Lowongan kerja adalah merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada orang lain untuk menempati posisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan. Pada waktu sekarang ini banyak data statistik yang mengungkapkan semakin tingginya tingkat pengangguran setiap tahunnya di Indonesia.
Seperti yang dilansir oleh antaranews.com yang memberitakan bahwa Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Suparno mengatakan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan pada bulan Februari 2008, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai sekitar 9 juta orang.
Jumlah pengangguran dari kalangan pria mendominasi dengan pengangguran mencapai sekitar 5 juta orang, sementara pengangguran wanita sebanyak 4 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia sendiri sampai saat ini tercatat sebanyak 228 juta orang, dengan jumlah angkatan kerja sekitar 112 juta orang.
Dari sekian banyak jumlah statistik yang dihasilkan dan besarnya jumlah pengangguran yang hampir mendekati jumlah angkatan kerja sehingga menimbulkan perdebatan antara jumlah lowongan dengan kualitas yang dimiliki oleh angkatan kerja. Apakah yang sebenarnya memberikan kontribusi dalam permasalahan pengangguran di Indonesia, jumlah lowongan atau kualitas angkatan kerja? Jumlah lowongan memang sangat penting dalam memberikan pengaruh tingkat pengangguran tetapi kualitas angkatan kerja juga turut serta dalam memberikan sumbangan dalam banyaknya jumlah pengagguran.
Pada saat ini yang sangat banyak diperbincangkan adalah mengenai keterbatasan lowongan kerja bagi peserta kerja. Hal ini tidak sebanding antara jumlah lowongan kerja dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja setiap tahunnya. Seperti yang dilansir oleh BPS bahwa terdapat sekitar 1,2 juta atau sekitar 11.7% dari penduduk di Indonesia merupakan pengangguran yang putus asa dalam mencari kerja. Keputusasaan ini membuat mereka tidak ingin mencoba mencari pekerjaan.
Sedangkan pembahasan mengenai kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dengan sulitnya mendapatkan kandidat yang berkualitas dan memenuhi syarat kriteria pekerjaan tentu membutuhkan ulasan mendalam dari berbagai perspektif. Termasuk dalam penentuan kriteria gender yang menjadi syarat tertentu dalam memasuki posisi pekerjaan.
Terdapat banyak juga orang-orang yang ditolak untuk promosi atau dihentikan karena mereka dianggap salah untuk pekerjaan karena gender mereka tidak sesuai dengan kriteria pekerjaan yang dibutuhkan. Beberapa menganggap perempuan sebagai lebih rendah karena ada majikan yang membuat kemajuan karir wanita lebih sulit bahkan walaupun mereka lebih berkualitas dibandingkan yang lain.
Sebagai contoh dari perwujudan konsep gender sebagai sifat yang melekat pada laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial dan budaya, misalnya jika dikatakan bahwa seorang laki-laki itu lebih kuat, gagah, keras, disiplin, lebih pintar, lebih cocok untuk bekerja di luar rumah dan bahwa seorang perempuan itu lemah lembut, keibuan, halus, cantik, lebih cocok untuk bekerja di dalam rumah (mengurus anak, memasak dan membersihkan rumah) maka itulah gender dan itu bukanlah kodrat karena itu dibentuk oleh manusia.
Disinilah letak fenomena pemahaman akan konsep gender seringkali muncul, dimana orang sering memahami konsep gender yang merupakan rekayasa sosial budaya sebagai “kodrat”, sebagai sesuatu hal yang sudah melekat pada diri seseorang, tidak bisa diubah dan ditawar lagi.
Bahkan isu mengenai gender sendiri sampai pada tingkatan golongan atas dan pemerintahan. Seperti yang di beritakan oleh yahoo news yang memberitakan Isu gender menjadi salah satu pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyusun anggota kabinet sesuai janjinya. Walaupun setidaknya secara kuantitas tak akan ada peningkatan yang tinggi atas keterlibatan perempuan dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Dari 34 posisi menteri, lima di antaranya diperkirakan diisi calon menteri perempuan. Jumlah ini hanya lebih banyak satu orang dari total perempuan yang tergabung dalam kabinet pertama SBY.
Isu perbedaan gender ini akan lebih menarik jika dilihat dari kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk mengisi penempatan pekerjaan tertentu. Apakah dalam proses penempatan kerja juga turut mengambil isu gender dan budaya mengenai tipe pekerjaan yang tepat bagi laki-laki dan perempuan.


hemmm,… iya bener,… keknya jg diliat dari type pekerjaannya jg,…
tpi jaman skarang kayanya dah sama ajah… buktinya ada juga Koki laki2,… hehehe,… bukankah memasak itu pekerjaan perempuan??? hehehe…
nice post kag… keep posting
[Reply]
wah info yang bagus ni… soal pekerjaan… thanks ya udah undang aku kesini….
[Reply]
makasih banyak pengetahuannya sobat!!!!
[Reply]
Makasih banyak pengetahuannya sobat
[Reply]
memang susah sekali sekarang mencari kerja.. minta ampun.. mana ribet lagi tes penerimaan kerjanya.. pusiiiiing..
[Reply]
kalau lowongan kerja di indonesia masih seperti ini gak: dibutuhkan….usia max….sekian tahun.
bukan dilihat dari kinerjanya tapi umur yg dilihat.
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
October 23rd, 2009 at 9:41 pm
Sampai saat ini masih seperti itu dan CPNS akhir kemarin juga sama halnya. Tetapi untuk CPNS kemarin bagi yang memiliki umur lebih disyaratkan mempunyai pengalaman 5 tahun.
[Reply]
kalau pengangguran terus bertambah memang iya…untuk saat sekarang syukur menciptakan lapangan kerja baru.
[Reply]
salam,
ini memang masalah utama disetiap negara membangun, isu perbedaan gender kadang-kadang disebabkan oleh peluang kerja yang tidak cocok.
tapi negara maju seperti Amerika, hal-hal begini agak berkurangan karena lebih terbuka tentang kerja dan bisnis.
terima kasih
[Reply]
wah… masalah gender ya… ok juga nih..
btw.. nice info, thanks for share n Keep spirit
[Reply]
sekarang masalah pengangguran adalah masalah serius, tapi pemerintah belum memasukkan sebagai salah satu program strategis atau skala prioritas, jadi ya tambah terus setiap waktu.
[Reply]
sekarang masalah pengangguran adalah masalah serius, tapi pemerintah belum memasukkan sebagai salah satu program strategis atau skala prioritas, jadi ya tambah terus setiap waktu
[Reply]
Banyak informasi bermanfaat di sini…. thanks sudah memberikan wawasan pengetahuan baru…
[Reply]
Salam kenal buat semuanya….
[Reply]
wah banyak pelajaran dari sini. Semangat menjalani hidup denagn senyum!
[Reply]
Pengangguran menjadi tema sentral sepanjang jaman di indonesia. Menyangkut kesejahteraan masyarakat dan apapun yang ada di baliknya. Karena yang menjadi ukuran kemajuan indonesia antara lain kesejahteraan rakyatnya!
[Reply]
bunda termasuk yang menuh2in statistik pencari kerja he.he.he.. lagi nyoba cpns tahun ini..semoga keterima ya..amin..
[Reply]
Muhammad Baitul Alim Reply:
October 25th, 2009 at 3:32 pm
amin..sukses ya bun.
[Reply]
Wah.., Wah.., ternyata pengangguran di dominasi kaum PRIA yah..,
Padahal kan wanita masih lebih banyak dari PRIA..,
Buat PRIA2 cari kerja donk, biar gak malu2in di depan wanita.., Tapi susah juga sih soalnya Lapangan pekerjaan yang masih terbatas..,
Buat semuanya SALAM KENAL !!!
[Reply]
hmm.. artikel yang menarik.. yah mungkin, kalau perempuan biasanya ada cuti hamil yang cukup lama. Kalau laki-laki kan tidak mungkin cuti hamil.. hahahahah.. Kalau cuti, berarti kuota produksi bisa nggak tercapai padahal tetap memberi gaji. Biasanya itu yang jadi pertimbangan
Tapi untungnya sekarang wanita sudah lebih dihargai dan dipertimbangkan dalam sektor pekerjaan meski dalam sektor lain masih direndahkan (cth :poligami)
[Reply]
Entrepreneur is the answer..
[Reply]
ngomong-ngomong masalah lowongan bgmn kl buka lowongan kerja he.. hee
[Reply]
makasih posting yg bermanfaat ini.
[Reply]
selamat siang semuanya, postingannya oke nih, kalau bole tau, ada yang tau ga ya kalau mau cari jurnal atau postingan ttg perbedaan kesejahteraan psikologi antara pria dan wanita itu dimna? saya sudah coba cari di google, tapi kurang bgitu banyak, tepatnya belum ada yg mendekati >.< thx kalau ada informasinya ya
[Reply]
waaah…pengangguran pria lebih banyak ? memang isu gender masih berpengaruh bagi lowongan pekerjaan, tapi harus diketahui bahwa terkadang wanita lebih baik dari pria karena mereka termasuk sabar dalam menghandle pekerjaan..heheee
[Reply]