
Ilustrasi (dietsinreview)
Menghadapi kemarahan si kecil bisa jadi rumit, menghabiskan tenaga dan menekan bagi sebagian orang dewasa. Faktanya, salah satu masalah kala menghadapi kemarahan si kecil adalah kita ikut marah.
Hal ini dikarenakan kita tidak dibiasakan untuk menghadapi kemarahan. Sejak kecil, kita diajarkan bahwa marah adalah hal yang buruk. Hingga akhirnya, kita punya sebuah pendapat bahwa marah adalah sebuah hal yang sangat buruk dan sering merasa bersalah kala menunjukkan kemarahan.
Akan lebih mudah untuk menghadapi kemarahan si kecil, bila kita paham apa yang akan kita lakukan. Tujuan dari apa yang kita lakukan bukanlah untuk mengekang atau menghancurkan perasaan marah. Tapi untuk membantu menerima dan mengalirkannya ke akhir yang membangun.
Kita harus mengijinkan si kecil untuk merasakan perasaan mereka. Dan kemarahan merupakan salah satu bentuk emosi yang kuat yang tidak boleh diabaikan. Kemarahan, harus dikenali dan diperlakukan dengan baik.
Untuk menghadapi kemarahan si kecil. Kita perlu tahu apa yang apa saja yang menyebabkannya. Kemarahan bisa disebabkan oleh perasaan sakit, kegagalan, harga diri yang rendah atau terkait dengan kecemasan akan sebuah situasi yang sulit dikontrol si kecil.
Yang perlu diingat, bahwa kemampuan si kecil untuk mengekspresikan emosi tidak sebaik orang dewasa. Sehingga terkadang, perlu mencermati lebih lanjut, apakah si kecil marah atau sedih
| Tweet |





