<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; modifikasi perilaku</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/modifikasi-perilaku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Fading, Modifikasi Perilaku</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/fading-modifikasi-perilaku/065111017</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/fading-modifikasi-perilaku/065111017#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 11:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fading]]></category>
		<category><![CDATA[fading dalam modifikasi perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku Behavior Modification: What It Is and How to Do It, oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam buku Behavior Modification: What It Is and How to Do It, oleh Garry Martin dan Joseph Pear pada tahun 1992, fading adalah perubahan secara bertahap dimana sebelum melangkah ke tahap berikutnya maka tahap sebelumnya harus berhasil terlebih dahulu (misalnya, munculnya respon yang diharapkan) dan setiap keberhasilan akan mendapatkan reinforcement; terdapat suatu stimulus yang mengontrol suatu respon, dimana akhirnya akan terdapat stimulus yang berbeda yang akan menghasilkan respon yang sama.</p>
<p><strong>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FADING:</strong></p>
<p><strong>Memilih stimulus akhir yang diinginkan</strong> (stimulus yang kita harap dapat menghasilkan perilaku pada bagian akhir dari prosedur fading). Kita harus berhati-hati dalam memilih stimulus ini. Sehingga munculnya respon atas stimulus ini dapat dipertahankan di lingkungan pasien sehari-hari. Salah satu fading yang salah yaitu ketika fading tidak memasukkan aspek-aspek situasi yang sering dijumpai oleh pasien di lingkungannya sehari-hari.</p>
<p><strong>Memilih stimulus awal. </strong>Penting untuk memilih stimulus awal, yang secara konstan/reliabel, dapat membangkitkan perilaku yang diinginkan. Stimulus tambahan yang mengontrol perilaku yang diinginkan tetapi bukan merupakan bagian dari stimulus akhir yang diinginkan disebut dengan prompts. Ada berbagai macam prompts, antara lain: verbal prompts, gestural prompts, enviromental prompts, physical prompts. Seorang guru mungkin akan memberikan sebagian atau semua jenis prompt ini untuk memastikan respon yang benar. Memilih beberapa jenis prompt, secara bersamaan, yang secara konstan menghasilkan respon yang diinginkan akan meminimalkan kesalahan dan memperbesar keberhasilan program fading.</p>
<p><strong>Memilih langkah-langkah fading.</strong> Penting untuk mengawasi secara dekat performa pelajar untuk menentukan seberapa lama seharusnya fading dilaksanakan.</p>
<p><strong>PEDOMAN PENERAPAN FADING YANG EFEKTIF:</strong></p>
<p><strong>Memilih stimulus akhir yang diinginkan.</strong> Tentukan secara jelas stimuli apa yang akan diberikan ketika target perilaku seharusnya muncul.</p>
<p><strong>Memilih penguat yang pantas</strong>, memilih stimulus awal dan langkah-langkah fading:</p>
<ol>
<li>Menentukan secara jelas kondisi ketika perilaku yang diinginkan terjadi.</li>
<li>Menentukan secara jelas dimensi-dimensi (misalnya, warna) yang ingin  dipudarkan (fade) untuk mencapai stimulus kontrol yang diinginkan.</li>
<li>Menekankan langkah-langkah fading yang spesifik untuk dipatuhi dan aturan-aturan tentang perpindahan dari suatu tahap ke tahap selanjutnya.</li>
</ol>
<p><strong>Merencanakan antisipasi kegagalan:</strong> Pemudaran (fading) isyarat-isyarat haruslah secara bertahap sehingga kemunculan kesalahan dapat diminimalkan. Jika kesalahan terjadi, kita harus kembali lagi ke langkah sebelumnya dan melakukan beberapa kali latihan serta memberikan prompt-prompt tambahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/fading-modifikasi-perilaku/065111017/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah langkah Melakukan Token Ekonomi</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-melakukan-token-ekonomi/065111003</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-melakukan-token-ekonomi/065111003#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 14:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[cara melakukan token ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah melakukan token ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[token ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu sebelumnya kita telah belajar mengenai apa itu token ekonomi. Berikut adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1004" title="Langkah langkah Melakukan Token Ekonomi" src="http://images.psikologizone.com/2010/12/langkah-melakukan-token-ekonomi.gif" alt="Langkah langkah Melakukan Token Ekonomi" width="150" height="150" />Pada waktu sebelumnya kita telah belajar mengenai apa itu token ekonomi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara atau langkah-langkah dalam melakukan token ekonomi. Dalam buku Behavior Modification: What It Is and How to Do It, oleh Garry Martin dan Joseph Pear pada tahun 1992, beberapa cara yang harus dilakukan yaitu</p>
<p><strong>Memutuskan Perilaku Target</strong><br />
Perilaku target sebagian besar akan ditentukan oleh jenis individu-individu yang bekerja bersama anda; oleh tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang ingin anda capai bersama individu-individu itu; dan oleh masalah perilaku tertentu yang tengah anda hadapi yang mengganggu realisasi tujuan-tujuan itu.<span id="more-1003"></span><br />
<strong>Mendapatkan Data Dasar</strong><br />
Seseorang seharusnya mendapatkan data dasar mengenai perilaku target sebelum memulai suatu token economy. Sesudah program dimulai, membandingkan data dengan data dasar akan memungkinkan anda untuk menentukan efektivitas program tersebut.</p>
<p><strong>Memilih Penguat Pendukung (Backup Reinforcers)</strong><br />
Sistem token secara umum akan meningkatkan bermacam penguat praktis yang dapat anda gunakan, karena mereka perlu untuk tidak dibatasi terhadap hal yang dapat disampaikan secepatnya mengikuti respon keinginan.</p>
<p>Dalam mempertimbangkan penguat, satu hal yang harus sangat diperhatikan untuk menolak permasalahan-permasalahan etis yang dapat timbul. Jangan merencanakan program yang mungkin melibatkan penghilangan sesuatu pada diri individu yang secara sah dan secara moral sudah menjadi miliknya. Misalnya, mengambil hak pasien kejiwaan untuk makan daginng, tidur ditempat tidur yang nyaman, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Memilih Tipe Token Untuk Digunakan</strong><br />
Secara umum, token-token haruslah atraktif, kecil, mudah dibawa, tahan lama, mudah dipegang, dan, tentunya, tidak mudah ditiru. Jika penyalur otomatis dari penguatan pendukung digunakan, maka harus dipastikan bahwa token akan mengoperasikan alat tersebut. Anda juga harus memastikan bahwa anda memiliki jumlah token yang cukup untuk klien anda.</p>
<p><strong>Mengidentifikasi Ketersediaan Bantuan</strong><br />
Bantuan dari individu lain mungkin menjadi penting dalam token ekonomi kecil, semacam kelas, tetapi tentunya hal ini agar sesuai dengan yang diinginkan khusunya dalam tahap awal program. Dalam token ekonomi besar, seperti rumah sakit besar dalam institusi kejiwaan, bantuan semacam itu adalah penting.</p>
<p>Ada sejumlah sumber dimana bantuan mungkin diperoleh:<br />
1.Orang yang telah ditetapkan untuk bekerja dengan klien<br />
2.Sukarelawan<br />
3.Individu yang lebih maju secara perilaku dalam institusi<br />
4.Anggota-anggota token ekonomi sendiri.</p>
<p>Dalam beberapa kasus, klien telah diajari untuk menyampaikan token dengan kemungkinan mereka sendiri pada perilaku yang tepat.</p>
<p>Setelah token ekonomi mulai berfungsi secara perlahan, lebih dan lebih dari anggota-anggotanya secara berangsur-angsur menjadi dapat diasumsikan lebih dan lebih bertanggung jawab dalam membantu mencapai tujuan.</p>
<p>Dalam memutuskan bagaimana kamu akan mendapat pekerja-pekerja yang akan membantu untuk mengatur token ekonomi anda, anda akan perlu pertimbangan bagaimana mereka membantu perilaku yang diperkuat. Persetujuan anda, tentunya, penguat potensial yang harus digunakan secara dermawan. Izin untuk melanjutkan bekerja dalam token ekonomi dan untuk bekerja pada pekerjaan yang diinginkan adalah sebagai penguat tambahan pada penyelesaian anda.</p>
<p><strong>Memilih Lokasi</strong><br />
Token economy tidak memerlukan lokasi khusus, ini tentu saja baik karena perancang dari token economy seringkali mempunyai sedikit pilihan atau bahkan tidak mempunyai lokasi sama sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/langkah-langkah-melakukan-token-ekonomi/065111003/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Token Ekonomi dalam Modifikasi Perilaku</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/token-ekonomi-dalam-modifikasi-perilaku/06511996</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/token-ekonomi-dalam-modifikasi-perilaku/06511996#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 13:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[definisi token ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[token ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[token ekonomi adalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=996</guid>
		<description><![CDATA[Token ekonomi atau tabungan kepingan adalah pemberian satu kepingan (atau satu tanda, satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_997" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-997 " title="Token Ekonomi dalam Modifikasi Perilaku" src="http://images.psikologizone.com/2010/11/token-ekonomi.gif" alt="Token Ekonomi dalam Modifikasi Perilaku" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi</p></div>
<p>Token ekonomi atau tabungan kepingan adalah pemberian satu kepingan (atau satu tanda, satu isyarat ) sesegera mungkin setiap kali setelah perilaku sasaran muncul. Kepingan-kepingan ini nantinya dapat ditukar dengan benda atau aktivitas pengukuh yang diingini oleh subyek.</p>
<p>Dalam buku Behavior Modification: What It Is and How to Do It, oleh Garry Martin dan Joseph Pear pada tahun 1992, pada intinya token ekonomi dapat digunakan sebagai penguat yang dapat bertahan lama, ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari token ekonomi yaitu, Pertama, mereka dapat diberikan segera sesudah suatu perilaku yang diinginkan terjadi dan dipertukarkan diwaktu mendatang dengan backup reinforcers. <span id="more-996"></span></p>
<p>Dengan demikian mereka dapat dipakai untuk “menjembatani” penundaan yang sangat panjang antara respon target dan backup reinforcers, yang amat penting ketika situasinya tidak praktis atau mustahil untuk memberikan backup reinforcer sesudah perilaku. Kedua, token mempermudah untuk mengatur penguat-penguat yang konsisten dan efektif ketika menangani sekelompok individu.</p>
<p>Bentuk dari token ekonomi itu sendiri bermacam-macam, tidak harus selalu berupa token atau kepingan misalnya dapat juga berupa stiker, tanda bintang, tanda cawang (?), poin atau aitem lainnya.</p>
<p>Tiga karakteristik dasar dari token ekonomiyaitu,</p>
<ol>
<li>Perilaku yang akan diperkuat dinyatakan secara jelas.</li>
<li>Prosedur didesain untuk memberikan stimulus yang diperkuat (token) ketika perilaku yang diinginkan (target behavior) muncul.</li>
<li>Aturan dibuat untuk menentukan penukaran token pada obyek yang diperkuat.</li>
</ol>
<p>Kazdin membahas amat banyak sekali situasi dimana token ekonomi dipakai. Mereka telah digunakan dibangsal-bangsal Rumah Sakit, dilembaga dan ruang kelas untuk orang-orang dengan keterbelakangan mental, dalam situasi-situasi ruang kelas yang merentang dari pra-sekolah sampai kelas college dan universitas, di rumah-rumah untuk anak-anak nakal belia (anak-anak muda yang berperilaku anti sosial), di penjara, di kemiliteran, di bangsal untuk pengobatan pecandu narkoba dan alkoholik, di panti asuhan, dipusat pemulihan, dirumah keluarga normal untuk mengendalikan perilaku anak-anak dan untuk mengobati perselisihan perkawinan, dan berbagai situasi kerja untuk mengurangi pembolosan kerja dan untuk meningkatkan kinerja saat bekerja.</p>
<p>Meski dikembangkan terutama dalam situasi-situasi institusional (kelembagaan), teknik-teknik yang digunakan dalam token ekonomi telah diperluas keberbagai situasi kemasyarakatan untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan untuk meningkatkan daur-ulang sampah, untuk meningkatkan konservasi energi, untuk meningkatkan penggunaan transportasi massal, untuk mengurangi pencemaran suara, untuk meningkatkan integrasi ras, untuk meningkatkan perilaku-perilaku yang terkait dengan mendapatkan lapangan kerja, dan untuk meningkatkan perilaku mandiri pada orang-orang yang dirugikan oleh sitem ekonomi yang ada. token ekonomi bahkan telah diperluas ke situasi-situasi kehidupan komunitas. Satu perluasan itu adalah Twin Oaks, suatu komunitas berbasis pertanian yang dimodelkan menurut komunitas eksperimental fiksi yang digambarkan dalam Walden Two oleh Skinner. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/token-ekonomi-dalam-modifikasi-perilaku/06511996/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modifikasi Perilaku, Aktifitas Aversif</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/modifikasi-perilaku-aktifitas-aversif/06511384</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/modifikasi-perilaku-aktifitas-aversif/06511384#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas aversif]]></category>
		<category><![CDATA[metode aversif]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi perilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Hukuman positif (positive punishment), peristiwa aversif diterapkan bergantung pada terjadinya perilaku bermasalah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-385" title="Modifikasi Perilaku, Aktivitas Aversif" src="http://images.psikologizone.com/2009/11/promptingboy.jpg" alt="Modifikasi Perilaku, Aktivitas Aversif" width="150" height="150" />Hukuman positif (positive punishment), peristiwa aversif diterapkan bergantung pada terjadinya perilaku bermasalah, dan hasilnya diharapkan mengalami penurunan di masa depan. Suatu perilaku bermasalah dapat menurun dari penerapan kegiatan aversif.</p>
<p>Aversif menurut bahasa adalah suatu perilaku atau aktifitas yang tidak penyenangkan. Lebih detailnya aversif sendiri adalah perilaku probabilitas yang rendah, biasanya orang tidak akan memilih untuk terlibat kedalam bentuk hukuman positif (positive punishment) didasarkan pada Premack principle, yang menyatakan bahwa ketika persyaratan untuk terlibat <span id="more-384"></span>dalam perilaku probabilitas rendah (kegiatan aversif) dikondisikan pada terjadinya perilaku probabilitas  tinggi (perilaku bermasalah), perilaku probabilitas tinggi akan menurun di masa depan (Miltenberger &amp; Fuqua, 1981).</p>
<p><strong>Contoh Bentuk Perilaku Aversif</strong></p>
<p>Alisa sedang marah pada ayahnya karena ayahnya tidak jadi mengajaknya ke taman. Kemudian Alisa mengambil crayon dan dan mulai mencoret-coret tembok dapur. Ketika dia mencoret dengan menggambar sebuah lingkaran yang cukup besar ayahnya memergokinya kemudian dengan tegas ayahnya berkata bahwa dia tak boleh melakukan hal itu. Kemudian ayahnya mengambil detergen dan kain perca dan menyuruh Alisa untuk membersihkan tembok. ayahnya hanya berdiri dan melihat Alisa membersihkan tembok tanpa banyak bicara.</p>
<p>Setiap kali Alisa mengeluh ayahnya tidak menghiraukannya, dan apabila Alisa berhenti membersihkan tembok ayahnya menggunakan physical prompted (bimbingan fisik ; menggerakkan tangannya) agar dia tetap melanjutkan membersihkan tembok sampai bersih. Sekali Alisa sudah selesai membersihkan crayon di tembok, ayahnya membawanya ke tembok lainnya untuk dibersihkan.</p>
<p>Ayahnya tetap diam dan tidak memberikan perhatian jika Alisa mengeluh, dia hanya memberikan physical prompted (bimbingan fisik ; menggerakkan tangannya) apabila Alisa berhenti membersihkan. Setelah selesai 15 menit dia menyuruh Alisa untuk berhenti dan memperbolehkannya bermain kembali. Setelah kejadian itu Alisa tidak mengulangi perbuatannya lagi untuk mencoret coret tembok.</p>
<p>Walaupun aversive stimulus adalah sebuah event lingkungan yang dapat menjadi Punisher (hukuman), sebuah aktivitas aversif dapat menjadi Punisher perilaku lain. Seseorang akan mencoba untuk menghindari atau melarikan diri dari suatu aktivitas aversif. Akibatnya terapis sering kali harus menggunakan bimbingan fisik (physical guidance) untuk menggerakkan klien dalam aktivitas aversif bagi perilaku bermasalah.</p>
<p>Ketika menerapkan suatu kegiatan aversif sebagai Punisher positif, terapis memerintahkan klien untuk terlibat dalam aktivitas eversif pada perilaku bermasalah. Jika klien tidak terlibat dalam kegiatan yang diperintahkan, terapis kemudian menggunakan bimbingan fisik (physical guidance) untuk membuat klien terlibat dalam perilaku aversif. Akhirnya, klien harus terlibat dalam kegiatan atas perintah untuk menghindari bimbingan fisik (physical guidance) yang sebelumnya mengikuti perintah.</p>
<p>Berbagai jenis prosedur hukuman positif menggunakan berbagai jenis kegiatan aversif sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Overcorrection</li>
<li>Positive Practice</li>
<li>Restitution</li>
<li>Contingent Excersice</li>
<li>Guided Compliance</li>
<li>Physical Restraint (Pengekangan Fisik)</li>
</ol>
<p>Metode ini adalah metode opsi terakhir digunakan setelah metode modifikasi perilaku yang lain tidak efektif digunakan. Untuk lebih lengkapnya silahkan <a rel="nofollow" title="modifikasi perilaku, metode aversif" href="http://images.psikologizone.com//file/modifikasiperilaku-aversif.doc" target="_blank">download disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/modifikasi-perilaku-aktifitas-aversif/06511384/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

