Pengertian semangat kerja menurut Nitisemito (1992), semangat dan gairah kerja sulit untuk dipisah-pisahkan meski semangat kerja memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap semangat kerja. Dengan meningkatnya semangat dan gairah kerja, maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dan semua pengaruh buruk dari menurunnya semangat kerja seperti absensi dan selanjutnya akan dapat diperkecil dan selanjutnya menaikkan semangat dan gairah kerja yang berarti diharapkan juga meningkatkan produktivitas karyawan.
Semangat kerja dapat diartikan sebagai semacam pernyataan ringkas dari kekuatan-kekuatan psikologis yang beraneka ragam yang menekan sehubungan dengan pekerjaan mereka. Semangat kerja dapat diartikan juga sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat di dalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan di dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif.
Determinan Semangat Kerja
Zainun (1991) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya semangat kerja. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah
1. Hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan bawahan terutama antara pimpinan kerja sehari-hari langsung berhubungan dan berhadapan dengan para bawahan.
2. Kepuasan para petugas terhadap tugas dan pekerjaannya karena memperoleh tugas yang disukai sepenuhnya.
3. Terdapat satu suasana dan iklim kerja yang yang bersahabat dengan anggota organisasi, apabila dengan mereka yang sehari-hari banyak berhubungan dengan pekerjaan.
4. Rasa pemanfaatan bagi tercapainya tujuan organisasi yang juga merupakan tujuan bersama mereka yang harus diwujudkan secara bersama-sama pula.
5. Adanya tingkat kepuasan ekonomis dan kepuasan nilai lainnya yang memadai sebagai imbalan yang dirasakan adil terhadap jarih payah yang telah diberikan kepada organisasi.
6. Adanya ketenangan jiwa, jaminan kepastian serta perlindungan terhadap segala sesuatu yang dapat membahayakan diri pribadi dan karier dalam perjalanan
Menurut Nawawi (2003), faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja adalah
1. Minat seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan. Seseorang yang berminat dalam pekerjaannya akan dapat meningkatkan semangat kerja
2. Faktor gaji atau upah tinggi akan meningkatkan semangat kerja seseorang
3. Status sosial pekerjaan. Pekerjaan yang memiliki status sosial yang tinggi dan memberi posisi yang tinggi dapat menjadi faktor penentu meningkatnya semangat kerja
4. Suasana kerja dan hubungan dalam pekerjaan. Penerimaan dan penghargaan dapat meningkatkan semangat kerja
5. Tujuan pekerjaan. Tujuan yang mulia dapat mendorong semangat kerja seseorang
Menurut Nitisemito (1992), ada beberapa cara untuk meningkatkan semangat kerja karyawan. Caranya dapat bersifat materi maupun non materi, seperti antara lain :
1. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan
2. Memperhatikan kebutuhan rohani
3. Sekali-kali perlu menciptakan suasana kerja yang santai yang dapat mengurangi beban kerja
4. Harga diri karyawan perlu mendapatkan perhatian
5. Tempatkan para karyawan pada posisi yang tepat
6. Berikan kesempatan pada mereka yang berprestasi
7. Perasaan aman menghadapi masa depan perlu diperhatikan
8. Usahakan para karyawan memiliki loyalitas dan keperdulian terhadap organisasi
9. Sekali-kali para karyawan perlu diajak berunding untuk membahas kepentingan bersama
10. Pemberian insentif yang terarah dalam aturan yang jelas
11. Fasilitas kerja yang menyenangkan yang dapat membangkitkan gairah kerja
Menurut Nitisemito (1992), faktor-faktor untuk mengukur semangat kerja adalah :
1. Absensi karena absensi menunjukkan ketidakhadiran karyawan dalam tugasnya. Hal ini termasuk waktu yang hilang karena sakit, kecelakaan, dan pergi meninggalkan pekerjaan karena alasan pribadi tanpa diberi wewenang. Yang tidak diperhitungkan sebagai absensi adalah diberhentikan untuk sementara, tidak ada pekerjaan, cuti yang sah, atau periode libur, dan pemberhentian kerja.
2. Kerja sama dalam bentuk tindakan kolektif seseorang terhadap orang lain. Kerjasama dapat dilihat dari kesediaan karyawan untuk bekerja sama dengan rekan kerja atau dengan atasan mereka berdasarkan untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, kerjasama dapat dilihat dari kesediaan untuk saling membantu di antara rekan sekerja sehubungan dengan tugas-tugasnya dan terlihat keaktifan dalam kegiatan organisasi.
3. Kepuasan kerja sebagai keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan di mana para karyawan memandang pekerjaan mereka.
4. Kedisiplinan sebagai suatu sikap dan tingkah laku yang sesuai peraturan organisasi dalam bentuk tertulis maupun tidak. Dalam prakteknya bila suatu organisasi telah mengupayakan sebagian besar dari peraturan-peraturan yang ditaati oleh sebagian besar karyawan, maka kedisiplinan telah dapat ditegakkan.
Daftar Pustaka
Darmawan, Didit. Variabel Semangat Kerja dan Indikator Pengukurannya. Surabaya: STIE Mahardhika


Maaf sobat terlambat dateng…
Kunjungan Malem…
Nice info sob!
[Reply]
dari dulu saya sangat suka ilmu psikologi, saya sangat suka blog ini, follownya dimana ya..?
[Reply]
a nice blog,,,, salam kenal sobat,,,,
[Reply]
mampir sobat …
keren web nya gan… MANTABS
[Reply]
berkunjung kesini betah sob,templat dan arikelnya bagus…
[Reply]
yang membuat kita semangat kerja adalah kita mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat kita…
[Reply]
betul sekali… tpi point utamanya.. gaji yg memadai… tunjangan kesehatan yg bagus.. ansurasi jiwa yg baik.. dan lingkungan kerja yg enak.. itu saj… btw lama tk berkunjung kesini.. makin bagus aj ini blog gan..
[Reply]
infonya mantab sobat..thx
[Reply]
visiting here again friend mantabs tuh inponya hohoho
[Reply]
betul gan, gaji yang sesuai ama fasilitas yang menunjang pekerjaan serta sistem reward dapat pula mendongkrak kinerja qe3 karena kita merasa aman secara finansial dan nyaman dalam mengembangkan potensi
[Reply]
saya masih mengejar posisi itu…
[Reply]
sepakat berat, gan. gaji yang sesuai dengan pekerjaan, fasilitas yang mendukung dan sistem reward berupa insentif emang pas buat mendongkrak kinerja dan spirit
salam kenal…
[Reply]
mana buku tamunya? kok nga ada?
[Reply]
Jika pimpinan tidak kompak dan bisanya hanya menekan dan memberikan setumpuk pekerjaan kepada bawahan , dan kalau dapat pasilitas tunjangan dan sebagainya tidak mau berbagii kepada bawahannya, hal ini membuat para bawahan menjadi kurang semangat untuk berkeja.
yg disebut dengan demen dan sayang, artinya demen nyuruh tapi sayang ngasih duit.
[Reply]
wah.,artike yang cukup menarik. hal itu terjadi di kantor gw sekrang., kyknnya bos gw udah menerapkan itu semua., jadi karyawan juga pada betah di sini., ijin unduh ya., bwt baca2 klo lagi iseng., thx
[Reply]
kunjungan baik gan! info yang mantapz!!!
[Reply]
wow.. apapun bisa jadi semangat kerja qt untuk memacu menjadi seorang yg fokus n professional dalam kerja, semangat dan motivasi sangat diperlukan untuk memacu seseorang dalam bekerja.
Thanks for sharing!
[Reply]
KAlo ane setuju dengan point “Minat seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan. Seseorang yang berminat dalam pekerjaannya akan dapat meningkatkan semangat kerja”
Bener bangets rasanya, walau belum dapat apa-apa aku sangat minat bangets dengan dunia blog. MAkasih ya share infonya
[Reply]
Sip infonya sob, semoga brguna bagi orang lain
[Reply]
Bekerja akan semangat bila hasil yang didapat minimalnya mencukupi atau ada lebih yang di dapat.
[Reply]
betul sekali sahabat, semangat kerja akan semakin meningkat apabila ada kepastian akan jenjang karir …!
[Reply]
hmm, yg bikin semangat tentu saja fasilitas(salary, kepastian karir, fasiliatas klrga,dll) yg sgt memuaskan, bg kryawan. so, krj jd lbh fokus n semangat…produktivitas tinggi deh…he3…
[Reply]
kunjungan siang hari sob..
keren artikel etos kerja na..
pas banget bwt gw..
kckckc
[Reply]
thanks ya ats info nya
[Reply]
semangat kerja saya kadang naik kadang turun, gimana yah solusinya?
makasih…
[Reply]