
Ilustrasi (sekitarkita)
Sering kita menggunakan kata emansipasi tanpa tahu apa makna dari kata tersebut. Maka, ada baiknya bila kita merunut dari sejarah. Emansipasi di Indonesia diawali oleh R.A Kartini. Pada saat itu, beliau menuntut adanya kesetaraan agar wanita memiliki kesempatan yang sama besar dengan laki-laki. Dalam hal ini, yang beliau tuntut adalah kesempatan untuk belajar dan bekerja. Tidak lebih.
Kartini, dinikahi oleh Bupati Rembang yang pernah menikah tiga kali. Walau pun dinikahi seorang Bupati, tidak serta merta Kartini bisa mendapat kebebasan untuk belajar. Pada jaman itu, tugas seorang istri hanyalah sebagai pelengkap. Bisa jadi, hanya sebagai teman tidur dan pemberi keturunan.
Walau dengan kondisi demikian, beliau tidak menyerah. Seorang Kartini memiliki kemauan besar untuk belajar. Dia belajar dari koran, majalah serta berkorespodensi dengan sahabat-sahabat yang berasal dari luar negeri. Eropa. Kartini pun memiliki sahabat pena di Belanda. Walaupun saat itu, Belanda menjajah Indonesia. Melalui surat dan majalah, beliau melihat perjuangan wanita Eropa untuk mendapatkan kebebasan, otonomi, dan persamaan hukum sebagai bagian yang lebih luas.
Dari sejarah singkat yang telah dijelaskan, emansipasi dapat diartikan sebagai sebuah kesetaraan hak dan gender antara pria dan wanita. Hanya saja, sulit untuk menentukan sampai mana batasnya. Tidak ada standar atau pakem tertentu. Hak, adalah sebuah hal yang sifatnya sangat subjektif dan personal.
Bila pada masa Kartini, yang harus disetarakan adalah kesempatan untuk belajar dan bekerja. Maka, agak sulit untuk menentukan pada bidang mana lagi emansipasi harus diisi dan ditegakkan. Hampir semua bidang dan aspek dalam kehidupan saat ini telah diisi oleh wanita. Berbagai bidang pekerjaan pun bisa dikatakan ada versi wanita. Sopir bus, tukang parkir, koki, arsitek, hingga Presiden.
Yang patut disayangkan kata emansipasi saat ini, bisa dikatakan kebablasan. Bila ada satu dua hal yang dirasa tidak adil, para aktivis akan berteriak. “sekarang sudah jamannya emansipasi, wanita berhak untuk itu!”. Sehingga, kita perlu meredefinisi dan merenungkan makna serta pengertian dari emansipasi itu sendiri.
| Tweet |





