Penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.
Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja yang menyebabkan perubahan itu.
Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “perkembangan anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.
Perkembangan anak berbeda dengan psikologi anak karena empat hal, yaitu:
Pertama, psikologi anak lebih menitikberatkan pada isi atau hasil perkembangan sedangkan perkembangan anak mengenai proses dari hal tersebut. Misalnya, meskipun keduanya mempelajari masalah berbicara, dalam psikologi anak penekanannya lebih pada perbendaharaan kata anak dan apa yan dikatakannya. Sedangkan perkembangan anak penekanannya adalah pada bagaimana seorang anak belajar berbicara, dan kondisi yang menyebabkan variasi dalam pola ini.
Kedua, perkembangan anak lebih menekankan peran lingkungan dan pengalaman ketimbang psikologi anak. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa psikologi anak mengabaikan peran lingkungan dan pengalaman, tetapi penekanan hal tersebut lebih kurang dari pada yang dilakukan para ahli psikologi perkembangan.
Ketiga, psikologi anak mempunyai satu tujuan utama yaitu mempelajari bidang perilaku anak yang berbeda, sedangkan perkembangan anak mempunyai enam tujuan yaitu menemukan apa saja karakteristik perubahan usia dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari suatu periode perkembangan ke periode yang lain. Untuk menemukan kapan perubahan ini terjadi. Untuk menemukan dalam kondisi apa saja terjadinya perubahan ini. Untuk menemukan bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku anak. Untuk menemkan perubahan ini dapat diramalkan atau tidak. Dan yang terakhir untuk menemukan apakah perubahan ini sifatnya individu atau sama bagi semua anak.
Keempat, sebagai ganti penekanan pada usia prasekolah dan usia sekolah anak anak, yang dilakukan pada penelitian awal dari para psikolog anak, para psikolog perkembangan anak telah memperluas bidang studinya ke dua arah, dari bayi yang baru lahir hingga anak usia puber. Karena laporan penelitian kedokteran telah menekankan pengaruh lingkungan pralahir yang menetap pada seorang anak, perkembangan anak sekarang mundur sampai ke saat konsepsi.
Pergeseran dalam minat dan tujuan ini berarti bahwa dibutuhkan jauh lebih banyak lagi penelitian. Psikologi perkembangan anak merupakan lapangan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan psikologi anak, sehingga terjadi perkembangan kajian yang lebih komprehensif dan kompleks dalam hal kajian anak.
Daftar Pustaka
Hurlock, B Elizabeth. 1978. Child Development Sixth Edition. McGrawn-Hill.


perlu sekali yah kita mempelajari segala sesuatu mengenai perkembangan dan psikologi anak
[Reply]
first comment bro! hehehehe…….
[Reply]
Waduuuhhhh…belum ngerti tentang urus anak nih…wajib di baca buat bekal ke depan….
Thanks infonya…izin print dulu ya
[Reply]
waduh,, aku belum mudeng masalah begituan.. masih 19 tahun nih…hmmm, pacar aja belum ada sekarang.. hahaha
[Reply]
selalu mantab dan selalu berguna untuk bekal nanti…
thanks artikelnya
[Reply]
benar2 membingungkan kalau berbicara masalah anak… anak mempunyai kepribadian yg terbentuk dari lingkungan yg baik, tp kita sering lupa gmn cara membuat lingkungan yg baik itu. -_-’ … Trims infony nih bos.. yg ini bisa membuat kita semua lebih paham.. ^^
[Reply]
pagi kag
absen nih…
[Reply]
Mengikuti perkembangan anak adalah hal yang menarik apalagi jika menggunakan ilmu baik itu perkembangan anak maupun ilmu psikologi anak.
Makasih sharenya
[Reply]
ga da buku tamunya ya sob..??pasang dunk biar mudah ninggalin jejak… hihihi…
[Reply]
wah artikel yg sgt bermanfaat kawan.. entar aj aq coba klau dh punya anak
[Reply]
apakah, kita marah ke anak akan membentuk kepribadian yang kasar bagi anak kelak..makasih…
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
January 13th, 2010 at 10:28 pm
Bisa berpotensi seperti itu…karena anak pun belajar dari kita bagaimana menghadapi sesuatu. bila orangtua menghadapi dengan bersikap kasar maka anak pun bisa mencontohnya. Oleh karena itu anak adalah peniru ulung di masa perkembangannya.
[Reply]
dunia anak sungguh unik kita harus mengerti mereka, artikel2 like this,,,, tentu sj akn sngt berguna thanks ya ilmunya…
lam knal..
[Reply]
bekal yang bagus buat calon2 orang tua..,
tapi kayaknya kalau saya masih jauh..,
ho ho ho
[Reply]
postingan bermanfaat mengenai perkembangan psikologi anak.
[Reply]
Punya anak itu memang gampang2 susah…..
[Reply]
mas boleh gak klo copas artikel …..
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
February 9th, 2010 at 9:59 am
Maaf sekali itu tidak boleh, kalau mau silahkan meriview dengan artikel yang berbeda dengan menyertakan sumbernya.
[Reply]
makanya jangan hanya asal punya anak tetapi tidak mau merawatnya dengan benar. merawat anak amat sangat harus hati-hati. apalagi ada yg namanya golden ages. itu harus benar-benar dipergunakan masa-masa tersebut. terima kasih….
[Reply]
Terima kasih atas semua artikelnya yah!! mudah-mudahan tuhan membalas segala kebaikan dan pengorbanannya Amin…
Eh..BTW ada mau nanya nih..Ada artikel tentang dongeng perspektif psikologi ga? atau hasil penelitian psikologi terhadap dongeng,,kalau boleh..makasih sebelumnya. salamualaikum
[Reply]
Thanks kawan.nice artikel.mksh udah brkunjung
[Reply]
bagus ya artikelnya, sangat bermanfaat buat para orang tua yang lagi puyeng karena tingkah polah anak2nya, syukron
[Reply]
kalau sambil mukul atau nyubit boleh nggak ya?
[Reply]