersburg untuk mengajar pada tahun 1870. Dari sinilah karir seorang pavlov mulai berjalan hingga ia memimpin institut Fisiologi Pavlovian di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.
Ia menemukan bahwa ia dapat menggunakan stimulus netral, seperti sebuah nada atau sinar untuk membentuk perilaku (respons). Dalam hal ini, eksperimen yang dilakukan oleh pavlov menggunakan anjing sebagai subyek penelitian.

Berikut adalah tahap-tahap eksperimen dan penjelasan dari gambar diatas:
Gambar pertama. Dimana anjing, bila diberikan sebuah makanan (UCS) maka secara otonom anjing akan mengeluarkan air liur (UCR).
Gambar kedua. Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak merespon atau mengeluarkan air liur.
Gambar ketiga. Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah makanan (UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih dahulu, sehingga anjing akan mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian makanan.
Gambar keempat. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing akan memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya (CR).
Dalam ekperimen ini bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa diberikan makanan. Karena pada awalnya (gambar 2) anjing tidak merespon apapun ketika mendengar bunyi bel.
Jika anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka kemampuan stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air liur) akan hilang. Hal ini disebut dengan extinction atau penghapusan.
Pavlov mengemukakan empat peristiwa eksperimental dalam proses akuisisi dan penghapusan sebagai berikut:
- Stimulus tidak terkondisi (UCS), suatu peristiwa lingkungan yang melalui kemampuan bawaan dapat menimbulkan refleks organismik. Contoh: makanan
- Stimulus terkondisi (CS), Suatu peristiwa lingkungan yang bersifat netral dipasangkan dengan stimulus tak terkondisi (UCS). Contoh: Bunyi bel adalah stimulus netral yang di pasangkan dengan stimulus tidak terkondisi berupa makanan.
- Respons tidak terkondisi (UCR), refleks alami yang ditimbulkan secara otonom atau dengan sendirinya. Contoh: mengeluarkan air liur
- Respos terkondisi (CR), refleks yang dipelajari dan muncul akibat dari penggabungan CS dan US. Contoh: keluarnya air liur akibat penggabungan bunyi bel dengan makanan.
Menilik psikologi behavioristik menggunakan suatu pendekatan ekperimental, refleksiologis objektif pavlov tetap merupakan model yang luar biasa dan tidak tertandingi.
Bila dicontohkan dalam kehidupan nyata teori pavlov ini bisa diterapkan. Sebagai contoh untuk menambah kelekatan dengan pasangan, Jika anda mempunyai pasangan yang “sangat suka (UCR)” dengan coklat (UCS). Disetiap anda bertemu (CS) dengan kekasih anda maka berikanlah sebuah coklat untuk kekasih anda, secara otonom dia akan sangat suka dengan coklat pemberian anda.
Berdasarkan teori, ketika hal itu dilakukan secara berulang-ulang, selanjutnya cukup dengan bertemu dengan anda tanpa memberikan coklat, maka secara otonom pasangan anda akan sangat suka (CR) dengan anda, hal ini dapat terjadi karena pembentukan perilaku antara UCS, CS, UCR, dan CR seperti ekperimen yang telah dilakukan oleh pavlov. Menarik bukan?
Daftar Pustaka
Brennan, James F. 2006. Sejarah dan Sistem Psikologi. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada


wah…. berarti manusia sama dgn guk guk dong….
[Reply]
wah perlu penelitian juga ya? kayaknya alamiah kalau seperti itu…naluri….
[Reply]
owh…. jdi begitu,… hemm… ya ya ya,… sedikit lebih tau,… hehehe,…
[Reply]
saya telah membaca semua artikel diatas. disana dikatakan sebuah teori yang disimpulkan dari sebuah penelitian ttg stimulus respons. masalah teori, mengingatkan saya akan pemaparan DR. Zakir Naik, yg mengatakan teori bisa saja berubah sesuai kemajuan teknologi dan menyerupai huruf ‘U’. anda mungkin pernah mendengar hal ini. teori stimulus respons diatas diperuntukkan untuk anjing. apakah sama, manusia dan anjing? ini hanya pendekatan kesenangan/kesesuaian, orang yang suka coklat, jika diberikan/ditawari coklat diakan suka. bagaimana jika hal ini bertentangan. ternyata ia tidak suka. bagaimana anda menjelaskan ini.
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
September 14th, 2009 at 4:22 pm
Sebenarnya mudah saja menjawabnya… Apakah sama manusia dengan anjing? Silahkan baca komentar dari ica dibawah. Jika anda menginginkan ia suka dengan anda seperti tulisan diatas, maka carilah sesuatu yang membuat ia suka bukan memberi yang tidak ia suka. Jika tidak suka dengan coklat cari yang lain.
[Reply]
Wah…wah…asoy neh teorinya Mbah Pavlov. Emang banyak orang Rusia tuh pinter-pinter ya, ngga kalah dengan kepinteran orang Indonesia. Weeiit… bangga donk kalo org Indo itu bnyk yg pinter. Sukses buat blognya ya,Sobat.
[Reply]
enterflores.com Reply:
September 14th, 2009 at 10:44 am
Mas danang saya setuju dengan anda ketika kita katakan bahwa orang indonesia banyak yang pintar itu terlihat banyak sarjana di indonesia sampai tukang ojek pun punya gelar sarjana, Namun saya tidak berbangga dengan hal itu simpel saja apa gunanya banyak orang pintar tetapi tidak kreatif, tidak bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dibanggakan oleh bangsa lain itu yang membuat negara ini menjadi negara manut wae dengan negara lain. Thanks
Kita boleh berbeda tetapi tetap satu
[Reply]
Semakin bertambah wawasanku..
Tapi benar juga ya Kapan Indonesia bisa kreatif..Bisa menemukan sebuah Teori misalnya teorinya jadi Teori Joko, Teori Bambang dll..
[Reply]
Wah kayaknya itu yang terjadi dengan diri saya… ada yang sering ngasih coklat ke saya… skarang koq biar nggak dikasih coklat saya jadi pengen ketemu orgnya hahahahahaha
terbongkar sudah ……
Btw, artikel yang bagus… paham sekarang…
[Reply]
Info menarik, tapi saya kok agak sangsi yach dengan penerapan teori diatas untuk manusia, terutama teori coklatnya (suka karena diberi coklat terus).
Anjing merespons sesuatu berdasarkan naluri (tidak memperhitungkan untung rugi), sementara manusia merespon lebih berdasarkan pikiran (memperhitungkan untung rugi).
Menurut saya, manusia mesti diberi coklat terus, baru dia suka terus…, kalau coklatnya behenti, rasanya dia akan cari coklat lain, ha ha ha …
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
September 15th, 2009 at 8:21 am
Sudah dijelaskan diatas, pemberian dilakukan secara berulang-ulang agar pengkondisian bisa terjadi. Jika setelah pengkondisian terjadi dan pada saat beberapa lama tidak diberikan sebuah reward (coklat/makanan pada anjing) maka stimulus pengkondisian akan menghilang disebut dengan extinction.
[Reply]
sip ilmunya sob…tp ngmg2 anjing=manusia sm jg..hihi
[Reply]
aku kurang ngerti tapi aku suka artikel nya
[Reply]
selalu ada waktu berkunjung ke t4 sahabat ini,…
[Reply]
info yg menarik gan
sangat infomratif daninspiratif
[Reply]
aku belum begitu faham ttg teori2 kyk gt sob…. apalagi kalo belajar filsafat… hmmmhm.. puyeng..
[Reply]
mmm…gono toh..tapi itu kan hewan..masa mau disamakan ma kita manusia. Kali yang punya teori ini justru manusia + hewan.hehehehe
[Reply]
hadir lagi disini, makasih udah berkunjung
[Reply]
makin mantaf ajah nihh ilmu psikologinya…… belajar dmana sihh…
[Reply]
ehmm ini mirip percobaan dengan menggunakan kelinci yang ditampilkan pada objek seorang anak kecil dan dibelakang kepala anak kecil di pukul besi yang berbunyi nyaring sehingga setelah beberapa kali exsperimen si anak begitu takut pada kelinci.ketika kelinci di tampilkan dari jauh sudah membuat si anak berteriak histeris.good posting.
bisa buatkan postingan bagaimana menghilangkan trauma dengan teraphy menggerakan telunjuk dan jari tengah beberapa kali dengan jarak beberapa centimeter dari depan wajah? karena saya pernah melihat proses ini dan sangat tertarik bagaimana proses yang terjadi di alam bawah sadar sebenarnya.
thank you so much
[Reply]
YA ROBBI……
SEMAKIN HARI ZAMAN SEMAKIN BERLARI UNTUK MENYENTUH RASA KIAMAT.
SEMAKIN HARI SEMAKIN ADA ILMU BARU YANG MENGISI OTAK.
oH IYA dalam BONAFIT SYSTEM ANDA AKAN MEMPEROLEH ILMU BARU TENTANG TINGGI BADAN.
SALAM SEHAT DAN TAMBAH TINGGI
BUNGBONAFIT
[Reply]
kunjungan balik browww
[Reply]
hadir disini, met pagi kawan…
[Reply]
kunjungan balasan sobat,…
makasiih, setia mengunjungi blogku,…
[Reply]
Info bagus sob
[Reply]
pagi browww met beraktifitas ya,,,
[Reply]
Asalamualaikum sahabat semoga allah melindungi kita, Ada Awards untuk sobat, mohon diterima, wasalam
[Reply]
wah….. info yg menarik sob semoga terus sukses……
[Reply]
kunjungan rutin ke rumah sahabat !
[Reply]
maaf sahabatku baru bisa berkunjung
[Reply]
sepertinya saya belum begitu faham ttg teori2 ini, masih binggung… So nice info
[Reply]
owwww,,, begituwww
[Reply]
itulah hebatnya manusia kadang jadi orang, kadang jadi malaikat namun kadang jadi setan dan malah kadang jadi hewan, so… ga masalah kita di samain dengan anjing asal dalam konteks psikologis dan biologis….
[Reply]
Di artikelx kan ada fase akuisisi…aq minta tolong dikirimi artikel tentang prinsip-prinsip akuisisi dunk…coz referensi untuk makalah masih kurang buanget nich..thx
[Reply]