<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; kecanduan internet</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/tag/kecanduan-internet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Smartphone, Lawan atau Kawan?</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/smartphone-lawan-atau-kawan/065113283</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/smartphone-lawan-atau-kawan/065113283#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 09:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardhi Nurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dampak internet]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan internet]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3283</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini dengan berbagai alat yang terkoneksi, kita bisa melakukan berbagai hal. Penelitian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3284" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-full wp-image-3284" src="http://images.psikologizone.com/2011/07/2e11c_t1larg_mobile_phone_habits-Copy.jpg" alt="Smartphone, Lawan atau Kawan?" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (toputreach)</p></div>
<p>Saat ini dengan berbagai alat yang terkoneksi, kita bisa melakukan berbagai hal. Penelitian, membuat perjanjian, berbicara dengan teman, berbelanja di seluruh penjuru dunia atau sekedar bermain <em>game</em>. Cukup mengarahkan <em>pointer </em>dan klik. Voila! Sebuah cara yang sederhana dan menyenangkan.</p>
<p>Suatu saat, kita makan siang dengan rekan kerja di sebuah cafe yang menyediakan <em>wifi</em>. Sembari menunggu makanan datang, kita menyibukkan diri dengan mengirim sms, <em>browsing</em>, atau sekedar membuka Facebook atau Twitter<em></em>. Rekan kita tak mau kalah. Ia membuka laptop dan menyibukkan dirinya sendiri. Komunikasi pun terputus. Di sisi lain, tanpa kita sadari, makanan yang dipesan telah datang dan mendingin.</p>
<p>Hal ini, terjadi pada kebanyakan mereka yang menggunakan <em>smartphone</em>. Dengan <em>gadget </em>yang selalu terkoneksi dan responsif akan memudahkan kita untuk mengecek berbagai hal secara online. Namun, pada beberapa titik, kita menjadi tergantung dan merasa wajib untuk terkoneksi. Hingga akhirnya, secara tidak sadar kebiasaan online kita telah menjadi sebuah kecanduan.</p>
<p>Menurut Alana Conner, psikolog, kecanduan ini akan membuat kita sulit untuk menentukan mana yang menjadi sebuah prioritas utama. Kehidupan <em>offline </em>ataukah kehidupan <em>online </em>yang seharusnya didahulukan. Dia menyatakan, keduanya harus berimbang. Terlalu berat pada salah satunya tidak akan membuat kita menjadi lebih baik. Conner menambahkan, <em>smartphone</em> bukanlah lawan yang harus dimusuhi atau dimusnahkan. kita seharusnya belajar untuk menguasainya, bukan dikuasainya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/smartphone-lawan-atau-kawan/065113283/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software untuk Mengatasi Kecanduan Internet</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/software-untuk-mengatasi-kecanduan-internet/065112351</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/software-untuk-mengatasi-kecanduan-internet/065112351#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 15:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klinis]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan internet]]></category>
		<category><![CDATA[software mengatasi kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[software untuk mengatasi kecanduan internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=2351</guid>
		<description><![CDATA[Korea Selatan, Psikologi Zone &#8211; Kecanduan internet sudah banyak berdampak buruk bagi masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2352" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/06/anak-bermain-komputer-intenet-game-209x132.gif" alt="Software untuk Mengatasi Kecanduan Internet" title="Kecanduan Internet" width="209" height="132" class="size-medium wp-image-2352" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi (shanghaiist)</p></div>
<p><strong>Korea Selatan, Psikologi Zone</strong> &#8211; Kecanduan internet sudah banyak berdampak buruk bagi masyarakat Korea Selatan (Korsel). Software ini akan digunakan sebagai alat untuk menurunkan tingkat kecanduan masyarakat. Terdapat dua macam software yang diberikan, yaitu program Internet Fatigue dan Consensual Shutdown.</p>
<p>Software Internet Fatigue berfungsi sebagai alat pemicu tingkat kesulitan permainan game dilihat dari lamanya waktu bermain. Bila seseorang memainkan game dalam waktu yang lama, maka akan semakin tinggi tingkat kesulitan dan membuat pemain jenuh.</p>
<p>Program Consensual Shutdown sendiri berfungsi sebagai kontrol waktu, dimana pengguna dapat menset waktu yang direncanakan untuk bermain. Komputer akan mati ketika program ini bekerja sesuai waktu yang ditentukan.</p>
<p>Program ini akan segera diterapkan oleh Kementerian Administrasi Publik dan Keamanan Korsel pada tahun mendatang.</p>
<p>Berbagai masalah melatarbelakangi pengembangan software ini. Mulai dari kasus banyaknya kasus kematian yang terjadi. Beberapa waktu ini terjadi pada sepasang suami istri tengah asik bermain game bayi virtual dan membiarkan anak mereka terlantar hingga meninggal.</p>
<p>Ini merupakan masalah bersama bagi semua kalangan. Pemerintah Korsel merasa perlu untuk menurunkan kecanduan internet.</p>
<p>Selain mengembangkan software ini, pemerintah Korsel juga telah membuat 140 unit klinik konseling dan rehabilitasi untuk menangani kecanduan internet pada 100 rumah sakit. Bukan hanya itu, mereka juga membuat program kemah penyelamatan (rescue camp) bagi pecandu internet. (mba-dtk)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/software-untuk-mengatasi-kecanduan-internet/065112351/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Kecanduan Komputer dan Internet Bagian 3</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-3/06511334</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-3/06511334#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 23:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan internet]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=334</guid>
		<description><![CDATA[pada internet dan komputer memberikan dampak buruk pada perilaku, baik secara langsung ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-335" title="Bentuk Kecanduan Komputer dan Internet bagian 3" src="http://images.psikologizone.com/2009/11/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bag-3.jpg" alt="Bentuk Kecanduan Komputer dan Internet bagian 3" width="150" height="150" />pada internet dan komputer memberikan dampak buruk pada perilaku, baik secara langsung ataupun secara perlahan di kemudian hari. Laporan dari Leonard Holmes. PhD, dalam tahun yang sama menyebutkan rata-rata pengguna internet menghabiskan waktunya 19 jam perminggunya. Banyak penelitian lain juga menyebutkan bahwa mahasiswa menghabiskan waktunya 11 jam setiap minggunya untuk ber-online (Scherer, 1997).</p>
<p>Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal <span id="more-334"></span>atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu, beberapa orang dapat bertahan lebih dari 5 jam setiap harinya di depan komputer namun tidak memberikan dampak-dampak buruk bagi individu tersebut, namun bagi beberapa orang lainnya online 7 jam setiap minggu justu terjadi peningkatan kompulsif untuk menggunakan internet secara intens meskipun dalam waktu yang singkat dalam seharinya.</p>
<p><strong>Dibawah ini adalah beberapa cara mengatasi dan mencegah agar tidak bergantung ataupun kecanduan pada komputer dan internet:</strong></p>
<p>1. Meskipun internet dan komputer memberikan pengaruh terhadap depresi, penyalahgunaan obatan-obatan, alkohol dan kecemasan. Lebih baik komputer dan internet tidak digunakan sebagai pelarian dari kondisi tersebut, ikutlah terapi penyembuhan terlebih dahulu agar tidak menjadi suatu kebiasaan atau teradiktif karenanya</p>
<p>2. Bila menghadapi permasalahan dalam hubungan, amarah, dan stres gunakan coping skill dalam kehidupan nyata, berusahalah melakukan sesuatu hal dengan menyelesaikan permasalahan tersebut terlebih dahulu, gunakan internet hanya sebagai mencari tahu tips-tips yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan pilihlah website yang bisa dipercaya dalam memberikan solusi menghadapi permasalahan tersebut</p>
<p>3. Mengikuti kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih nyata dibandingkan didapat di internet, dukungan dan support secara langsung atau dukungan moril akan mudah didapat dalam kehidupan nyata, disamping itu, berhubungan atau melakukan kontak sosial secara langsung akan mengatur perilaku individu sesuai dengan norma dan batasan yang berlaku di dalam masyarakat dan hal ini berbeda jauh dengan aturan-aturan di cyberspace</p>
<p>4. Jangan melakukan registrasi pada jenis website yang sama. Tidak perlu melakukan registrasi pada website social networking (seperti Facebook, Twitter, Myspace, dll) yang mempunyai fitur dan fasilitas yang mirip bila tidak perlu. Website-website tersebut akan mengikat Anda untuk terus melakukan online.</p>
<p>5. Sebelum melakukan online, tentukanlah tujuan terlebih dahulu, tentukan batas waktu yang kira-kira akan terpakai, misalnya tujuan Anda online untuk mengecheck email dan kira-kira membutuhkan waktu 15-20 menit, maka Anda tidak perlu melakukan surfing hingga melebih batas waktu tersebut, banyak individu kesulitan mengontrol perihal ini, kebanyakan mereka mengatakan akan online beberapa menit, tetapi menghabiskan waktu berjam-jam lamanya</p>
<p>6. komputer masih menyala dan melakukan online, rasanya sangat sulit untuk berhenti. Terlalu banyak hal-hal yang ingin dan belum dilakukan, seperti pekerjaan yang tidak akan terselesaikan, Anda bisa mengatur waktu pemakaian komputer untuk turn off dengan sendirinya, atau berhenti koneksi internet setelah settingan waktu yang Anda inginkan.</p>
<p>7. Lakukan aktivitas tertentu bila Anda merasa bosan, jadikanlah komputer sebagai alternatif terakhir sebagai sarana penghibur. Olahraga, mengikuti kerja sosial, mengunjungi orang sakit, aktivitas lain yang melibatkan atau berhubungan dengan orang lain dapat dilakukan dan lebih bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan intra-interpesonal.</p>
<p><strong>Dari semua penjelasan yang ada</strong>, dan yang terpenting dari semua itu, penggunaan komputer yang tidak sehat yaitu apabila menganggu keseimbangan antara kehidupan nyata dan dunia cyberspace, artinya individu harus mampu mengontrol dorongan-dorongan untuk beronline, tidak mempengaruhi kehidupan cyberspace dalam perilaku kesehariannya, individu mampu menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya tanpa terganggu dari dorongan impuls untuk berinternet. [<em>sekian</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-3/06511334/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>73</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Kecanduan Komputer dan Internet Bagian 2</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-2/06511326</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-2/06511326#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan internet]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-328" title="Kecanduan Komputer dan Internet Bagian 2" src="http://images.psikologizone.com/2009/11/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bag-2.jpg" alt="Kecanduan Komputer dan Internet Bagian 2" width="150" height="150" />Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer yang sehat? Dan juga bagaimana dampak penggunaan yang tidak sehat? Tidaklah mudah untuk menentukan jawaban dari pertanyaan diatas karena perbedaan kepentingan setiap individu dalam penggunaan internet tidaklah sama. Bahkan bagi beberapa orang menggunakan komputer melebihi waktu 18 jam dalam seminggu tidak memberikan pengaruh buruk baginya.</p>
<p>Menghabiskan banyak waktu di depan komputer dan internet, bagi beberapa orang tidak menjadi masalah, akan tetapi bila <span id="more-326"></span>muncul-muncul permasalahan yang berlanjut dalam kehidupan nyata selama penggunaan komputer dan internet secara berlebihan maka kemungkinannya ada gangguan adiktif. Bila permasalahan nyata dalam kehidupan muncul seperti terjadi penolakan dari orang lain, pekerjaan, atau hal lain dalam tugas-tugas, atau menjadi ketidakseimbangan antara kehidupan nyata maka dapat dipastikan individu seperti ini mengalami perilaku kencanduan kompulsif terhadap komputer dan internet.</p>
<p><strong>Dibawah ini merupakan tanda-tanda yang dapat diketahui penggunaan komputer dan internet yang tidak sehat</strong></p>
<ul>
<li>Tidak bisa berhenti menggunakan computer</li>
<li>Menggunakan komputer melebihi waktu yang telah dijadwalkan</li>
<li>Menggunakan komputer secara tersembunyi agar tidak diketahui oleh boss ditempat kerja, atau sahabat, keluarga yang mengeluh tentang perilaku Anda dalam menggunakan komputer atau internet</li>
<li>Menggunakan komputer secara berulang ketika merasa sedih, tidak senang atau adanya dorongan seksual</li>
<li>Merasa gelisah, tertekan bila berhenti menggunakan internet atau komputer</li>
<li>Selalu memikirkan hal-hal menyangkut internet, termasuk didalamnya perencanaan hal-hal yang akan dilakukan ketika online nantinya disaat tidak menggunakan internet</li>
<li>Meningkatkan permasalahan yang muncul berkenaan dengan tugas-tugas, pekerjaan, dan hubungan interpersonal selama penggunaan komputer berlebihan</li>
<li>Perasaan senang berlebihan secara berulang ketika menggunakan internet dan diikuti penyesalan setelah mengakhiri online karena banyak waktu yang terbuang dari semestinya waktu yang bisa digunakan untuk pekerjaan yang lain.</li>
<li>Tetap berada di depan komputer atau internet meskipun sudah tidak ada hal yang dapat dilakukan lagi oleh individu atau berkenaan dengan aktivitas di internet</li>
</ul>
<p><strong>Dampak Penggunaan Komputer dan Internet Secara Adiktif</strong></p>
<p>Kecanduan komputer dan internet memberikan beberapa dampak langsung atau tidak langsung kepada individu, namun dampak tersebut sifatnya sangat variatif antar satu personal dengan personal yang lain.</p>
<p><strong>1. Makan menjadi tidak teratur</strong><br />
Bermain internet berjam-jam menimbulkan keasyikan tersendiri, perasaan senang secara berlebihan membuat seseorang menunda makan, atau makan menjadi tidak teratur.</p>
<p><strong>2. Tidur menjadi tidak teratur</strong><br />
Bermain internet melebih 8 jam dalam sehari akan menyita banyak waktu, apalagi bila waktu online di mulai malam hari akan menyita waktu tidur.</p>
<p><strong>3. Kelelahan fisik</strong><br />
Bermain internet dan komputer beberapa jam akan menimbulkan kelelahan, apalagi bila melebihi 8 jam setiap harinya. Beberapa penelitian mengenai pengaruh komputer terhadap kesehatan secara berlebihan masih dalam penelitian lebih lanjut, sakit kepala, kelelahan pada mata, sakit pada sendi tangan, pegal, dsb merupakan keluhan-keluhan yang sering ditemukan pada pengguna komputer. Gangguan ini sering disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS)</p>
<p><strong>4. Kegagalan dalam mengatur waktu</strong><br />
Banyak individu yang teradiktif mengatakan akan bermain online hanya sebentar saja, namun mereka justru online sampai beberapa jam atau hampir setengah hari, akibatnya banyak waktu yang terbuang, sementara beberapa pekerjaan lain yang semestinya dapat selesai dikerjakan akan terpakai untuk menggunakan komputer.</p>
<p><strong>5. Kegagalan dalam menyelesaikan tugas</strong><br />
Banyak individu yang menggunakan fasilitas kantor untuk mengakses website yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pekerjaannya selama jam kantor, akibatnya banyak pekerjaan menjadi tertangguhkan atau dikerjakan secara tidak maksimal karena waktu terpakai lebih banyak dalam menggunakan internet.</p>
<p><strong>6. Kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan</strong><br />
Beberapa laporan menyebutkan bahwa internet adiktif telah membuat beberapa mahasiswa gagal dalam memperoleh nilai (grade) yang memuaskan, beberapa diantaranya gagal samasekali, sama halnya dengan karyawan, penurunan produktivitas kerja membuat beberapa diantara mengalami PHK</p>
<p><strong>7. Kegagalan dalam perkawinan atau menjalin hubungan</strong><br />
Penggunaan internet tanpa batas waktu menjadi ancaman retaknya sebuah hubungan, bagaimana tidak, beberapa individu lebih tertarik dengan dunia maya dibandingkan menjalin hubungan yang nyata dengan pasangannya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa penyebab retaknya sebuah hubungan disebabkan pasangan yang lebih asyik mendownload atau mengakses situs porno sementara pasangan tidur sendirian</p>
<p><strong>8. Gangguan psikologis</strong><br />
Seorang psikiater dari New York University, Dr. Joel Gold, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-2/06511326/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Kecanduan Komputer dan Internet Bagian 1</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-1/06511307</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-1/06511307#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan internet]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-311" title="kecanduan internet" src="http://images.psikologizone.com/2009/11/kecanduan-internet.jpg" alt="kecanduan internet" width="150" height="150" />Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di dunia maya, komunikasi, belajar, bermain, atau bahkan bekerja. Begitu banyak fasilitas dan informasi yang tersedia membuat beberapa orang ketagihan oleh karenanya. Komputer dan internet menjadi candu layaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.</p>
<p>Banyak hal yang dapat dilakukan dengan komputer dan internet, seperti bermain games, surfing, chatting, atau bahkan bermain judi melalui internet. Bagi beberapa orang, mereka dapat duduk di depan komputer berjam-jam lamanya dan tidak merasa jenuh atau bahkan menghabiskan waktu <span id="more-307"></span>seharian penuh bersama komputer.</p>
<p>Bila perilaku yang telah menjadi kebiasaan ini dapat mempengaruhi psikologis seseorang maka akan menimbulkan pertanyaan; seberapa dampak buruk yang diakibatkan? Seberapa lamakah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer? Apakah ada yang disebut dengan kecanduan komputer atau internet?</p>
<p>Istilah kecanduan komputer dan internet (internet and computer addictive) adalah sebuah konsep kajian yang masih baru dan perlu didiskusikan. Konsep perilaku kompulsif ini bukanlah bentuk formal seperti halnya bentuk gangguan (disorder) psikologis lainnya, masih diperlukan penelitian secara lebih mendalam terhadap perilaku ini. Namun demikian, beberapa laporan menunjukkan adanya hubungan erat antara perilaku internet kompulsif dengan perilaku sehari-hari, pekerjaan dan hubungan dengan orang lain.</p>
<p>Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa individu yang “candu“ dengan komputer dan internet memiliki perubahan perilaku yang menonjol meskipun pada laporan tersebut tidak disebutkan sebagai bentuk gangguan</p>
<p><strong>Beberapa Bentuk Kecanduan Internet</strong></p>
<p><strong>1. Ketagihan cybersex</strong><br />
Ketagihan atau kecanduan cybersex termasuk didalamnya melihat atau menonton, melakukan download atau melakukan transaksi via internet untuk mendapatkan pornografi, termasuk di dalamnya juga fantasi seksual dalam chatting<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>2. Kecanduan dalam menjalin hubungan di dunia maya</strong><br />
Individu yang ketagihan untuk terus chatting dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara online. Kecanduan ini secara bertahap akan membuat individu tersebut lebih mementingkan orang yang ia kenal melalui online dibandingkan dalam kehidupan nyata.</p>
<p><strong>3. Net Compulsive </strong><br />
Net kompulsif merupakan kecanduan dalam bermain game online, judi online dan eBay. Beberapa individu yang ketagihan bermain game online, virtual kasino dan eBay kehilangan uang begitu besar, diantara mereka juga kehilangan pekerjaan, gagal dalam menyelesaikan tugasnya dan memburuknya hubungan dengan pasangannya.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>4. Kecanduan surfing atau mengumpulkan data-data di internet</strong><br />
Banyaknya informasi yang tersedia di jaringan internet World Wide Web, membuat sebagian individu kecanduan dalam mengumpulkan data-data yang ia peroleh dari internet, ia menyusun atau mengumpulkan data-data tersebut secara teratur. Mereka menghabiskan waktu lama di internet dengan menggunakan search engine untuk mengumpulkan data. Perilaku ini cenderung mengarah pada perilaku Obsessive compulsive</p>
<p><strong>5. Kecanduan komputer</strong><br />
Di tahun 1980an, sejak kemunculan game seperti Solitaire dan Minesweeper dilaporkan banyak individu obsesif dengan program tersebut, diantara mereka mengalami pelbagai permasalahan dalam pekerjaannya, hubungan interpersonal dan membuang-buang waktu secara sia-sia. Saat ini, ada ribuan program dan game yang muncul dan lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinner Dash merupakan salah satu game yang pernah menghebohkan.</p>
<p><strong>Faktor Resiko</strong></p>
<p>Diagnosa kecanduan komputer dan internet ditentukan bila perilaku penggunaan komputer dan internet dilakukan secara intens selama 6 bulan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Faktor utama penyebab kemunculan adiktif ini tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli menyimpulkan bahwa fasilitas-fasilitas yang interaktif, grafis yang indah, dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kemudahan dalam mengakses internet juga dapat menjadi pemicu perilaku adiktif, beberapa kampus menyediakan fasilitas yang mudah bagi mahasiswa untuk mengakses internet secara gratis, biaya atau iuran yang sangat murah, dan tersedianya cafe-cafe internet. Siapa saja yang berpotensi mengalami adiktif?</p>
<p><strong>1. Individu yang aktif mempunyai blog atau website</strong><br />
Mempunyai blog atau website merupakan hal yang menyenangkan bagi pengguna internet, mereka menghabiskan beberapa jam di depan komputer untuk mengisi berita, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada orang lain. Biasanya mereka akan mengecheck komentar, jumlah pengunjung website, shoutbox, pesan, feedback, email dan sebagainya secara rutin.</p>
<p><strong>2. Individu yang melakukan registrasi pada website social networking</strong><br />
Individu yang melakukan registrasi pada website seperti Friendster, Twitter, Myspace, atau Facebook. Biasanya individu akan mengumpulkan teman-teman dalam wadah di halaman yang tersedia, bahkan diantara mereka akan senang bila memiliki banyak teman, atau menambah teman baru, menerima pesan di message board, testimony, email, ataupun komentar terhadap dirinya, mengupload photo, dan sebagainya.</p>
<p><strong>3. Individu yang terikat dengan forum</strong><br />
Individu yang sering mengisi proaktif forum atau terikat dengan forum akan menyukai bila pesan-pesan yang ia isi ditanggapi oleh orang lain, adanya gambar avatar juga menarik pengguna internet untuk terlibat dalam forum-forum</p>
<p><strong>4. Gamer</strong><br />
Individu yang menyukai games atau games online akan membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan episode-episode dalam games tersebut sama halnya individu yang menyukai judi, internet mempunyai banyak pilihan secara virtual tanpa harus mendatangi tempat khusus yang telah ada.</p>
<p><strong>5. Chatter</strong><br />
Melakukan chatting merupakan tantangan bagi pengguna internet, adanya fitur-fitur yang menarik seperti ekspresi wajah, font yang unik dan warna, akan menambah menarik bagi mereka yang melakukan aktivitas chatting. Adanya kamera juga menambah daya tarik tersendiri untuk melakukan aktivitas tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-1/06511307/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

