2:57 am - Jumat Mei 18, 2012
Home » Keluarga » Ketaatan Istri yang Disalahartikan Berujung KDRT

Ketaatan Istri yang Disalahartikan Berujung KDRT

Ketaatan Istri yang Disalahartikan Berujung KDRT

ilustrasi (wariyaha)

Psikologi Zone – Pemahaman yang salah tentang ketaatan seorang istri dapat memicu adanya kekerasan dalam hubungan rumah tangga (KDRT). Hal ini akan diperparah dengan menafsirkan istri yang taat akan membentuk relasi hubungan yang seimbang. Justru mengartikan seperti ini berdampak pada hubungan relasi yang tidak berimbang, merugikan satu pihak, dan tidak subordinatif.

Hal ini disampaikan oleh Ir Giwo Rubianto MPd, Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera dan KH Husein Muhammad, Komisioner Komnas Perempuan.

Berdasarkan fakta, menunjukkan 143.500 wanita mengalami korban kekerasan baik fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran ekonomi. Bahkan 95 persen pelaku kekerasan adalah suami mereka sendiri dan terjadi di dalam rumah.

Menurut Rubianto, “Selama ini banyak kasus perempuan dipaksa taat tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama. Hal ini tidak benar. Baik suami maupun istri perlu membaca UU PKDRT agar tidak terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga. Prinsip keseimbangan antara suami dan istri sebenarnya telah dimandatkan oleh Undang-Undang Perkawinan.”

KH Husein menjelaskan, pernikahan merupakan jalinan kehidupan yang saling berbagi kasih, cinta, kebahagiaan, dan ketenangan antara suam, istri, dan keluarganya. Suami dan istri alangkah baiknya bila saling melengkapi, karena setiap orang punya kelemahan dan sama-sama membutuhkan. (mba-kmp)

Rating Berita Menarik:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
garis
garis
Discount School Supply - Extreme Bargains
Dapatkan update terbaru via Twitter @psikologizone. Atau, gabung komunitas Psikologi Zone di Facebook.


Tes Kepribadian Online