Kata pelatihan adalah kata yang telah umum kita dengar dan bicarakan. Di dalam dunia kerja, pelatihan kerja adalah suatu kegiatan yang direncanakan oleh perusahaan atau institusi untuk memfasilitasi belajar karyawan untuk mencapai kompetensi dalam pekerjaannya.

Kompetensi ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dianggap penting untuk mencapai kinerja yang tinggi. Tujuan pelatihan adalah agar karyawan dapat menguasai pengethauan, keterampilan dan perilaku yang dilatihkan dalam program pelatihan sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan mereka sehari-hari.

Menurut Amstrong dalam buku Psikologi Industri Organisasi oleh Ino Yuwono dkk. pada tahun 2005, training philosophy meliputi beberapa hal yaitu:

1. Pendekatan strategis dalam pelatihan
Strategi pelatihan merupakan suatu perspektif jangka panjang tentang keterampilan, pengetahuan dan tingkat kompetensi karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi. Dalam hal ini pelatihan merupakan bagian yang integral dalam manajemen. Suatu sistem manajemen kinerja menuntut manajer untuk meninjau kembali kinerja karyawan dan kemudian memberikan laporan kepada karyawan kinerja yang sesuai dengan tujuan organisasi, faktor yang berdampak pada kinerja serta pengembangan dan pelatihan yang dibutuhkan organisasi.

2. Terintegrasi
Program pelatihan yang direncanakan dibuat secara integral dengan seluruh bagian organisasi. Sehingga efektifitas pelatihan dapat digunakan untuk menunjang atau mendukung suatu bagian, antar bagian dan keseluruhan bagian orgasnisasi.

3. Relevan
Pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan organisasi dengan individu pendukungnya dan masalah organisasi.

4. Berdasarkan masalah
Pelatihan digunakan atas dasar usaha menyelesaikan masalah dalam organisasi. Artinya merupakan upaya mengisi kesenjangan antara apa yang dapat dilakukan seseorang saat ini dan apa yang perlu mereka lakukan di masa yang akan datang. Masalah dapat berupa sesuatu yang negatif yaitu kelemahan yang perlu diperbaiki ataupun hal positif berupa kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan atau pengetahuan baru untuk memenuhi tuntutan di masa yang akan datang.

5. Berorientasi pada tindakan
Pelatihan sebaiknya menekankan pada program yang memungkinkan untuk dilaksanakan dan mendorong prang untuk bertindak. Tujuan program dari program pelatihan harus dapat di definisikan dalam istilah dapat dialihkan atau ditransfer. Apa yang diperoleh dari pelatihan harus dapat dilaksanakan dalam tugas sehari-hari.

6. Terkait dengan kinerja
Filosofi tentang performance related training (PRT) meliputi keterkaitan pelatihan dengan tuntutan kinerja secara khusus. Tujuan PRT adalah mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan secara individual dan memberikan pelatihan yang relevan serta efektif untuk memenuhinya. Bagian terpenting dalam proses PRT adalah profiling of key skills. Contohnya seorang manajer yang baru dipromosikan diberi latihan dalam key skill of the job. Kemudian, kinerjanya dibandingkan dengan standar yang diharapkan dari manajer yang berpengalaman pada posisi yang sama. Jika hasilnya di bawah standar maka dibutuhkan pelatihan yang sesuai untuk kebutuhan tersebut.

7. Berkesinambungan
Filosofi tentang pengembangan berkesinambungan menyatakan bahwa pelatihan tidak hanya ditujukan pada occasional point dalam karir seorang karyawan. Pelatihan merupakan proses yang berkesinambungan dengan penekanan bahwa karyawan harus memiliki kebutuhan untuk terus belajar. Dengan demikian pelatihan mempunyai pendekatan do it yourself training.