
Ilustrasi (SD)
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian memainkan peran penting dalam pelatihan militer, terutama pandangan individu terhadap kehidupan,” kata Joshua J. Jackson, PhD, asisten profesor psikologi di Washington University St. Louis, dikutip dari Science Daily (17/2).
Diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, studi ini menemukan bahwa pria yang telah menjalani dinas militer, cenderung memiliki skor lebih rendah dari pada rekan sipil dalam pengukuran tingkat keramahan. Keramahan merupakan dimensi kepribadian yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjadi orang yang menyenangkan dan akomodatif dalam situasi sosial.
“Militer merekrut dengan sedikit sikap kurang hangat dan kurang ramah. Apalagi pengalaman militer ini nampaknya semakin diperkuat. Laki-laki militer memiliki skor lebih rendah pada keramahan, bila dibandingkan dengan individu yang tidak masuk militer,” kata Jackson.
Penelitian ini juga mengkonfirmasikan penelitian lain yang mengatakan bahwa laki-laki yang memasuki militer akan lebih agresif, lebih tertarik pada kompetisi dan kurang peduli tentang perasaan orang lain. Laki-laki yang masuk dalam militer juga dapat mengurangi kecenderungan kecemasan dan kawatir mencari pengalaman baru.
Jackson menunjukkan bahwa sikap kurang menyenangkan yang muncul tidak selalu merupakan sifat negatif manusia. Walaupun mungkin membuatnya lebih menantang dalam menjalin dan mempertahankan hubungan positif dengan lingkungan sosial.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa pengalaman dalam pelatihan dasar dan layanan militer dapat membentuk cara orang memandang dunia dan berosialisasi.
Penelitian Jackson didasarkan pada studi selama enam tahun tentang cairi kepribadian dari sekelompok orang dewasa yang memilih untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik, baik melalui dinas militer atau sipil. (mba)
Rating Berita Menarik:| Tweet |






