<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; psikoanalisis</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/psikoanalisis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pengertian Defence Mechanism, Psikoanalisis Sigmund Freud</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/pengertian-defence-mechanism-psikoanalisis-sigmund-freud/065111702</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/pengertian-defence-mechanism-psikoanalisis-sigmund-freud/065111702#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 17:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardhi Nurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[defence mechanism]]></category>
		<category><![CDATA[displacement]]></category>
		<category><![CDATA[projection]]></category>
		<category><![CDATA[psikoanalisis]]></category>
		<category><![CDATA[sigmund freud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=1702</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang mengalami kecemasan akibat insting-insting id dan tuntutan superego, ego akan menolak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1703" class="wp-caption alignleft" style="width: 207px"><img class="size-medium wp-image-1703 " title="Pengertian Defence Mechanism, Psikoanalisis Sigmund Freud" src="http://images.psikologizone.com/2011/06/Pengertian-Defence-Mechanism-Psikoanalisis-Sigmund-Freud-197x132.gif" alt="Pengertian Defence Mechanism, Psikoanalisis Sigmund Freud" width="197" height="132" /><p class="wp-caption-text">Sigmund Freud (bbc)</p></div>
<p>Ketika seseorang mengalami kecemasan akibat insting-insting <em>id </em>dan tuntutan <em>superego</em>, <em>ego </em>akan menolak dan melindungi orang tersebut dari kecemasan secara berlebihan.</p>
<p>Dalam buku Psikologi Kepribadian oleh Alwisol pada tahun 2007, <em>defence mechanism</em> memiliki tiga ciri, yaitu mekanisme pertahanan tersebut bekerja pada tingkat tak sadar, mekanisme pertahanan selalu menolak, memalsu, atau memutarbalikkan fakta, mekanisme pertahanan mengubah persepsi seseorang sehingga kecemasan menjadi kurang mengancam.</p>
<p>Sigmund Freud menjelaskan ada tujuh mekanisme pertahanan, yaitu:</p>
<ol>
<li> <em>Identification</em>. <em>Identification </em>dapat juga disebut dengan Stockholm Syndrome, yakni para korban penculikan tidak merasa marah dengan penculikan mereka, tapi mereka malah merasa bersimpati terhadap para penculiknya. Ini merupakan pengadopsian, tapi dari sisi negatif.</li>
<li><em>Displacement</em>. Secara sederhana dapat digambarkan, mekanisme ini mengganti obyek untuk meredakan kecemasan. Sumber dan tujuan dari insting selalu tetap dan sama, hanya objek selalu berubah. Hal ini dikarenakan obyek pengganti jarang dapat memberi kepuasan atau mereduksi kecemasan seperti obyek aslinya.</li>
<li> <em>Repression</em>. <em>Repression </em>berarti menekan segala sesuatu sehingga kecemasan dapat keluar dari kesadaran.</li>
<li><em>Fixation</em>. Terhentinya perkembangan normal pada tahap perkembangan tertentu karena perkembangan selanjutnya sangat sulit dan penuh tekanan serta kecemasan. Kecemasan dan frustasi membuat banyak dewasa yang memilih untuk tetap tinggal dengan orangtuanya merupakan salah satu contoh dari fixation.</li>
<li><em>Regression</em>. Seseorang akan berusaha untuk kembali ke masa yang nyaman dan aman menurutnya ketika menghadapi masalah. Biasanya, seseorang akan kembali ke masa kanak-kanak. Hal ini dapat dilihat, ketika ada seorang mahasiswa yang menggigiti kuku jari tangan ketika mengalami kecemasan dan stres.</li>
<li> <em>Reaction formation</em>. Tindakan defensif dengan cara merubah perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan perasaan lawan. Misalnya, merubah benci menjadi cinta, rasa bermusuhan menjadi rasa persahabatan. Seorang suami yang membenci istrinya akan membelikan hadiah dan mencumbu istrinya secara berlebihan.</li>
<li><em>Projection</em>. Mekanisme ini merupakan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas apa yang seseorang rasakan. Contohnya adalah ketika seorang suami menyukai dan berselingkuh dengan perempuan lain, dia akan mencemburui dan menuduh istrinya menyeleweng.</li>
</ol>
<p>Menurut Freud, jarang ada orang yang memakai satu mekansime pertahanan. Umumnya, orang memakai beberapa mekansime pertahanan secara bersamaan atau secara bergantian sesuai dengan bentuk kecemasannya.</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">defence mechanism, psikoanalisis, sigmund freud, displacement, projection</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/pengertian-defence-mechanism-psikoanalisis-sigmund-freud/065111702/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikoanalisis</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/psikoanalisis/06511157</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/psikoanalisis/06511157#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 12:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[psikoanalisa]]></category>
		<category><![CDATA[psikoanalisis]]></category>
		<category><![CDATA[psikoanalitik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Tempat gerakan psikoanalisis dalam psikologi kontemporer adalah unik sekaligus paradoksikal. Di satu sisi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-158" title="psikoanalisis" src="http://images.psikologizone.com/2009/08/psikoanalisis.gif" alt="psikoanalisis" width="150" height="150" />Tempat gerakan <strong>psikoanalisis</strong> dalam psikologi kontemporer adalah unik sekaligus paradoksikal. Di satu sisi, <strong>psikoanalisis</strong> merupakan sistem psikologi yang paling dikenal luas meskipun tidak secara universal dipahami.</p>
<p>Dalam buku Sejarah dan Sistem Psikologi oleh James F. Brennan pada tahun 2006, Pendiri aliran psikoanalisis tidak lain adalah<strong> Sigmund Freud</strong>, sudah pasti merupakan salah satu tokoh yang paling terkenal di abad terakhir. Di sisi lain, gerakan <strong>psikoanalisis</strong> tidak banyak memiliki kesamaan dengan berbagai pandangan psikologi lainnya.<span id="more-157"></span></p>
<p><strong>Psikoanalisis</strong> jelas terkait dengan tradisi jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Freud dididik dalam bidang sains, namun sistemnya tidak banyak menggunakan emipirisisme sistematik.</p>
<p>Sebagai dokter, Freud menggunakan kekuatan observasinya yang cermat untuk mengembangkan sistemnya dalam rangka medis, mendasarkan teorinya pada berbagai studi kasus individual.</p>
<p>Ia tidak mengubah pemahamannya tentang ilmu pengetahuan pada abad 19 dalam upaya mengorganisasi observasinya. Ia tidak berusaha menguji hipotesisnya secara teliti, melalui verifikasi independen. Sebagaimana yang dikatakan olehnya, ia adalah <strong>psikoanalasis</strong> dan ia tidak menoleransi penyimpangan pandangan-pandangan ortodiksnya.</p>
<p>Konsisten dengan posisi gestalt, <strong>psikoanalisis</strong> secara teguh mendasarkan pada model aktif proses-psoses mental, namun kurang memiliki komitmen pada empirisisme seperti halnya psikologi gestalt. Freud tidak hanya konsisten pada aktivitas proses mental yang dikemukakan oleh Leibniz dan kant, tetapi juga dengan keyakinan pada abad 19 tentang tingkat aktivitas mental sadar dan tidak sadar.</p>
<p>Psikoanalisis memperkenalkan studi tentang proses-proses ketidaksadaran yang mempengaruhi aktivitas manusia. <strong>Psikoanalisis</strong> menekankan tujuan keseimbangan homeostatik energi-energi ketidaksadaran dalam kepribadian.</p>
<p><strong>Psikoanalisis </strong>mengembangakan konsep aktivitas mental lebih luas dari pada sistem psikologi manapun. Sebagai representasi utama dari kebergantungan ekstrim pada aktivitas mental untuk menjelaskan kepribadian, <strong>psikoanalisis </strong>terpisah dari berbagai gerakan lain dalam psikologi kontemporer.</p>
<p>Selain itu, <strong>psikoanalisis</strong> tidak lahir dari penelitian akademis, sebagaimana sistem-sistem lain, namun merupakan produk konsekuensi terapan praktik klinis. Penyusunan obeservasi yang dilakukan freud bertujuan untuk menyusun berbagai pendekatan-pendekatan terapi yang sangat dibutuhkan.</p>
<p>Formulasi-formulasi inilah yang diperluas ke teori <strong>psikodinamika</strong> perkembangan kepribadian yang bergantung pada pengurangan ketegangan.</p>
<p>Para teoritis lain memodifikasi teori freud dan memasukkan pengaruh budaya (Jung) dan kebutuhan sosial (Adler dan Horney). Selain itu, para cendikiawan juga mengitegrasikan model <strong>psikoanalisis</strong> dengan pendekatan lapangan (Sullivan) dan asumsi eksistensial (Fromm).</p>
<p>Sebagai sebuah gerakan kontemporer, <strong>psikoanalisa</strong> masih berpengaruh besar dalam psikiatri dan psikologi klinis, meskipun akhirnya, gerakan ini terpecah karena tidak adanya kesepakatan metodologis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/psikoanalisis/06511157/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

