Pengertian Defence Mechanism, Psikoanalisis Sigmund Freud

Sigmund Freud (bbc)

Ketika seseorang mengalami kecemasan akibat insting-insting id dan tuntutan superego, ego akan menolak dan melindungi orang tersebut dari kecemasan secara berlebihan.

Dalam buku Psikologi Kepribadian oleh Alwisol pada tahun 2007, defence mechanism memiliki tiga ciri, yaitu mekanisme pertahanan tersebut bekerja pada tingkat tak sadar, mekanisme pertahanan selalu menolak, memalsu, atau memutarbalikkan fakta, mekanisme pertahanan mengubah persepsi seseorang sehingga kecemasan menjadi kurang mengancam.

Sigmund Freud menjelaskan ada tujuh mekanisme pertahanan, yaitu:

  1. Identification. Identification dapat juga disebut dengan Stockholm Syndrome, yakni para korban penculikan tidak merasa marah dengan penculikan mereka, tapi mereka malah merasa bersimpati terhadap para penculiknya. Ini merupakan pengadopsian, tapi dari sisi negatif.
  2. Displacement. Secara sederhana dapat digambarkan, mekanisme ini mengganti obyek untuk meredakan kecemasan. Sumber dan tujuan dari insting selalu tetap dan sama, hanya objek selalu berubah. Hal ini dikarenakan obyek pengganti jarang dapat memberi kepuasan atau mereduksi kecemasan seperti obyek aslinya.
  3. Repression. Repression berarti menekan segala sesuatu sehingga kecemasan dapat keluar dari kesadaran.
  4. Fixation. Terhentinya perkembangan normal pada tahap perkembangan tertentu karena perkembangan selanjutnya sangat sulit dan penuh tekanan serta kecemasan. Kecemasan dan frustasi membuat banyak dewasa yang memilih untuk tetap tinggal dengan orangtuanya merupakan salah satu contoh dari fixation.
  5. Regression. Seseorang akan berusaha untuk kembali ke masa yang nyaman dan aman menurutnya ketika menghadapi masalah. Biasanya, seseorang akan kembali ke masa kanak-kanak. Hal ini dapat dilihat, ketika ada seorang mahasiswa yang menggigiti kuku jari tangan ketika mengalami kecemasan dan stres.
  6. Reaction formation. Tindakan defensif dengan cara merubah perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan perasaan lawan. Misalnya, merubah benci menjadi cinta, rasa bermusuhan menjadi rasa persahabatan. Seorang suami yang membenci istrinya akan membelikan hadiah dan mencumbu istrinya secara berlebihan.
  7. Projection. Mekanisme ini merupakan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas apa yang seseorang rasakan. Contohnya adalah ketika seorang suami menyukai dan berselingkuh dengan perempuan lain, dia akan mencemburui dan menuduh istrinya menyeleweng.

Menurut Freud, jarang ada orang yang memakai satu mekansime pertahanan. Umumnya, orang memakai beberapa mekansime pertahanan secara bersamaan atau secara bergantian sesuai dengan bentuk kecemasannya.

defence mechanism, psikoanalisis, sigmund freud, displacement, projection