5:42 pm - Selasa Mei 22, 2012
Home » Konsultasi » Relasi Ibu dengan Anak Kurang Harmonis

Relasi Ibu dengan Anak Kurang Harmonis

Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi

Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi

Konsultasi oleh Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum Jombang, direktur dan konsultan pendidikan anak, rekan ahli psikologi di beberapa lembaga, dan pernah menjadi pembicara di berbagai acara seminar, pelatihan dan talk show.

Tentang Uswatun HasanahEmail Uswatun Hasanah

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Bu.

Saya mempunyai keponakan perempuan usianya 14 tahun duduk di bangku SMP kelas 2. Mamanya (kakak saya) tipe orang yang temperamental, dapat di katakan bahwa tidak bisa menasehati anaknya dengan cara halus selalu kasar seperti membentak. Bahkan yang saya tahu mereka (mama dan anak) memiliki hubungan komunikasi yang tidak baik.

Mereka jarang sekali ngobrol santai bicara dari hati ke hati (kecuali ada masalah yang sangat serius). Saat ini, keponakan saya memiliki teman dekat laki-laki menurut, versi dia adalah “pacar”. Saya sering memperhatikan dari jauh bagaimana cara dia, sikap dia terhadap pacarnya, terutama perilaku dia di Facebook.

Dia sering update status tentang pacarnya yang bagi saya sangat kurang sopan melihat pertemanan dia di Facebook, tidak hanya dengan teman-temannyanya, bahkan saudara-saudara juga. Menurut saya, perilaku ini tidak sepantasnya terjadi pada remaja seusia dia.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara menasehati remaja seusia dia tentang masalah dengan orangtuanya. Kedua, tentang perilaku berpacaran dia.

Terimakasih, Bu. Wassalamu’alakum. (HRP, 25 tahun, mahasiswa)

Jawaban:

Saudari HRP, terimakasih sebelumnya sudah mempercayai kami untuk mau berkonsultasi.

Hubungan sosial atau komunikasi dalam keluarga merupakan faktor penting dalam menentukan hubungan sosial anak dengan lingkunganya. Dari penjelasan yang saudari Hilda sampaikan, tampak bahwa terjadi dis-komunikasi antara anak dengan orang tua, kesan didapat anak saat bicara dengan orang tuanya adalah anak merasa disalahkan terus-menerus, dan kesan yang didapat orang tuanya adalah anak selalu membuat ulah.

Komunikasi yang terjadi antara anak dengan mamanya sudah dapat dikatakan tidak sehat, perlu adanya kesadaran dari masing- masing untuk memperbaiki komunikasi ini.

Perilaku yang terjadi pada keponakan Anda dengan menunjukan status yang menurut Anda kurang sopan kemungkinan terjadi karena pelampiasan dari kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang. Komunikasi dan berbagi yang mestinya dia dapatkan dari orang tuanya sangat kurang.

Anda dalam posisi sebagai pihak ketiga, yang dapat Anda lakukan adalah mencoba bicara dengan kakak Anda (mamanya) secara baik-baik, bahwa jika komunikasi ini terus seperti ini maka akan terjadi efek yang kurang baik bagi perkembangan emosional dan perilaku anaknya. Atau, mengajaknya datang ke seorang psikolog terdekat untuk mengadakan konsultasi.

Untuk keponakan Anda, yang dapat dilakukan adalah mencoba bicara dengan dia dengan pendekatan humanisme dimana pendekatan yang lebih menekankan pada hubungan sebagai orang yang menyayanginya dan memperhatikannya, mau mendengar keluh kesahnya sehingga dia merasa nyaman untuk bicara dengan Anda. Kalau sudah seperti itu mulailah bicara sebagai teman, tapi jangan berkesan menggurui dia.

Demikian masukan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat. Terimakasih.

garis
garis
Discount School Supply - Extreme Bargains
Dapatkan update terbaru via Twitter @psikologizone. Atau, gabung komunitas Psikologi Zone di Facebook.


Tes Kepribadian Online