Gender Tak Sama Dengan Jenis Kelamin

Ilustrasi (wordpress)

Bagi beberapa orang, ada yang berpendapat bahwa gender dan seks (jenis kelamin) itu sama. Padahal, sebenarnya dua hal tersebut sangat berbeda. Meski demikian, keduanya punya fungsi yang sama, yakni membedakan.

Gender dapat diartikan sebagai pembagian peran yang didasarkan pada tuntutan, norma, dan aturan yang berlaku. Sederhanya, gender adalah dimensi sosial dari seks. Konstruksi sosial berperan penting dalam pembentukan gender. Contoh, laki-laki digambarkan sebagai sosok yang tegar, kuat dan tidak boleh menangis. Padahal, tak semua laki-laki punya karakter seperti itu. Orangtua, mulai dari zaman dulu mendidik anak laki-laki untuk bersikap seperti apa yang diinginkan oleh lingkungan.

Hal yang sama berlaku untuk perempuan. Seorang perempuan digambarkan sebagai sosok yang lembut, penuh kasing sayang, pandai memasak, dan seterusnya. Mulanya, perempuan digambarkan sebagai konco wingking atau hanya sebagai pelengkap para lelaki. Bahkan ada sebuah guyonan yang mengatakan bahwa tugas perempuan itu 3 M: macak, masak, lan manak, yaitu berdandan, memasak, dan beranak. Namun, seiring perkembangan zaman, tugas perempuan mengalami pergeseran.

Seks (jenis kelamin) adalah identitas manusia berdasar dimensi biologis yang dibawa sejak lahir, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya, gender dan seks, berfungsi untuk membagi manusia ke dalam jenis tertentu.