Ilmu Psikologi | Artikel Psikologi OnlineBloom

Kriteria Penulisan Laporan Klinis

Published on Thursday, August 6, 2009 by Muhammad Baitul Alim

menulis laporan klinisDalam penulisan laporan asesmen klinis perlu diperhatikan mengenai kriteria-kriteria dalam penulisan laporan. Sehingga laporan dapat dimengerti, karena mengandung informasi-informasi penting yang saling berkaitan. Berikut adalah beberapa kriteria dalam penulisan laporan klinis:

KEJELASAN (CLARITY)
Kejelasan adalah salah satu kriteria penting sebuah laporan.  Contoh pernyataan ”efikasi intervensi yang dilakukan kurang jelas karena berbagai macam faktor etiologis”, cukup jelaskah pernyataan tersebut? untuk segelintir orang mungkin cukup jelas, tetapi tidak untuk kebanyakan orang.

Ketika berusaha menyusun laporan yang memenuhi tolak ukur  kejelasan, ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan oleh klinisi yang efektif. Pertama, menghindari untuk terlalu menyandarkan  pada istilah-istilah klinis. Meskipun penggunaan istilah-istilah klinis memfasilitasi komunikasi di antara para anggota dan displin ilmu yang sama, istilah yang sama juga dapat membingungkan dan  dapat memberikan peluang missunderstanding  bagi orang-orang yang berasal dari luar disiplin atau profesi tersebut.

Kadang-kadang, klinisi memang sengaja untuk menyembunyikan istilah-istilah mereka, mungkin untuk  sarana mempertahankan diri, atau sebagai tabir asap untuk menutupi pemahaman yang kurang.

Kedua, kejelasan laporan juga dapat  ditingkatkan dengan menghindari konstruksi laporan asesmen yang terlalu panjang. Laporan yang diorganisasikaan dengan baik dan menyajikan informasi secara ringkas dan dengan tingkat penyimpulan yang serendah mungkin akan memaksimalkan kemungkinannya untuk dibaca, dipahami, dipergunakan.

RELEVANSI
Relevansi adalah tolak ukur lain untuk laporan yang baik. Sangat penting dalam laporan asesmen menyebutkan tentang tujuan atau pertanyaan rujukan mengapa pertanyaan asesmen diajukan. Sebelum menerima sebuah rujukan asesmen, klinisi harus memastikan terlebih dahulu bahwa pertanyaan rujukannya masuk akal. Ini dapat dikomunikasikan dalam laporan dengan menyebutkkan tujuan atau pertanyaan  rujukan., mungkin dengan disertai review singkat mengenai relevansi psikologis atau klinis untuk tujuan itu. Selain itu laporan harus jelas menyebutkan tujuan asesmen itu.

KEGUNAAN
Selama menyiapkan laporan asesmen dan memutuskan informasi apa yang akan dimasukkan, klinisi harus bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah informasi yang dimasukkan kedalam laporan ini menambahkan sesuatu yang sebelumnya belum kita ketahui? Berikut adalah komponen-kompenen untuk memperinci esensial  dari laporan asesmen psikologis yang efektif dan berfaedah.

Komponen-komponen esensial dalam laporan asesmen yang berkualitas:

  1. Mengidentifikasi informasi dasar seperti nama dan informasi demografis yang relevan
  2. Maksud, waktu, aktifitas dan tempat asesmen, termasuk pertanyaan rujukan dan klarifikasi yang relevan tentang itu, dan riwayat masalah klien saat ini.
  3. Obeservasi yang dilakukan selama asesmen
  4. Hasil-hasil tes dan komentar tentang itu bila mungkin
  5. Rangkuman dan interpretasi terhadap data asesmen termasuk diagnosisnya bila mungkin
  6. Rekomandasi untuk tindakan lebih lanjut

Laporan yang sangat berfaedah bukan hanya akurat dan jelas tetapi juga menghindari pernyataan-pernyataan yang di ulang-ulang dan membosankan.

Daftar Pustaka

Sundberg. D. N.,  Allen A. Winebarger, Julian R., Taplin, 2007. Psikologi Klinis: Teori Praktik, Dan Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Baca juga artikel pendukung lainya


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
2 Responses
    • Boleh juga nih info’x….
      Hmmm, tapi gue masih bingung, klinis itu apa yah..?? Hihihihi…

      [Reply]

    • wah ………..aku kebantu banget dengan info-info, maklum baru gabung di ipk dan permintaan yang ada masih bingung nanggapin………dengan adanya info ini aku sangat terbantu untuk menjelaskan kepasien ku, thanks ya . tak tunggu ya artikel lainnya

      [Reply]

Have Your Say
Your Name ↓
Your Email ↓
Your Website ↓
Tell us what you think of this story ↓
You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisements
Berlangganan Artikel
Cek email untuk konfirmasi berlangganan artikel
Advertisements
Bergabung Bersama Kami
Statistik
Chat Box