Saudara kandung baik kakak maupun adik, memang merupakan sebuah interaksi atau relasi yang dapat menimbulkan konflik, persaingan saudara kandung, rasa berbagi, bermain, menolong, mengajarkan dan lain lain. Dalam relasi saudara kandung terdapat berbagai macam perbedaan dilihat dari segi usia anak, rentang usia antar saudara, urutan kelahiran, dan jenis kelamin saudara kandung.
Semua 4 macam tersebut memiliki pengaruh yang berbeda beda, misalnya saudara kandung yang berjenis kelamin sama akan lebih hebat bertengkar dibandingkan dengan berbeda jenis kelaminnya. Saudara kandung yang terpaut pendek rentang usia juga lebih hebat pertengkarannya dibandingkan dengan berbeda jauh rentang usianya.
Perkembangan Usia
Faktor usia juga turut mempengaruhi pertengkaran anak, semakin bertambah usia maka perkembangan moral anak juga semakin meningkat dibandingkan dengan usia remaja dan kanak kanak.
Seperti misalnya usia saudara kandung yang terpaut antara 17, 14 dan 8 tahun memiliki sikap dan karakteristik yang berbeda, tentu saudara yang berumur 17 tahun lebih bisa mengerti dibandingkan dengan saudara yang masih berumur 4 tahun.
Membandingkan Anak
Membanding bandingkan anak juga dapat menjadi pemicu anak bersifat cemburu terhadap saudaranya yang lain. Ia akan lebih melihat kelebihan yang dimiliki saudaranya dari pada dirinya sendiri. Kecemburuan merupakan faktor yang biasanya menjadi pemicu pertengkaran anak.
Ketika bertengkar pun sebaiknya orangtua tidak melihat siapa yang melakukan terlebih dahulu karena hal ini dapat membuat anak seperti halnya seorang penjahat dan korban. Terutama jika hal ini berlangsung lama dapat menimbulkan kebencian pada saudara kandungnya karena ia sering dipersalahkan. Perlakukan mereka pada posisi yang sama.
Bersikap Tenang
Ketika bertengkar janganlah orangtua membentak dan mengeluarkan emosi pada mereka, bersikaplah sabar dan tenanglah ketika menghadapi pertengkaran diantara mereka. Karena emosi hanya akan menambah suasana hati anak menjadi lebih buruk.
Meminimalisir Penyebab Pertengkaran
Anak bertengkar tentu memiliki sebab, bisa karena merebutkan mainan, baju, boneka, tempat duduk dll. Coba untuk mencegah dan meminimalisrnya, misalnya dengan menyediakan mainan atau boneka yang sama dan warna yang sama juga.
Saling Berdamai
Jika anda menginginkan anak lebih akur maka coba ajarkan pada mereka bagaimana hidup berdamai dengan saling bersalaman dan meminta maaf ketika bertengkar.
Berilah Dorongan Positif
Jika anak kembali akur dan ketika bermain tidak lagi bertengkar, berilah pujian pada mereka. Dan katakan bahwa anda menyayangi dan menyukai kebersamaan mereka dengan tidak bertengkar lagi.
Nilai Budaya Keluarga
Perkembangan moral, nilai dan budaya dalam sebuah keluarga dapat mempengaruhi bagaimana setiap anggota keluarga saling menghormati dalam menjalin hubungan. Mulailah dari orangtua untuk saling menghormati dan menyayangi terhadap anggota keluarga yang lain. Sehingga anak bisa belajar dari apa yang orangtua ajarkan pada mereka. sebuah nasehat saja tidak cukup jika orangtua ternyata tidak sama antara perbuatan dan perkataan mereka, mulailah menanamkan dan membangun nilai dan budaya (kebiasaan) saling menghormati dan menyayangi diantara anggota keluarga.
Bagaimanapun juga, persaingan antar saudara kandung dalam keluarga tidak dapat dihindari. Dan tentu saja dalam praktiknya tidak bisa semudah itu, dibutuhkan beberapa penyesuaian agar keduanya bisa berdamai dan menghindari konflik antar saudara kandung. Karena semakin keras orangtua, maka anak akan semakin sulit untuk menuruti kata-kata orangtuanya.
Namun, naluri keibuan, kasih sayang dan kepekaan anda sebagai orang tua akan sangat membantu meminimalkan perasaan cemburu dan permusuhan diantara mereka, sehingga akan timbul perasaan empati, kesediaan sikap untuk berbagi dengan saudaranya yang lain dan kesediaan untuk bersikap damai.


Infonya menarik sob, tp klo dari agama saya marahan lebih dari 3 hari gak boleh. Masalah bertengkar ya tentu dosa jg sih, anak kecil gampang sih di takut2in dosa biasanya, atau katakan pada mereka “kalau sayang mama/papa, jangan bertengkar dong, mama/papa kan jadi sedih” gitu kira2 ya hehehhe
[Reply]
Lumyan nih infonya…buat bekal nanti klo dah punya cucu….
Terima kasih
[Reply]
gus nie
aku bisa terapin ke ponakanku mereka sukanya berantem ajah
[Reply]
anak2 emang sukanya bertengkar ya. makasih tipsnya fren.:D
[Reply]
memang kalo anak lagi bertengkar paling menyebalkan, paling tidak kalau mereka sdh keterlaluan yach dihukum aja misalnya gak boleh main boneka, atau main PS dsb, trims infonya sangat bermanfaat
[Reply]
wah kek ina ma adek ku nih hihihihi… jdi malu…
[Reply]
bisa dicoba nih, sebab ada adek kembar yang kerjanya ribut terus tu bedua,,,,,,,
[Reply]
artikel yang bagus, ntar dicoba deh dirumah…
[Reply]
makasih banyak infonya sob, sangat membantu untuk perkembangan anak kita
[Reply]
dripada berantem ma ade,… mendingan koment disini hihihihi
[Reply]
bener kawan faktor perbedaan usia sangat mempengaruhi juga
[Reply]
informasi yang sangat Bermanfaat sahabatKU
terimakasih ya
[Reply]
Saya punya tips untuk anak bertengjar… berikan tugas yang menuntut kerjasama tim.. dan buatkan tim yang anggotanya adalah saudaranya..!! Keberhasilan tugas adalah keberhasilan tim bukan individu… saya tahu dari Nanny 911.
[Reply]
Artikel yg bermanfaat…!
[Reply]
thanks sobat udah berbagi ilmu psikologinya, dengan memahami perilaku anak sejak dini akan lebih baik untuk pertumbuhannya
[Reply]
wah jadi ingat waktu kecil dulu sering berantem ma abang Mia krn rebutan perhatian ortu hahahaha
[Reply]
kalau sudah berantem kacau, ibu ngkap yg kakak, bapak nangkap yg adik, hehehehe
[Reply]
peranan orang tua memang sangat menetukan untuk kerukunan anak ya??
[Reply]
Kalo yang sering saya temui adalah soal membanding-bandingkan anak…
Kasian emang, ntar bisa menimbulkan keirihatian sama salah satu pihak (dalam hal ini anak)
[Reply]
memang betul, jangan berat sebelah namanya jg semua anak2 kita, tentunya arif dan bijak sbg orang tua, kadang malah banyak orang tua yang ikut teriak2 saat anak2nya berantem
[Reply]
banyak tantangan tersendiri membesarkan anak… infonya sangat bermanfaat and nice blog
[Reply]
thank sob artikelnya bagus
[Reply]
Klo menurut phonank sih, bertengkar adalah bagian dari pola tingkah yang sebenarnya wajar saja bagi anak-anak.
Tapi akan terlihat aneh klo yang bertengkar adalah orang dewasa…! hmm..
Pendapat phonank sih, cara melerai bertengkarnya anak-anak harus dengan pelan-pelan dan jangan langsung dibentak.
sedikit pengalaman, kedua adik phonank sering bertengkar, jambak-jambakan dan pukul-pukulan.
Tapi disaat mereka sedang tidak bersama alias berjauhan, mereka merasa ada yang kehilangan. Saling merindukan,,
hehehe….
[Reply]
bagus juga dok tulisannya… orang tua emang harus berperan dini kalau mau mengatasi urusan pertengkarang anak… =d
[Reply]
betul betul tuh gan. gue sangat setuju dengan artikel di atas, memang peranan orang tua lebih penting ketika anak beranjak mulai dewasa.
[Reply]
Biasanya anak itu berantem karena digangguin sama sodaranya yg lebih tua. dah gitu yg tua ga mao ngalah. Kuncinya adalah fungsi orangtua mengkomunikasikan dengan bhs yg baik, bagaimana bersikap dan bicara yg tua kepada yg muda, yg muda kepada yg tua…dst.
[Reply]
aku juga masih sering berantem sama adik ku….soal nya sifat yang diterapkan orang tua ku,aku rasa terlalu terlalu gimana gitu.
sering kejadian begini
“kl dia gangguin aku.orang tua ku bilang dia cuma bercanda,mungkin ingin lebih mengenal kakaknya”.
“jangan kalo aku gangguin dia,pasti orang tua ku bilang ajaran sesat,kasar,tak sayang adik,dsb.
[Reply]
Sungguh membantu saya dalam menangani kasus psikologi anak. thx yah
[Reply]
Info yang berguna sob.. terlebih untuk Saya dengan anak-anak.
[Reply]
Jujur banget neh.. Saya kelimpungan ngadepin tingkah polah anak2 saya setiap hari. Cuma dua orang (laki semua).. Tapi lumayan bikin saya harus ‘heboh’ tiap hari..hehhee
Tnx info pentingnya yah sob.. Luar biasa.. Salam sukses
[Reply]
infonya siiplah, Insya Allah dapat diterapkan ke anak sendiri mwpun anak didik
[Reply]
Ehmm….bagus bgt artikel-nya..bisa dijadiin pengetahuan buat bekal mendidik anak esok….xixixixi..;))
[Reply]
kalau mamah papah ya sering bertengkar otomatis anak ikut meniru bertengkar ya saya juga pernaf mengalami bertengkar cuma sebentar langsung baikan sat itu juga ya kan
[Reply]
bagus artikelnya..sesuai dengan ilmu psikologi yang saya pelajari di kampus.. yang pertama kali kita harus lakukan memang mengenal sang anak sehingga dapat mengembangkan anak ke arah yang positif.
[Reply]
ga tengkar…ga seru…ga da cerita ktika dah beranjak dewasa…palagi kalo dah menginjak jenjang penikahan…da pengalaman….itulah dulu aku ma kakakq….kerjaannya tengkar mulu… sekarang dah gede….akyur bangets….^_^
[Reply]
ga tengkar ….ga seru…justru tuk cerita…n pengalaman tuk cucu2….itulah dulu aku ma kakaq kerjaannya tengkar mulu…tpi sekarang,,,akyur bangets….
[Reply]
trims infonya…2 anak msh kcl2….jd tiap hr pusyiiing,tp seneng…krn bagaimanapun kondisi mrk saat ribut, teteup..merekalah malaikat2 kcl sy….
[Reply]
Saya rasa setiap orang mempunyai trik dan tips bagaimana cara mengatasi anak bertengkar. Personal website ini berisi artikel2 yang menarik. thank’s.
Mungkin ada yang mau mempunya personal website seperti ini, silahkan dapatkan tutorial gratisnya hanya di membuatweb-blog.com
[Reply]
info yang bagus, tapi kendala yang ada terutama masalah budaya… kadang anak lebih terpengaruh lingkungan luar daripada ling keluarga.
[Reply]
waww.. nice artikel. (^_^).. like this..
[Reply]
Poin-poinnya pas banget buat mendidik anak soal egaliter dan memahami sesama terutama yang seusia qe3 Trims. Mari mampir lagi ke rumah saya
[Reply]
bekal mantap mendidik anak soal egaliter nih
[Reply]