<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; psikologi perkembangan anak</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/psikologi-perkembangan-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengajari Anak Cara Berterima Kasih</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/mengajari-anak-cara-berterima-kasih/065113891</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/mengajari-anak-cara-berterima-kasih/065113891#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 16:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardhi Nurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[mengajari anak sopan santun]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips mendidik anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3891</guid>
		<description><![CDATA[Psikologi Zone &#8211; Setiap orangtua tentu menginginkan agar anak memiliki sopan santun, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3569" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-full wp-image-3569" title="Dampak Psikologis Lagu Dewasa pada Anak" src="http://images.psikologizone.com/2011/07/anak-melamun.gif" alt="Dampak Psikologis Lagu Dewasa pada Anak" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (indianexpress)</p></div>
<p><strong>Psikologi Zone</strong> &#8211; Setiap orangtua tentu menginginkan agar anak memiliki sopan santun, baik di lingkungan keluarga, lebih-lebih di lingkungan sosial lain. Sopan santun sudah semestinya diajarkan sejak dini agar menjadi kebiasaan bagi si kecil. Salah satu bentuk sopan santun yang sederhana adalah adalah mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Meski mudah, bagi sebagian anak zaman sekarang, kata-kata ini tak jarang sulit diucapkan. Kata-kata ini dianggap biasa dan disaat yang sama diremehkan. Padahal, ucapan terima kasih punya arti dan makna mendalam.</p>
<p>Berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba untuk mendidik si kecil agar tak segan berterima kasih:</p>
<p>1. Beri teladan. Si anak adalah peniru ulung. Maka, berikanlah teladan baik kepada anak-anak. Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak-anak meniru setidaknya 25 persen perkataan orang yang sering didengar oleh mereka. Biasakanlah anak mendengar kata &#8220;tolong&#8221; dan &#8220;terima kasih&#8221; setiap hari pada berbagai keadaan.</p>
<p>2. Jelaskan. Sebagian besar anak-anak hanya kenal mengucapkan &#8220;terima kasih&#8221; sebagai formalitas setelah diberi bantuan. Sebaiknya, berilah pengertian kepada si kecil arti kata-kata tersebut dan dampak bagi orang yang mendengar.</p>
<p>3. Gambarkan perasaan Si Pendengar. Ajak anak untuk memposisikan diri dan ikut memahami beragam perasaan jika mendengar ucapan yang terlontar.</p>
<p>4. Ekspresikan rasa syukur. Jelaskanlah kepada anak, bahwa dengan berterima kasih, anak-anak secara tidak langsung juga telah mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan (kmp).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/mengajari-anak-cara-berterima-kasih/065113891/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Psikologis Lagu Dewasa pada Anak</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/dampak-psikologis-lagu-dewasa-pada-anak/065113834</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/dampak-psikologis-lagu-dewasa-pada-anak/065113834#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofyan AT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dampak psikologis lagu dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[lagu dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3834</guid>
		<description><![CDATA[Psikologi Zone &#8211; Tak semua lagu orang dewasa sesuai untuk anak-anak. Jika anak-anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3569" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-full wp-image-3569" title="Dampak Psikologis Lagu Dewasa pada Anak" src="http://images.psikologizone.com/2011/07/anak-melamun.gif" alt="Dampak Psikologis Lagu Dewasa pada Anak" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (indianexpress)</p></div>
<p><strong>Psikologi Zone</strong> &#8211; Tak semua lagu orang dewasa sesuai untuk anak-anak. Jika anak-anak dibiarkan terpapar lagu orang dewasa tanpa filter, dikhawatirkan akan timbul dampak psikologis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.</p>
<p>Orangtua mesti tahu efek psikologis yang akan dialami anak-anak jika dibiarkan begitu saja mendengarkan lagu orang dewasa tanpa pendampingan.</p>
<p>Tanpa pendampingan orangtua, anak-anak akan mencari tahu arti lirik lagu yang mereka dengar. Wajar, mereka punya rasa ingin tahu yang besar. Apa jadinya, jika mereka telah terbiasa dengan kata cinta, cium, peluk, dan sebagainya yang jamak kita temui dalam lirik lagu dewasa?</p>
<p>Sering, mereka akan bertanya ke lingkungan pergaulan terdekat, yakni teman. Karena sama-sama tak tahu maka timbul pemahaman yang salah. Tentu saja, pemahaman yang salah ini akan berdampak pada tutur kata dan moralitas anak. Apalagi, dia usia tersebut, anak-anak mampu menyerap informasi secara cepat. Jika terpapar kata-kata kasar atau tak senonoh, maka akan mudah melekat dalam benak.</p>
<p>Perlu ada upaya, minimal dari orangtua, untuk senantiasa mengawasi sekaligus mengarahkan perkembangan anak. Karena lagu tak sekadar hiburan, lagu mempengaruhi setiap pendengar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/dampak-psikologis-lagu-dewasa-pada-anak/065113834/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikologi Anak dan Perkembangan Anak</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 23:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku Child Development oleh B Elizabeth Hurlock pada tahun 1978, penelitian tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-505" title="psikologi anak dan perkembangan anak" src="http://images.psikologizone.com/2010/01/psikologi-anak.jpg" alt="psikologi anak dan perkembangan anak" width="150" height="150" />Dalam buku Child Development oleh B Elizabeth Hurlock pada tahun 1978, penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.</p>
<p>Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja<span id="more-504"></span> yang menyebabkan perubahan itu.</p>
<p>Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “perkembangan anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.</p>
<p><strong>Perkembangan anak berbeda dengan psikologi anak karena empat hal, yaitu:</strong></p>
<p><strong>Pertama,</strong> psikologi anak lebih menitikberatkan pada isi atau hasil perkembangan sedangkan perkembangan anak mengenai proses dari hal tersebut. Misalnya, meskipun keduanya mempelajari masalah berbicara, dalam psikologi anak penekanannya lebih pada perbendaharaan kata anak dan apa yan dikatakannya. Sedangkan perkembangan anak penekanannya adalah pada bagaimana seorang anak belajar berbicara, dan kondisi yang menyebabkan variasi dalam pola ini.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> perkembangan anak lebih menekankan peran lingkungan dan pengalaman ketimbang psikologi anak. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa psikologi anak mengabaikan peran lingkungan dan pengalaman, tetapi penekanan hal tersebut lebih kurang dari pada yang dilakukan para ahli psikologi perkembangan.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> psikologi anak mempunyai satu tujuan utama yaitu mempelajari bidang perilaku anak yang berbeda, sedangkan perkembangan anak mempunyai enam tujuan yaitu menemukan apa saja karakteristik perubahan usia dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari suatu periode perkembangan ke periode yang lain. Untuk menemukan kapan perubahan ini terjadi. Untuk menemukan dalam kondisi apa saja terjadinya perubahan ini. Untuk menemukan bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku anak. Untuk menemkan perubahan ini dapat diramalkan atau tidak. Dan yang terakhir untuk menemukan apakah perubahan ini sifatnya individu atau sama bagi semua anak.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> sebagai ganti penekanan pada usia prasekolah dan usia sekolah anak anak, yang dilakukan pada penelitian awal dari para psikolog anak, para psikolog perkembangan anak telah memperluas bidang studinya ke dua arah, dari bayi yang baru lahir hingga anak usia puber. Karena laporan penelitian kedokteran telah menekankan pengaruh lingkungan pralahir yang menetap pada seorang anak, perkembangan anak sekarang mundur sampai ke saat konsepsi.</p>
<p>Pergeseran dalam minat dan tujuan ini berarti bahwa dibutuhkan jauh lebih banyak lagi penelitian. Psikologi perkembangan anak merupakan lapangan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan psikologi anak, sehingga terjadi perkembangan kajian yang lebih komprehensif dan kompleks dalam hal kajian anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

