
ilustrasi (vibizdaily)
Semarang, Psikologi Zone – Pendidikan kurikulum ramah anak merupakan pembelajaran yang tidak menonjolkan sisi hafalan, tetapi lebih pada pengajaran yang menyenangkan bagi anak didik. Hal ini haruslah diterapkan oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) termasuk PAUD Alazam Semarang.
Drs Ali Mufiz MPA, Pembina PAUD Alazam dalam sebuah akhirussanah dan wisuda 40 siswa TK B PAUD Alazam tahun pelajaran 2010/2011, mengatakan, sistem pendidikan yang cenderung menekankan pada hafalan dan pembelajaran yang serius cenderung tidak dipahami oleh anak usia di bawah enam tahun.
Belajar sambil bermain merupakan cara yang cukup efektif dilakukan untuk melakukan pengembangan potensi diri dan kreatifitas anak. Diharapkan, karakter anak dapat menerima nilai moral dan akhlak yang baik.
Setiap pagi, siswa PAUD Alazam menyuarakan sebuah kaset untuk memperkenalkan doa-doa dan bacaan sholat. Hal ini dibiasakan dengan melakukan praktik secara langsung dengan siswa.
Melalui cara ini diharapkan anak dengan keinginannya sendiri mau untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama.
Sebagai cara untuk mengenalkan dunia luar, PAUD Alazam rutin melakukan pembelajaran di luar kelas. Di sana, guru akan memberikan penjelasan terkait alam sekitar dan memberikan pengalaman bagi siswa untuk mengeksplorasi alam secara langsung. Diharapkan dengan metode ini dapat mengenalkan pada mereka bagaimana alam sekitar kita dan manfaat yang bisa diambil.
Ali Mufiz, menambahkan, kurikulum ramah anak, sebaiknya juga dibekali dengan pengembangan nilai-nilai moral. Kita hidup dalam lingkungan sosial dan harus mengetahui bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain, misalnya membantu orang yang membutuhkan. Hal ini berguna untuk meningkatkan jiwa sosial mereka. (mba-sm)
Rating Berita Menarik:| Tweet |






