perkembangan kognitif masa awal anak anakDunia kognitif masa anak anak prasekolah adalah kreatif, bebas, dan penuh imajinasi. Di dalam seni mereka, matahari kadang kadang berwarna hijau, dan langit berwarna kuning. Mobil mengambang di awan, dan manusia seperti kecebong. Imajinasi anak anak prasekolah terus bekerja, dan daya serap mental mereka tentang dunia semakin meningkat. Bahasan tentang perkembangan kognitif masa awal anak anak kali ini berfokus pada tahap pemikiran praoperasional piaget.

Dalam buku Life Span Development oleh John W. Santrok pada tahun 2002, pada tahap masa awal anak, seorang anak telah memasuki perkembangan kognitif tahap praoperasional. Menurut piaget, tahap ini terjadi pada usia anak mencapai 2 hingga 7 tahun. Pada tahap inilah konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian melemah, serta keyakinan pada hal hal yang magis terbentuk.

Pemikiran praoperasional adalah awal kemampuan untuk merekonstruksi pada tingkat pemikiran apakah seorang anak dalam melakukan sesuatu. Pemikiran praoperasional juga mencakup peralihan penggunaan simbol dari yang primitif kepada yang lebih canggih. Pemikiran praoperasional dapat dibagi ke dalam dua subtahap: subtahap fungsi simbolis dan subtahap pemikiran intuitif.

Subtahap Fungsi Simbolis

Subtahap Fungsi Simbolis (symbolic function subtange) adalah subtahap pertama pemikiran praoperasional yang terjadi sekitar usia 2 hingga 4 tahun. Pada subtahap ini, anak anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada. Kemampuan untuk berpikir simbolis semacam ini disebut dengan fungsi simbolis dan kemampuan itu mengembangkan secara cepat dunia mental anak. Hal yang paling bisa diamati adalah anak kecil menggunakan desain corat coret untuk menggambarkan manusia, rumah, mobil, awan, dan lain lain.

Anak anak kecil tidak terlalu peduli dengan realitas, gambar gambar yang mereka buat penuh daya cipta. Matahari biru, langit kuning, dan mobil mengambang diawan, semua itu adalah dunia simbolis dan imajinatif mereka.

Egosentrisme (egocentrism) adalah suatu ciri pemikiran praoperasional yang menonjol. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan perspektif diri dengan perspektif oranglain. Anak belum memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan, dilihat dan dipikirkan oleh oranglain, ia lebih cenderung untuk melihat sesuatu dari sudut padang dirinya sendiri.

Animisme (animism) adalah bentuk lain pemikiran praoperasional. Animisme adalah keyakinan bahwa objek yang tidak bergerak memiliki suatu kehidupan dan dapat bertindak. Anak kecil dapat menunjukkan pemikiran animisme dengan mengatakan seperti: “Ma, pohon itu mendorong daunnya biar bergerak gerak agar daunya jatuh”. Anak kecil menggunakan animisme karena sulit membedakan kejadian kejadian yang tepat bagi penggunaan perspektif manusia dan buka manusia.

Namun sebagian developmentalis percaya bahwa animisme merupakan pengetahuan dan pemahaman yang kurang lengkap, bukan suatu pemahaman menetap tentang dunia. Perlu untuk menjelaskan lebih lanjut agar terbentuk pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia.

Subtahap Pemikiran Intuitif

Subtahap pemikiran intuitif (intuitive thought substage) adalah subtahap kedua pemikiran praoperasional yang terjadi sekira usia 4 hingga 7 tahun. Pada tahap ini, anak anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan.

Piaget menyebut pada periode waktu ini anak anak tampaknya begitu yakin tantang pengetahuan dan pemahaman mereka, tetapi belum begitu sadar bagaimana mereka tahu apa yang mereka ketahui itu. Lebih jelasnya mereka mengatakan mengetahui sesuatu, tetapi mengetahuinya dengan cara tidak menggunakan pemikiran rasional.

Centration terbukti paling jelas terjadi pada awal anak anak yang kekurangan pemahaman conservation. Conservation adalah suatu keyakinan akan keabadian atribut objek atau situasi tertentu terlepas dari perubahan yang bersifat dangkal. Seorang dewasa akan dapat membedakan dengan jelas jumlah suatu cairan (air) yang dipindah dari sebuah piring kedalam gelas dengan mengatakan jumlah cairan tetap sama. Tetapi tidak dengan anak kecil, sebaliknya mereka tertipu oleh tinggi cairan akibat tinggi gelas.

Karakteristik lain anak anak praperasional adalah mereka menanyakan serentetan pertanyaan. Pertanyaan pertanyaan anak yang paling awal tampak kira kira pada usia 3 tahun, dan pada usia 5 tahun mereka membuat pusing orang orang dewasa disekitarnya karena lelah menjawab pertanyaan pertanyaan ”mengapa” mereka.

Pertanyaan pertanyaan meraka menunjukkan akan perkembangan mental dan mencerminkan rasa ingin tahu intelektual mereka.Ppertanyaan pertanyaan ini menandai munculnya minat anak anak akan penalaran dan penggambaran kenapa sesuatu seperti itu. Seperti mengapa matahari bersinar, mengapa adik ada diperut ibu, mengapa ada orang di televisi, dan lain lain.

Dengan mengetahui dan membahas sejumlah karakteristik perkembangan kognitif anak pada tahap pemikiran praoperasional, diharapkan bisa membantu anda mengingat karakteristik ini untuk memahami bagaimana taraf berpikir anak pada usia awal anak anak.