<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; perkembangan anak</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/perkembangan-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan Kognitif dan Visual Bayi Dipengaruhi DHA</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/perkembangan-kognitif-dan-visual-bayi-dipengaruhi-dha/065113270</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/perkembangan-kognitif-dan-visual-bayi-dipengaruhi-dha/065113270#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 19:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofyan AT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klinis]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi DHA]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan kognitif pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan visual bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3270</guid>
		<description><![CDATA[Manado, Psikologi Zone &#8211; Memakai metode MPES-2 (Means-End Problem Solving 2-Step), studi klinis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2809" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-medium wp-image-2809" title="Bayi" src="http://images.psikologizone.com/2011/07/bayi-209x132.gif" alt="Bayi Usia 3 Tahun Mampu Kenali Emosi" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (WordPress)</p></div>
<p><strong>Manado, Psikologi Zone</strong> &#8211; Memakai metode MPES-2 (Means-End Problem Solving 2-Step), studi klinis terbaru menunjukkan bahwa pemberian nutrisi dengan kadar DHA 17 mg/100kkl pada bayi dan anak terbukti dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada usia 9 tahun. Hal itu diungkapkan oleh seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Dundee di Inggris.</p>
<p>&#8220;Tak cuma itu saja, DHA terbukti mampu meningkatkan ketajaman penglihatan, meningkatkan <em>mental development index</em> sebanyak 7 poin dan meningkatkan kesehatan saluran pernafasan pada tahun pertama dan juga pada tiga tahun pertama usia si kecil,&#8221; ujarnya ketika memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di hotel Sutan Raja Manado, Selasa (12/7).</p>
<p>Menurutnya, DHA sangat penting untuk fungsi otak dan mata. Asam lemak omega 3 paling banyak ditemukan dalam jaringan saraf (neural), retina, dan kardiovaskular yang menggerakkan jaringan. Sebanyak 93 persen omega 3 pada retina adalah DHA sedangkan pada otak 97 persen.</p>
<p>DHA, katanya, berfungsi untuk mendukung mielinisasi, memfasilitasi transmisi sinapsis, dan mempengaruhi kecepatan pemrosesan informasi bagi otak anak. (sa – trbn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/perkembangan-kognitif-dan-visual-bayi-dipengaruhi-dha/065113270/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aspek Lingkungan Dalam Perkembangan Anak</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/aspek-lingkungan-dalam-perkembangan-anak/065111211</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/aspek-lingkungan-dalam-perkembangan-anak/065111211#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 06:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardhi Nurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[Masa anak anak adalah masa yang paling membahagiakan bagi kebanyakan orang. Karena pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1212" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-full wp-image-1212  " style="margin: 2px 6px;" title="Aspek Lingkungan Dalam Perkembangan Anak" src="http://images.psikologizone.com/2011/04/ardhi.gif" alt="Aspek Lingkungan Dalam Perkembangan Anak" width="209" height="100" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi</p></div>
<p>Masa anak anak adalah masa yang paling membahagiakan bagi kebanyakan orang. Karena pada masa itu, kita tidak mendapatkan tutntutan atau pun tetakanan sosial. Pada masa anak-anak, yang menjadi sebuah tugas utama adalah bermain sembari belajar. Kesenangan pada masa anak-anak, akan berlanjut hingga usia remaja dimana tanggung jawab mulai diperkenalkan dan dibebankan pada anak-anak.</p>
<p>Pada masa remaja inilah, seorang anak mulai dikenalkan dengan norma dan aturan yang berlaku di dunia nyata. Pada masa ini pulalah, seorang anak mulai menjelajahi dunia yang lebih luas. Hanya saja, dewasa ini, beberapa remaja di Indonesia mendapatkan sorotan lebih. Terdapat beberapa kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para remaja ini. Para anak-anak yang menginjak remaja ini melakukan pelecehan seksual kepada lawan jenis yang usianya tidak jauh berbeda.</p>
<p>Kesalahan yang dilakukan para remaja ini, dibebankan kepada orangtua masing-masing. Banyak pihak yang mengatakan bahwa kepribadian dari seorang remaja merupakan hasil didikan orangtua masing-masing. Hal ini dapat dibenarkan, namun alangkah lebih bijak jika faktor-faktor yang mempengaruhi bagaimana perkembangan kepribadian remaja dibahas satu persatu. Disini, penulis percaya bahwa perkembangan kepribadian remaja amat dipengaruhi oleh lingkungan.</p>
<p>Santrock menyatakan remaja merupakan masa transisi dimana akan banyak tekanan dan stres yang dialami oleh anak. Masa transisi ini ditandai dengan terjadinya pubertas pada anak. Bila pada perempuan ditandai dengan <em>menarche</em> (menstruasi) dan menumpuknya lemak pada beberapa bagian tubuh seperti panggul dan payudara. Sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh seperti kumis dan janggut.</p>
<p>Baiknya, perubahan fisik ini disertai dengan pemberian pendidikan dan pengertian dari orangtua maupun guru. Beberapa kali penulis menemukan anak-anak perempuan yang mengalami kebingungan saat mengalami menstruasi untuk kali pertama. Mereka merasa asing dengan peristiwa yang mereka alami dan berusaha mencaritahu dengan bertanya kepada teman-teman sebayanya. Bila informasi yang diberikan benar, mungkin, tidak akan menjadi sebuah masalah. Hanya saja, terkadang, informasi yang diberikan oleh teman sebaya si anak belum tentu benar dan tepat.</p>
<p>Hal yang sama terjadi pada anak laki-laki. Beberapa teman penulis, menggambarkan ketika mendapat mimpi basah untuk pertama kali, mereka menggambarkan sedang bersetubuh dengan seorang wanita dan diakhiri dengan keluarnya sperma untuk pertama kalinya. Memang, mimpi ini sifatnya amat subjektif dan bisa jadi tidak semua laki-laki mengingat bagaimana mimpi basahnya untuk pertama kali.</p>
<p>Seringkali, setelah mengalami mimpi basah, anak tidak akan menceritakan kepada orangtuanya. Ini bisa disebabkan perasaan cemas atau takut dimarahi bila mereka menceritakan apa yang telah terjadi pada mereka. Bisa juga, seorang anak akan malu dan sungkan untuk mengatakan bagaimana mimpi mereka.</p>
<p>Didorong rasa ingin tahu yang menggelora pada usia remaja, anak akan berusaha mencaritahu apa yang terjadi kepada diri mereka. Salah satu cara termudah adalah dengan bertanya kepada teman yang telah mengalami terlebih dahulu. Sekali lagi, muncul kekhawatiran penulis, tentang informasi yang diberikan oleh teman anak kurang benar dan kurang tepat. Sehingga menimbulkan pemahaman yang salah pada anak.</p>
<p>Cara lain yang seringkali dilakukan anak adalah dengan mencari di Internet. Sebuah cara yang mudah, sederhana dan praktis. Namun, seperti diketahui bersama, internet menyediakan beragam artikel dan gambar yang tidak diperuntukkan bagi anak / remaja seperti pornografi. Dan tidak bisa dipungkiri, sebagian besar anak / remaja di Indonesia telah mengakses materi-materi untuk dewasa tersebut.</p>
<p>Selain minimnya informasi yang dimiliki anak, lingkungan anak tinggal menjadi salah satu faktor yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kepribadian anak dan remaja. Anak dan remaja cenderung akan meniru (<em>modeling</em>) figur yang dianggap penting dan berkesan. Figur ini belum tentu orangtua atau keluarga dekat si anak. Bisa saja, anak akan meniru salah satu teman yang sering dia lihat.</p>
<p>Walau tidak menutup kemungkinan anak akan meniru dari film atau komik. Atau bahkan anak akan mengembangkan tokoh fiksi yang ia bayangkan. Bila anak melihat film atau komik dimana tokoh utamanya melakukan pelecehan seksual, bisa jadi anak akan menganggap apa yang dilakukan idolannya benar dan meniru apa yang dilakukan.</p>
<p>Disini, dapat kita rasakan bahwa peran orangtua dan guru amatlah penting bagi perkembangan kepribadian anak. Orangtua merupakan pendidik dan pengajar pertama yang akan ditiru dan diikuti oleh anak.</p>
<p>Guru sendiri merupakan perwakilan orangtua anak ketika anak bersekolah. Guru memiliki kewajiban untuk membimbing dan membekali anak didiknya dengan ilmu dan moral. Guru juga berkewajiban utnuk mengingatkan, memotivasi dan memberi masukan selama anak berada di lingkungan sekolah.</p>
<p>Nah, apabila kita telah mengetahui perkembangan anak merupakan tanggung jawab bersama, maka akan jauh lebih baik apabila kita semua bekerja sama untuk membangun lingkungan yang kondusif sebagai tempat belajar anak-anak kita kelak. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/aspek-lingkungan-dalam-perkembangan-anak/065111211/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikologi Anak dan Perkembangan Anak</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 23:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku Child Development oleh B Elizabeth Hurlock pada tahun 1978, penelitian tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-505" title="psikologi anak dan perkembangan anak" src="http://images.psikologizone.com/2010/01/psikologi-anak.jpg" alt="psikologi anak dan perkembangan anak" width="150" height="150" />Dalam buku Child Development oleh B Elizabeth Hurlock pada tahun 1978, penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.</p>
<p>Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja<span id="more-504"></span> yang menyebabkan perubahan itu.</p>
<p>Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “perkembangan anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.</p>
<p><strong>Perkembangan anak berbeda dengan psikologi anak karena empat hal, yaitu:</strong></p>
<p><strong>Pertama,</strong> psikologi anak lebih menitikberatkan pada isi atau hasil perkembangan sedangkan perkembangan anak mengenai proses dari hal tersebut. Misalnya, meskipun keduanya mempelajari masalah berbicara, dalam psikologi anak penekanannya lebih pada perbendaharaan kata anak dan apa yan dikatakannya. Sedangkan perkembangan anak penekanannya adalah pada bagaimana seorang anak belajar berbicara, dan kondisi yang menyebabkan variasi dalam pola ini.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> perkembangan anak lebih menekankan peran lingkungan dan pengalaman ketimbang psikologi anak. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa psikologi anak mengabaikan peran lingkungan dan pengalaman, tetapi penekanan hal tersebut lebih kurang dari pada yang dilakukan para ahli psikologi perkembangan.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> psikologi anak mempunyai satu tujuan utama yaitu mempelajari bidang perilaku anak yang berbeda, sedangkan perkembangan anak mempunyai enam tujuan yaitu menemukan apa saja karakteristik perubahan usia dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari suatu periode perkembangan ke periode yang lain. Untuk menemukan kapan perubahan ini terjadi. Untuk menemukan dalam kondisi apa saja terjadinya perubahan ini. Untuk menemukan bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku anak. Untuk menemkan perubahan ini dapat diramalkan atau tidak. Dan yang terakhir untuk menemukan apakah perubahan ini sifatnya individu atau sama bagi semua anak.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> sebagai ganti penekanan pada usia prasekolah dan usia sekolah anak anak, yang dilakukan pada penelitian awal dari para psikolog anak, para psikolog perkembangan anak telah memperluas bidang studinya ke dua arah, dari bayi yang baru lahir hingga anak usia puber. Karena laporan penelitian kedokteran telah menekankan pengaruh lingkungan pralahir yang menetap pada seorang anak, perkembangan anak sekarang mundur sampai ke saat konsepsi.</p>
<p>Pergeseran dalam minat dan tujuan ini berarti bahwa dibutuhkan jauh lebih banyak lagi penelitian. Psikologi perkembangan anak merupakan lapangan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan psikologi anak, sehingga terjadi perkembangan kajian yang lebih komprehensif dan kompleks dalam hal kajian anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak/06511504/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

