Hingga sekarang sudah banyak beberapa kajian dalam hal intelegensi atau tingkat IQ seseorang. Menurut Kohstan, intelegensi dapat dikembangkan, namun hanya sebatas segi kualitasnya, yaitu pengembangan akan terjadi sampai pola pada batas kemampuan saja, terbatas pada segi peningkatan mutu intelegensi, dan cara cara berpikir secara metodis.
Intelegensi orang satu dengan yang lain cenderng berbeda-beda. Hal ini karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor yang mempengaruhi intelegensi antara lain sebagai berikut:
Faktor Bawaan
Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Oleh karena itu, di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang bodoh, agak pintar. Dan pintar sekali, meskipun mereka menerima pelajaran dan pelatihan yang sama.
Faktor Minat dan Pembawaan yang Khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar,sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.
Faktor Pembentukan
Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Di sini dapat dibedakan antara pembentukan yang direncanakan, seperti dilakukan di sekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam sekitarnya.
Faktor Kematangan
Dimana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ manusia baik fisik mauapun psikis, dapat dikatakan telah matang, jika ia telah tumbuh atau berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
Oleh karena itu, tidak diherankan bila anak anak belum mampu mengerjakan atau memecahkan soal soal matematika di kelas empat sekolah dasar, karena soal soal itu masih terlampau sukar bagi anak. Organ tubuhnya dan fungsi jiwanya masih belum matang untuk menyelesaikan soal tersebut dan kematangan berhubungan erat dengan faktor umur.
Faktor Kebebasan
Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kelima faktor diatas saling mempengaruhi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Jadi, untuk menentukan kecerdasan seseorang, tidak dapat hanya berpedoman atau berpatokan kepada salah satu faktor saja.
Daftar pustaka
Jaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara


pertamaxxx gag yah???
[Reply]
hihihihi iya ternyata
mantab nih artikelnya…

thanks kag
[Reply]
wah keduluan ina nih.hiks…..
[Reply]
mantap nih infonya gan,lagi-lagi
[Reply]
wah info bagus sob tentang IQ. kapan2 posting tentang IQ jongkok ya ^_^. thank’s
[Reply]
yups…. setuju bro dengan info di atas. nice post n sukses selalu
[Reply]
posting bagus kawan…intelligent kecerdasan ciptaan ilahi
[Reply]
setuju juga
[Reply]
nice info!!!!
[Reply]
wah… kalo soal matematika, walau waktu mia masih kecil dan pas udah gede, tetep aja bego kalo dah menyangkut matematika hahahaha
[Reply]
jadi itu ya yang mempengaruhi kecerdasan manusia..
thanks infonya sob…
salam hangat,
[Reply]
hehehe kalo aku karena faktor apa ya
kayanya inteligen aku rendah ^_____^ faktor bawaan kayanya
[Reply]
yang ini pade mesti ngerti nih boss…
postingan mantab..dan makasih deh….
[Reply]
wah jadi nambah wawasan nih sob. Tapi menurutku faktor yang paling menentukan adalah Faktor Minat dan Pembawaan karena kalau kita sudah minat/suka kita akan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dengan hasil maksimal…, dan tanpa merasa di paksa untuk melakukannya hal tersebut. thanks
[Reply]
artikel yg bagus nih kawan, dan mungkin peru di tambahkan EQ artikel nya. biar makin lengkap.
[Reply]
Wah…selama ini yang saya tau cuma faktor minat dan pembentukan aja mas…
Hmmm…ternyata masih banyak faktor lainnya yah…
Makasih udah mau share
[Reply]
faktor makanan?
[Reply]
Betul banget ini..!! bagi ane, yg mempengaruhi segala macam bentuk nilai positif pada anak itu ya pada masa dia tumbuh berkembang. Yang paling penting jgn sampai si anak stres, soalnya ane punya pengalaman dengan curhatan beberapa temen yg suka konflik sma org tuanya… hasilnya memang berpengaruh membentuk kelemahan mereka.. baik itu intelegensi, kepribadian, sampe bentuk fisik juga.. ^^ .. (agak ngelantur y komennya hehehe… )
[Reply]
faktor intelegency salah satunya sangat berperan dalam kecerdasan kemampuan dasar matematika atau kognitif, trims artikelnya
[Reply]
the best artikel……
[Reply]
wuihh infonya mantap sob ., izin copy artikel nya sobb .,
[Reply]