Ilmu Psikologi | Artikel Psikologi OnlineBloom

Pengertian Homeschooling Indonesia

Published on Wednesday, November 18, 2009 by Muhammad Baitul Alim

HomeschoolingDi Indonesia homeschooling sudah ada sejak lama. Sedangkan pengertian Homeschooling (HS) sendiri adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama.

Dalam bahasa Indonesia, ada yang menggunakan istilah “sekolah rumah”. Ada juga orangtua yang secara pribadi lebih suka mengartikan homeschooling dengan istilah “sekolah mandiri”. Tapi nama bukanlah sebuah isu. Disebut apapun, yang terpenting adalah esensinya.

Salah satu pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak; sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah.

Walaupun orang tua menjadi penanggung jawab utama homeschooling, tetapi pendidikan homeschooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan oleh orang tua. Selain mengajar sendiri, orang tua dapat mengundang guru privat, mendaftarkan anak pada kursus, melibatkan anak-anak pada proses magang (internship), dan sebagainya.

Sesuai namanya, proses homeschooling memang berpusat di rumah. Tetapi, proses homeschooling umumnya tidak hanya mengambil lokasi di rumah. Para orang tua homeschooling dapat menggunakan sarana apa saja dan di mana saja untuk pendidikan homeschooling anaknya.

Keberadaan homeschooling Indonesia telah diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (10) yang berbunyi:

“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”

Dalam praktek homeschooling tidak harus memenuhi penyetaraan pendidikan. Pendidikan kesetaraan adalah hak dan bersifat opsional. Jika praktisi homeschooling menginginkannya, mereka dapat menempuhnya. Jika tidak, mereka tetap dapat memilih dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi Penyetaraan ini digunakan untuk dapat dihargai dan setara dengan hasil pendidikan formal, tentu setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Penyetaraan dalam praktek homeschooling yaitu penyetaraan ujian, penilaian, penyelenggaraan, dan tujuan pendidikan. Pendidikan kesetaraan dalam ujian nasional meliputi program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

Kelebihan homeschooling:

  • Customized, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.
  • Lebih memberikan peluang untuk kemandirian dan kreativitas individual yang tidak didapatkan dalam model sekolah umum.
  • Memaksimalkan potensi anak sejak usia dini, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan di sekolah.
  • Lebih siap untuk terjun di dunia nyata (real world) karena proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada di sekitarnya.
  • Kesesuaian pertumbuhan nilai-nilai anak dengan keluarga. Relatif terlindung dari paparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran, drug, konsumerisme, pornografi, mencontek, dsb).
  • Kemampuan bergaul dengan orang tua dan yang berbeda umur (vertical socialization).
  • Biaya pendidikan dapat menyesuaikan dengan keadaan orang tua

Kekurangan homeschooling:

  • Butuh komitmen dan keterlibatan tinggi dari orang tua
  • Sosialisasi seumur (peer-group socialization) relatif rendah. Anak relatif tidak terekspos dengan pergaulan yang heterogen secara sosial.
  • Ada resiko kurangnya kemampuan bekerja dalam tim (team work), organisasi, dan kepemimpinan.
  • Perlindungan orang tua dapat memberikan efek samping ketidakmampuan menyelesaikan situasi sosial dan masalah yang kompleks yang tidak terprediksi.

Semua sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Satu sistem sesuai untuk kondisi tertentu dan sistem yang lain lebih sesuai untuk kondisi yang berbeda. Daripada mencari sistem yang super, lebih baik mencari sistem yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan kondisi kita.

Sistem pendidikan anak melalui sekolah memang umum dan sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun lamanya. Saat ini, pendidikan melalui sekolah menjadi pilihan hampir seluruh masyarakat.

Tetapi sekolah bukanlah satu-satunya cara bagi anak untuk memperoleh pendidikannya. Sekolah hanyalah salah satu cara bagi anak untuk belajar dan memperoleh pendidikannya. Sebagai sebuah institusi/sistem belajar, sekolah tidaklah sempurna. Itulah sebabnya, selalu ada peluang pembaruan untuk memperbaiki sistem pendidikan; baik di level filosofi, insitusi, approach, dan sebagainya.

Sebagai sosok yang bertanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak pada masa depannya, orang tua memiliki tanggung jawab sekaligus pilihan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Homeschooling menjadi alternatif pendidikan yang rasional bagi orang tua; memiliki kelebihan dan kekurangan inheren di dalam sistemnya.

Tugas kita sebagai orang tua adalah memastikan bahwa kita telah memberikan yang maksimal untuk anak-anak kita, dengan segala batasan (constraint) yang kita miliki.

Random Posts


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
29 Responses
    • homeschooling dipilih agar orang tua lebih ketat dalam memperhatikan anaknya, supaya tak terjerumus dlm hal-hal yg buruk…..

      tpi malah membuat anak mempunyai solidaritas yang kurang bagus…
      hemmm… semua memang ada kelebihan dan kekurangannya….

      nice posting Kakag…

      [Reply]

    • info yg mantaps !

      [Reply]

    • makasih banyak ilmu dan pengetahuannya sobat!!!

      [Reply]

    • Wah saudaraku ya pake’ sistem beginian nih… yang jelas dengan cara Homeschooling ini akan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Soalnya intinya dari homeschooling ini adalah mencari dan mendulang bakat seorang anak.. So, modal gak sedikit…walau gak sekolah..

      [Reply]

      Muhammad Baitul Alim Reply:

      Masalah biaya sebenarnya tidaklah mahal jika kita memakai metode homeschooling. Karena semua bergantung pada metode dan bahan ajar yang diterapkan oleh orangtua. Mungkin saudara anda menggunakan metode yang memang banyak membutuhkan dana dengan pertimbangan kaualitas pendidikan anak, tetapi hal itu bisa diminimalisir sehingga tergantung bagaimana kita pintar pintar mengelolanya. Sehingga orangtua ekonomi menengah kebawah pun bisa menerapkannya.

      [Reply]

    • sistim pendidikan reguler ataupun sistim homeschooling memang punya kelebihan dan kekurangan masing masing, yang jelas barangkali kita harus menentukan terlebih dahulu mau di arahkan kemana anak anak kita nantinya, sehingga bisa di ketahui mana yang lebih cocok…reguler atau homeschooling.

      [Reply]

    • wah makasih sekali bro atas tambahan ilmunya aku sekarang jd tau betapa pentingnya pendidikan untuk anak jangan lupa mampir balik ya :)

      [Reply]

    • info menarik sobat
      thank’s yach

      [Reply]

    • memang benar, jika dilihat dari semua sisi, pasti ada sedikit perbedaan, dan pasti ada kelabihan dan kekurangannya, ketika homescooling, yang pasti orang tua bisa lebih mengarahkan serta memfokuskan, tetapi tidak cukup sampai di sini, harus tetap regular juga di laksanakan.
      thanks sob

      [Reply]

    • Info yang menarik, sayang saya sudah gak sekolah

      [Reply]

    • Anakku juga ikut kok.. sebagai penunjang pelajaran disekolah..

      [Reply]

    • belum pernah sih ngrasain home schooling, hehehe…

      [Reply]

    • info yang bagus :) secara pribadi, aku kurang setuju sama home-schooling.. karena ya itu, anak jadi kurang bisa mengatasi masalah2 sosial dan cenderung senang dilindungi. Belum lagi kalo anak jadi manja + takut kotor .. susah tuh kalo gede.. Tapi ya, kadang tetap ada yang lebih suka home schooling :)

      [Reply]

    • homeschooling memang lebih flexible dan kreatif… tapi kurang menumguhkan kepekaan sosial, dimana dari pengalaman hidup saya sendiri hal itu bannnyak dipelajari dari kehidupan dengan teman2 di sekolahan

      btw, nice blog… saya akan banyak belajar psikologi di sini :-)

      rgrds,
      bagaskara

      [Reply]

    • Thanks tuk kunjungannya, Nice blog and good posting. lanjutkan kawan

      [Reply]

    • Man..taaa….aaaa…aaaa….aaaap banget, infonya….
      Ku sgt senang atas mampirnya sobat,
      thanks kawan, mari kita saling berbagi
      klak&klik atau koman&koming..eh..komen..

      [Reply]

    • Ku sgt senang atas mampirnya sobat,
      thanks kawan, mari kita saling berbagi
      klak&klik atau koman&koming..eh..komen..

      [Reply]

    • Yah itulah yang paling saya kurang suka dengan Homescholing,,

      karena sosialisasi terhadap teman2 itu amat terbatas.

      gak seperti di sekolah, bisa berinteraksi dengan banyakl orang, banyak teman….
      Saya malah lebih menyukai sekolah ketimbang, homescholing.

      Hmm… tapi sekarang saya sudah nggak sekolah lagi,,
      dah lulus empat tahun yg lalu,hhoooo

      [Reply]

    • Saya tertarik sekali dgn sistem home education…

      Hanya saja, rasa-rasanya memang ttp ada missing things dr homeschooling yg jadi kelemahannya…

      Saya sangat appreciate, cz value-value pendidikan lebih didapatkan di homeschooling dimana anak bs mengembangkan potensinya tanpa terlalu terbebani oleh kurikulum yg rigid, dan tdk dipaksa mempelajari hal-hal yg tdk mereka minati…

      Tapi ternyata, setelah saya baca-baca (krn kperluan tgs kuliah) ternyata ada kelemahan2 yg diprediksikan ada di diri homeschooler (secara sosioemosional) yg tdk bisa dianggap enteng, misal: ketidaksiapan menghadapi kondisi yg tidak nyaman, tdk bs diprediksi, dan kemampuan sosialisasi dgn peer group…

      Dan itu didapatkan dr sekolah formal….

      Andai kelebihan sistem HS dipadukan kelebihan formal school jd sistem baru… (?)

      *Hahaha… Ngaco aku.

      Tapi, isu seputar HS ini memang menarik sih..

      Membuatku berpikir lagi apa arti “mendidik” sebenarnya…..

      [Reply]

      Muhammad Baitul Alim Reply:

      Sebenarnya sudah mulai muncul yang menawarkan kesempatan untuk bertemu anak-anak yang lain dan memberikan waktu untuk bersosialisasi seperti komunitas belajar. Tetapi sayangnya banyak juga pelaku homeschool yang harus mengurangi jadwal sosialisasi mereka untuk mendapatkan waktu di rumah.

      [Reply]

    • sy tertarik sekali dengan homeschooling..
      sayang jaman dulu infonya masih kurang.. :D

      [Reply]

    • menurutku sih, yang terpenting bukan soal sekolah dimananya, tapi soal bagaimana ortu mberi perhatian untuk anaknya. khususnya soal kedekatan relasi dengan anak. karena saya percaya bahwa relasi yang “dekat” adalah kunci untuk masuk didunia anak. so penanaman nilai jauh lebih mudah. ilmu pengetahuan berkembang, nilai 2 moral juga bertumbuh subur.

      [Reply]

    • nice posting…infony berarti bgt…thanks 4 sharing…

      [Reply]

    • Saya blm mengetahui benar ttg homeschooling, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan 1. bagaimana dengan ijazah yang dimiliki, apakah sama dengan sekolah umum lainnya…
      2. dan apakah ijazah tersebut akan diakui oleh perusahaan2 nantinya kalo sianak ketika usianya cukup ingin bekerja….
      3. bagaimana dengan kurikulum yang digunakan dalam metyode home schooling, mengikuti standar nasional atau mempunyai kurikulum tersendiri?

      terima kasih sebelumnya. informasi ini sangat berarti buat saya.
      dengan homeshooling apakah si anak bisa melanjutkan ke jenjang universitas???

      [Reply]

      Muhammad Baitul Alim Reply:

      Homeschooling, mengenai status pendidikan bisa mengikuti ujian paket C untuk SMA dan B untuk SMP sehingga ada legalitas ijasahnya. Homeshooling sampai saat ini hanya sebatas SMA bukan universitas. Kurikulum homeschooling bisa dibuat berdasarkan keinginan sendiri atau mengimplementasikan dari kurikulum yang dibuat oleh dinas pendidikan atau lembaga homeschooling di kota anda.

      [Reply]

    • hom sukling juag bisa jadi pilihan tergantung para iswanya di berika ketrampilan biar men cari kerja gampanglah sekarang yg s3 juag hidup nya pas rumah ya bocor kali

      [Reply]

    • orang tua memang harus memikirkan pendidikan anak-anak, tapi jangan lupa bahwa pergaulan juga sangat penting bagi anak-anak jangan sampai mereka jarang bergaul karen homeschooling

      [Reply]

    • keren kaka haha thx infonya…..

      [Reply]

    • Bagus mau mengungkit ttg HS yg skarang niyy makin gencar di gemari… sebenarnya alasan apa yg mbuat OT atau anak mengkuti HS??? Hmm bkana ga baik yaa kan jadi kurang bsosialisasi ^.^

      [Reply]

Have Your Say
Your Name ↓
Your Email ↓
Your Website ↓
Tell us what you think of this story ↓
You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisements
Berlangganan Artikel
Cek email untuk konfirmasi berlangganan artikel
Advertisements
Bergabung Bersama Kami
Statistik
Chat Box