<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; relaksasi</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/relaksasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Langkah langkah Relaksasi Otot Progresif</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-relaksasi-otot-progresif/06511533</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-relaksasi-otot-progresif/06511533#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 04:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[langkah langkah relaksasi otot progresif]]></category>
		<category><![CDATA[relaksasi]]></category>
		<category><![CDATA[relaksasi otot progresif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian dan manfaat dari relaksasi otot progresif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-534" title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/01/relaksasi-otot-progresif.jpg" alt="relaksasi otot progresif" width="150" height="150" />Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian dan manfaat dari relaksasi otot progresif (<em>progresive muscle relaxation</em>), Anda bisa <a title="Relaksasi Otot Progresif" href="http://www.psikologizone.com/relaksasi-otot-progresif/06511414" target="_blank">klik link ini</a> untuk membacanya lagi. Maka pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa panduan atau langkah langkah dalam melakukan praktek relaksasi otot progresif.</p>
<p>Dalam Jurnal Pengembangan multimedia relaksasi oleh Neila Ramdhani dan Adhyos Aulia Putra pada tahun 2006, relaksasi merupakan salah satu teknik pengelolaan diri yang didasarkan pada cara kerja sistem syaraf simpatetis dan parasimpatetis ini. Teknik relaksasi semakin sering dilakukan karena terbukti efektif mengurangi ketegangan dan kecemasan, <span id="more-533"></span>membantu orang yang mengalami insomnia, dan asma.</p>
<p>Di Indonesia, penelitian tentang relaksasi ini juga sudah cukup banyak dilakukan. Relaksasi bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik. Efektivitas latihan relaksasi dan terapi kognitif untuk mengurangi kecemasan berbicara di muka umum, selanjutnya relaksasi juga efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan, dan menurunkan ketegangan pada siswa penerbang.<img class="alignright size-full wp-image-534" title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-07.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /></p>
<p>Berikut adalah langkah awal yang dilakukan adalah sebuah ruang (dapat tertutup atau terbuka) yang memungkinkan udara bebas keluar masuk sangat dianjurkan dalam latihan relaksasi. Kursi yang dapat fleksibel naik dan turun (lihat gambar 1) lebih diutamakan daripada tempat tidur sehingga dapat diletakkan di tempat-tempat yang diinginkan.</p>
<p><strong>Berikut dipaparkan masing-masing gerakan dan penjelasan mengenai otot otot yang dilatih:</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-534" title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-01.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><strong>Gerakan pertama</strong> ditujukan untuk melatih otot tangan yang dilakukan dengan cara menggenggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan. Klien diminta membuat kepalan ini semakin kuat (gambar 2), sambil merasakan sensasi ketegangan yang terjadi. Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan rileks selama 10 detik. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan relaks yang dialami. Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.</p>
<p><strong>Gerakan kedua</strong> adalah gerakan untuk melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan ini dilakukan dengan cara menekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit (gambar 2).</p>
<p><strong>Gerakan ketiga</strong> adalah untuk melatih otot-otot Biceps. Otot biceps adalah otot besar yang terdapat di bagian atas pangkal lengan (lihat gambar 3). Gerakan ini diawali dengan menggenggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot biceps akan menjadi tegang.</p>
<p><img title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-02.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><img title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-03.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Gerakan keempat</strong> ditujukan untuk melatih otot-otot bahu. Relaksasi untuk  mengendurkan bagian otot-otot bahu dapat dilakukan dengan cara mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa hingga menyentuh kedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan yang terjadi di bahu, punggung atas, dan leher.</p>
<p><strong>Gerakan kelima sampai ke delapan</strong> adalah gerakan-gerakan yang ditujukan untuk melemaskan otot-otot di wajah. Otot-otot wajah yang dilatih adalah otot-otot dahi, mata, rahang, dan mulut. Gerakan untuk dahi dapat dilakukan dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai ototototnya  terasa dan kulitnya keriput. Gerakan yang ditujukan untuk mengendurkan otot-otot mata diawali dengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata (gambar 5).</p>
<p><img src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-04.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><br />
<strong>Gerakan ketujuh</strong> bertujuan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-otot rahang dengan cara mengatupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi-gigi sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang.</p>
<p><strong>Gerakan kedelapan </strong>ini dilakukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir  dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di sekitar mulut.</p>
<p><strong>Gerakan kesembilan</strong> (gambar 7) dan <strong>gerakan kesepuluh</strong> (gambar 7) ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun belakang. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian otot leher bagian depan. Klien dipandu meletakkan kepala sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk menekankan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga klien dapat merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung atas.<br />
<img src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-05.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><br />
Sedangkan gerakan kesepuluh bertujuan untuk melatih otot leher bagian depan (lihat gambar 7). Gerakan ini dilakukan dengan cara membawa kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke dadanya. Sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian muka.</p>
<p><strong>Gerakan kesebelas</strong> bertujuan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggung dilengkungkan, lalu busungkan dada sehingga tampak seperti pada gambar 6. Kondisi tegang dipertahankan selama 10 detik, kemudian rileks. Pada saat rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambil membiarkan otot-otot menjadi lemas.</p>
<p>Gerakan berikutnya adalah <strong>gerakan keduabelas</strong>, dilakukan untuk melemaskan otototot dada. Pada gerakan ini, klien diminta untuk menarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut. Pada saat ketegangan dilepas, klien dapat bernafas normal dengan lega. Sebagaimana dengan gerakan yang lain, gerakan ini diulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-534" title="relaksasi otot progresif" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/relaksasi-otot-06.jpg" alt="langkah relaksasi otot progresif" /><br />
Setelah latihan otot-otot dada, <strong>gerakan ketigabelas </strong>bertujuan untuk melatih otot-otot perut. Gerakan ini dilakukan dengan cara menarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian menahannya sampai perut menjadi kencang dank eras. Setelah 10 detik dilepaskan bebas, kemudian diulang kembali seperti gerakan awal untuk perut ini. Gerakan 14 dan 15 adalah gerakan-gerakan untuk otot-otot kaki. Gerakan ini dilakukan secara berurutan.</p>
<p>Gerakan keempat belas bertujuan untuk melatih otot-otot paha, dilakukan dengan cara meluruskan kedua belah  telapak kaki (lihat gambar delapan) sehingga otot paha terasa tegang. Gerakan ini dilanjutkan dengan mengunci lutut (lihat gambar delapan), sedemikian sehingga ketegangan pidah ke otot-otot betis. Sebagaimana prosedur relaksasi otot, klien harus menahan posisi tegang selama 10 detik baru setelah itu melepaskannya. Setiap gerakan dilakukan masing-masing dua kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-relaksasi-otot-progresif/06511533/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relaksasi Otot Progresif</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/relaksasi-otot-progresif/06511414</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/relaksasi-otot-progresif/06511414#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 23:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[relaksasi]]></category>
		<category><![CDATA[relaksasi otot progresif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Relaksasi adalah satu teknik dalam terapi perilaku untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Teknik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-415" title="Relaksasi otot prigresif" src="http://images.psikologizone.com/2009/12/relaksasi.jpg" alt="Relaksasi otot prigresif" width="150" height="150" />Relaksasi adalah satu teknik dalam terapi perilaku untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Teknik ini dapat digunakan oleh pasien tanpa bantuan terapis dan mereka dapat menggunakannya untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan yang dialami sehari-hari di rumah.</p>
<p>Dalam buku Student manual for theory and practice of counseling and psychotherapy, oleh Gerald Corey pada tahun 2005, istilah relaksasi sering digunakan untuk menjelaskan aktifitas yang menyenangkan. Rekreasi, olahraga, pijat, dan menonton bioskop. Semua bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan suasana rileks merupakan contoh yang banyak diaggap sebagai relaksasi.<span id="more-414"></span></p>
<p>Oleh karena itu efek yang dihasilkan andalah perasaan senang, relaksasi mulai digunakan untuk mengurangi ketegangan psikis yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan. Tedapat banyak macam teknik relaksasi yang bisa dilakukan. Terdapat empat macam tipe relaksasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Relaksasi otot (<em>progresive muscle relaxation</em>)</li>
<li>Pernafasan (<em>diaphragmatic breathing</em>)</li>
<li>Meditasi (<em>attention-focussing exercises</em>)</li>
<li>Relaksasi perilaku (<em>behavioral relaxation training</em>)</li>
</ol>
<p>Dalam relaksasi otot (<em>progresive muscle relaxation</em>) sendiri, individu akan diberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana cara menegangkan sekelompok otot tertentu kemudian melepaskan ketegangan itu. Bila sudah dapat merasakan keduanya, klien mulai membedakan sensasi pada saat otot dalam keadaan tegang dan rileks.</p>
<p>Sesuatu yang diharapkan disini adalah individu secara sadar untuk belajar merilekskan otot-ototnya sesuai dengan keinginannya melalui suatu cara yang sistematis. Subjek juga belajar menyadari otot-ototnya dan berusaha untuk sedapat mungkin mengurangi atau menghilangkan ketegangan otot tersebut.</p>
<p>Jenis jenis dari relasasi otot prigresif (<em>progresive muscle relaxation</em>/PMR) sendiri terdapat dua macam, yaitu:</p>
<p>Overt PMR (<em>tense up and letting go</em>)<br />
Secara sadar menegangkan kelompok otot sekitar 5-10 detik dan kemudian melepaskannya selama kurang lebih 30 detik. Seringkali menggunakan 11 kelompok otot.</p>
<p>Covert PMR (<em>letting go</em>)<br />
Jenis PMR yang hanya merilekskan kelompok otot tanpa menegangkannya lebih dahulu. Dapat dipraktekkan sendiri, tanpa latihan seperti jenis overt PMR dan seringkali dikombinasikan dengan autogenic training.</p>
<p>Hal hal yang perlu juga diperhatikan dalam melakukan kegiatan relaksasi otot progresif adalah :</p>
<ol>
<li>Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri sendiri.</li>
<li>Untuk merilekskan otot-otot membutuhkan waktu sekitar 20-50 detik.</li>
<li>Posisi tubuh, lebih nyaman dengan mata tertutup. Jangan dengan berdiri.</li>
<li>Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan.</li>
<li>Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudian bagian kiri dua kali.</li>
<li>Memerikasa apakah klien benar-benar rileks.</li>
<li>Terus menerus memberikan instruksi.</li>
<li>Memberikan instruksi tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat.</li>
</ol>
<p>Manfaat dari relaksasi otot progresif ini sendiri adalah untuk mengatasi berbagai macam permasalahan dalam mengatasi stres, kecemasan, insomnia, dan juga dapat membangun emosi positif dari emosi negatif. Keempat permasalahan tersebut dapat menjadi suatu rangkaian bentuk gangguan psikologis bila tidak diatasi.</p>
<p>Stres terhadap tugas maupun permasalahan lainnya, yang tidak segera diatasi dapat memunculkan suatu bentuk kecemasan dalam diri seseorang. Kecemasan itu sendiri bila tidak juga diatasi dapat berakibat pada munculnya emosi negatif baik terhadap permasalah yang timbul akibat stres juga perilaku sehari-hari seseorang. Dan akibat dari itu semua menyebabkan suatu bentuk gangguan tidur atau insomnia. Dan relaksasi bisa digunakan agar seseorang kembali pada taraf keadaan normal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/relaksasi-otot-progresif/06511414/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

