10:32 pm - Kamis April 17, 2014
Home » Pendidikan » Korupsi itu Memalukan, Menyontek itu Lumrah

Korupsi itu Memalukan, Menyontek itu Lumrah

Korupsi itu Memalukan, Menyontek itu Lumrah

Ilustrasi (pdk)

Semarang, Psikologi Zone – Banyaknya kasus korupsi membuat semua masyarakat dan generasi muda geram dibuatnya. Bagaimana tidak, korupsi dinilai telah merugikan rakyat dan negara. Sulitnya memberantas korupsi tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan sehari-hari. Sampai sejauh mana korupsi ini telah mendarah daging? fokus bukan pada generasi tua tapi justru generasi muda Bangsa Indonesia.

Menurut Falasifatul Falah, dosen Psikologi Sosial Unissula Semarang mengatakan, ada ketidakkonsistenan nilai pribadi pada generasi muda dalam menanggapi perilaku ketidakjujuran dan pelanggaran amanah.

“Saya melontarkan pertanyaan secara anonim dan tertulis pada sekitar 60 mahasiswa yang menghadiri sebuah forum akademik, untuk mengetahui bagaimana sikap mereka terhadap korupsi dan perilaku lain,” kata Falasifatul Falah, Sabtu (24/3).

Hasilnya, mayoritas mahasiswa menilai bahwa korupsi merupakan perilaku yang memalukan, namun tindakan menyuap polisi lalu lintas dan saling menyontek di saat ujian adalah perbuatan lumrah.

“Walaupun secara metodologis belum bisa digeneralisasi. Sikap mahasiswa itu merupakan potret dari ketidakkonsistenan nilai pribadi mereka. Kontradiktif karena perilaku korupsi, menyuap polisi lalu lintas, dan menyontek sama-sama merupakan manifestasi dari ketidakjujuran dan pelanggaran amanah,” jelasnya.

Falasifatul Falah menduga banyak aktivis mahasiswa yang suka berdemo tidak sepenuhnya mengharamkan perilaku menyontek saat ujian dalam kehidupan akademik.

Tidak ada yang bisa menjamin mereka saat ada kesempatan melakukan korupsi. Mengingat banyak contoh tokoh muda terkenal berani dengan idealisme, namun loyo di dalam birokrasi.

Sebuah penelitian di negara berkembang menghasilkan bahwa individu yang menganggap dirinya sebagai religius dan menilai korupsi adalah dosa, tidak bisa mengelak dari perilaku dosa tersebut. Individu ini melakukan konformitas, mengalah pada pengaruh sosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

“Kebiasaan berjamaah harus dibuang jauh-jauh bila itu menyangkut hal negatif seperti korupsi atau menyontek jawaban ujian,” tutur Falasifatul Falah.

Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi yang bisa meredam budaya korupsi sejak masa anak-anak hingga dewasa kelak. Individu yang mampu membongkar budaya korupsi adalah memulai dari diri sendiri. (sm/mba)

Rating Berita Menarik:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.83 out of 5)
Loading ... Loading ...
garis
garis
Discount School Supply - Extreme Bargains
Dapatkan update terbaru via Twitter @psikologizone. Atau, gabung komunitas Psikologi Zone di Facebook.


Tes Kepribadian Online