Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian dan manfaat dari relaksasi otot progresif (progresive muscle relaxation), anda bisa klik link ini untuk membacanya lagi. Maka pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa panduan atau langkah langkah dalam melakukan praktek relaksasi otot progresif.
Relaksasi merupakan salah satu teknik pengelolaan diri yang didasarkan pada cara kerja sistem syaraf simpatetis dan parasimpatetis ini. Teknik relaksasi semakin sering dilakukan karena terbukti efektif mengurangi ketegangan dan kecemasan (Jacobson & Wolpe dalam Utami, 2002), membantu orang yang mengalami insomnia (Friedman et.al. 1991), dan asma (Huntley, et.al., 2002).
Di Indonesia, penelitian tentang relaksasi ini juga sudah cukup banyak dilakukan. Prawitasari (1988) , melaporkan bahwa relaksasi bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik. Utami (1991) mengukur efektivitas latihan relaksasi dan terapi kognitif untuk mengurangi kecemasan berbicara di muka umum”, selanjutnya relaksasi juga efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan (Karyono, 1994), dan menurunkan ketegangan pada siswa penerbang (Dewi, 1998).
Berikut adalah langkah awal yang dilakukan adalah sebuah ruang (dapat tertutup atau terbuka) yang memungkinkan udara bebas keluar masuk sangat dianjurkan dalam latihan relaksasi. Kursi yang dapat fleksibel naik dan turun (lihat gambar 1) lebih diutamakan daripada tempat tidur sehingga dapat diletakkan di tempat-tempat yang diinginkan.
Berikut dipaparkan masing-masing gerakan dan penjelasan mengenai otot otot yang dilatih:
Gerakan pertama ditujukan untuk melatih otot tangan yang dilakukan dengan cara menggenggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan. Klien diminta membuat kepalan ini semakin kuat (gambar 2), sambil merasakan sensasi ketegangan yang terjadi. Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan rileks selama 10 detik. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan relaks yang dialami. Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.
Gerakan kedua adalah gerakan untuk melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan ini dilakukan dengan cara menekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit (gambar 2).
Gerakan ketiga adalah untuk melatih otot-otot Biceps. Otot biceps adalah otot besar yang terdapat di bagian atas pangkal lengan (lihat gambar 3). Gerakan ini diawali dengan menggenggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot biceps akan menjadi tegang.


Gerakan keempat ditujukan untuk melatih otot-otot bahu. Relaksasi untuk mengendurkan bagian otot-otot bahu dapat dilakukan dengan cara mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa hingga menyentuh kedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan yang terjadi di bahu, punggung atas, dan leher.
Gerakan kelima sampai ke delapan adalah gerakan-gerakan yang ditujukan untuk melemaskan otot-otot di wajah. Otot-otot wajah yang dilatih adalah otot-otot dahi, mata, rahang, dan mulut. Gerakan untuk dahi dapat dilakukan dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai ototototnya terasa dan kulitnya keriput. Gerakan yang ditujukan untuk mengendurkan otot-otot mata diawali dengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata (gambar 5).

Gerakan ketujuh bertujuan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-otot rahang dengan cara mengatupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi-gigi sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang.
Gerakan kedelapan ini dilakukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di sekitar mulut.
Gerakan kesembilan (gambar 7) dan gerakan kesepuluh (gambar 7) ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun belakang. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian otot leher bagian depan. Klien dipandu meletakkan kepala sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk menekankan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga klien dapat merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung atas.

Sedangkan gerakan kesepuluh bertujuan untuk melatih otot leher bagian depan (lihat gambar 7). Gerakan ini dilakukan dengan cara membawa kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke dadanya. Sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian muka.
Gerakan kesebelas bertujuan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggung dilengkungkan, lalu busungkan dada sehingga tampak seperti pada gambar 6. Kondisi tegang dipertahankan selama 10 detik, kemudian rileks. Pada saat rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambil membiarkan otot-otot menjadi lemas.
Gerakan berikutnya adalah gerakan keduabelas, dilakukan untuk melemaskan otototot dada. Pada gerakan ini, klien diminta untuk menarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut. Pada saat ketegangan dilepas, klien dapat bernafas normal dengan lega. Sebagaimana dengan gerakan yang lain, gerakan ini diulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.

Setelah latihan otot-otot dada, gerakan ketigabelas bertujuan untuk melatih otot-otot perut. Gerakan ini dilakukan dengan cara menarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian menahannya sampai perut menjadi kencang dank eras. Setelah 10 detik dilepaskan bebas, kemudian diulang kembali seperti gerakan awal untuk perut ini. Gerakan 14 dan 15 adalah gerakan-gerakan untuk otot-otot kaki. Gerakan ini dilakukan secara berurutan.
Gerakan keempatbelas bertujuan untuk melatih otot-otot paha, dilakukan dengan cara meluruskan kedua belah telapak kaki (lihat gambar delapan) sehingga otot paha terasa tegang. Gerakan ini dilanjutkan dengan mengunci lutut (lihat gambar delapan), sedemikian sehingga ketegangan pidah ke otot-otot betis. Sebagaimana prosedur relaksasi otot, klien harus menahan posisi tegang selama 10 detik baru setelah itu melepaskannya. Setiap gerakan dilakukan masing-masing dua kali.
Daftar pustaka
Ramdhani, Neila. Putra, Adhyos Aulia. 2006. Pengembangan multimedia relaksasi. Jurnal Psikologi Volume 34 no. 2


siip lah, langsung dipraktekin, biar otot2 jadi longgar lagi karena kecapaian dari aktivitas sehari-hari. thanks infonya
[Reply]
artikel yg sangat bermanfaat Izin buat aq save yah
[Reply]
Oh gtu ya ^^
aku mau coba ahh
[Reply]
phonank Reply:
January 28th, 2010 at 11:49 am
Monggoo..
[Reply]
wah coba juga ah
[Reply]
Pengen amalin yang senam wajah….kalo tubuh dah biasa senam, tp wajah sering kelupaan di latih otot2 nya….numpang hafalin dulu nih sebelum kabuuurrrr ke lain.
Thanks infonya
[Reply]
hi… visit you here.
Maybe we can have a link exchange?
If u agree with it, please send a message to my site so we can proceed to the next level.
——— Blogger Tips and Style ———-
[Reply]
ampuh tipsnya makasih kawan.yang teroenting olah raga teratur.tidur cukup
[Reply]
setuju ama Osi, wajah sering kali dilupakan. padahal wajah bisa mengalami stress dan pegal otot juga loh
[Reply]
aku lebih suka di pijit deh kalo lagi pegel2 dan pgn ngerileksin otot hehehehe
[Reply]
Berkunjung aja deh…hehehe
[Reply]
pemanasan nih ceritanya…
[Reply]
info yg bagus buat para pekerja di kota2 besar, yg sering stres karena kondisi kerja dan mobilitas yang tinggi, plus macet tentunya
[Reply]
thanks kunjungannya mampir sekalian tukaran link and follow yuk
[Reply]
You own a great and usefull blog, buddy…
Thanx for visiting me till I know your usefull blog
[Reply]
Sangat lengkap dan bagus sekali… tinggal praktek. Bagaimana halnya dengan sebam pernafasan… bisakah digabungkan dengan hal ini ?
[Reply]
info penting juga nihhh buat blogger yang sering buat blogwalking biar badan gak capek selepas kerja di depan PC
[Reply]
Yaaahh…
komentar ku gak masuk..!
tadi saya sudah tulis banyak…
nb: inet lagi lambat..
Test..test..
[Reply]
Komentar lagi …
gerakan-gerakan relaksasinya terlihat cukup mudah dan ringan sekali, semua orang pasti dapat melakukan gerakan seperti itu. Manfaatnya pun sangat besar hanya dengan melakukan relaksasi seperti itu.
Phonank melihat gerakan relaksasi otot pada muka, terlihat aneh dan lucu. Tapi saya rasa gerakan seperti itu pun bisa bermanfaat agar muka dapat terlihat lebih segar dan tidak terlihat kusut
[Reply]
keliatan saya perlu melakukan relaksasi.
[Reply]
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
pertama x ne:
makasi masukannya aq save lgsg kyknya ne!!
lumayan buat realaksasi….
salam kenal dr blogger newbie…
salam superr
[Reply]
Asyik juga nih buat kesehatan…… langsung berangkaaat selagi masih pagi n segeer….
[Reply]
hemmm… boleh dicoba nih… hihihihihi
thanks kakag
[Reply]
pas bgt nih ane punya penyakit insomnia, boleh dunk ane save as yups… ^^
[Reply]
informasinya sangat berguna sekali, salam kenal dari blogger pemula
[Reply]
relaksasi memang sangat penting untuk tubuh demi kesehatan dan kalo saya kadang melakukan meditasi agar pikiran tenang, trims atas artikelnya
[Reply]
info kesehatan menarik,, cocok buat yg lagi capek
[Reply]
Weee…boleh juga nih dicoba…
Cuma kok saya mesam mesum sendiri lihat tu gambar, hehehehe…
[Reply]
wah,, Nanti saya praktekan dirumah, boleh?
[Reply]
numpang cari back link di sini…thanks
[Reply]
wah lengkap sekali ya..
[Reply]
wah lengkap sekali yaa..
[Reply]
kalau di biasakan akan menjadikan tubuh sehat mas..thanx sharenya ya
[Reply]
Senam blogwalking juga perlu untuk melati jari jemari hehehe..
berkunjung lagi ahh ..
[Reply]
Wah menarik sekali nih kalo dicoba.. Informasi yang bagus
[Reply]
Mampir blog walking
[Reply]
artikel yang sangat bermanfaat akan saya simpan untuk di praktekan.. terimakasih sharingnya mas
[Reply]
wah boleh juga tuh tipsnya nggak ada salahnya dicoba
[Reply]
mantap juga artikelnya sob
[Reply]
coba ahh biar lebih relax, thanks sharingnya
[Reply]