<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; Psikologi Kepribadian</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/category/psikologi-kepribadian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Portal informasi psikologi, ilmu psikologi, dan terapan psikologi. Membahas trauma, stress, depresi, perkembangan, sosial, dan gejala psikologis lain.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Foto Profil Facebook Dapat Meningkatkan Harga Diri</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/foto-profil-facebook-dapat-meningkatkan-harga-diri/065114949</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/foto-profil-facebook-dapat-meningkatkan-harga-diri/065114949#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 05:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=4949</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Sebuah penelitian menemukan bahwa Facebook dapat memiliki pengaruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_4950" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/01/Foto-Profil-Facebook-Dapat-Meningkatkan-Harga-Diri.jpg" alt="Foto Profil Facebook Dapat Meningkatkan Harga Diri" title="Foto Profil Facebook Dapat Meningkatkan Harga Diri" width="250" height="166" class="size-full wp-image-4950" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (creativefan)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Sebuah penelitian menemukan bahwa Facebook dapat memiliki pengaruh positif terhadap harga diri seseorang. Hal ini terjadi karena Facebook memungkinkan mereka untuk menempatkan foto wajah terbaik sebagai foto profil. Penelitian ini dilakukan oleh Jeffrey Hancock, profesor komunikasi di Cornell University, dalam jurnal Cyberpsychology.</p>
<p>Hancock mengatakan bahwa pengguna dapat memilih apa yang mereka ingin ungkapkan tentang diri mereka sendiri dan melakukan filter pada hal yang mencerminkan keburukan. Umpan balik dari teman saat foto profil dipublikasikan juga cenderung sangat positif. Ini akan meningkatkan harga diri pemilik akun.</p>
<p>Tidak seperti sebuah cermin, ketika kita bercermin, kemungkinan muncul efek negatif muncul sehingga harga diri menurun. Facebook justru akan menunjukkan versi positif dari diri kita sendiri. </p>
<p>&#8220;Bukan versi yang menipu diri, tetapi yang positif.&#8221; Kata Hancock, dikutip dari Science Daily.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan percaya diri ketika ada seseorang mendapatkan umpan balik yang jauh lebih positif pada foto mereka. Bahkan, mereka yang telah melakukan <em>editing</em> foto profil Facebook, memiliki harga diri tertinggi.</p>
<p>&#8220;Bagi banyak orang, ada asumsi bahwa internet merupakan sesuatu yang buruk. Ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa ada manfaat psikologis dari Facebook,&#8221; ungkap Hancock.</p>
<p>Hancock melakukan penelitian bersama Amy Gonzales yang mendapatkan gelar Ph.D dari Communication Department at Cornell pada tahun 2010. (mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/foto-profil-facebook-dapat-meningkatkan-harga-diri/065114949/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Kepribadian Mempengaruhi Berat Badan</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/ternyata-kepribadian-mempengaruhi-berat-badan/065113539</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/ternyata-kepribadian-mempengaruhi-berat-badan/065113539#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 03:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan dipengaruhi kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan kepribadian dengan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian mempengaruhi berat badan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3539</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata ciri-ciri kepribadian seseorang dapat berhubungan dengan berat badan dan indeks massa tubuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3541" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/07/berat-badan.gif" alt="Ternyata, Kepribadian Mempengaruhi Berat Badan" title="Berat Badan" width="209" height="132" class="size-full wp-image-3541" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (savvy-diets)</p></div>
<p>Ternyata ciri-ciri kepribadian seseorang dapat berhubungan dengan berat badan dan indeks massa tubuh. Kesimpulan ini dipublikasikan dalam Journal American Psychological Association (APA), Psikologi Kepribadian dan Sosial dikutip dari Science Daily. </p>
<p>Penelitian yang dipimpin oleh R. Angelina Sutin, PhD  ini menyebutkan, orang dengan ciri-ciri kepribadian neurotisisme (ketidakseimbangan mental menyebabkan stress) yang tinggi cenderung kehilangan berat badan sepanjang hidup mereka. Sedangkan kepribadian impulsif (emosi tidak stabil) yang tinggi dapat mempengaruhi mereka untuk mengalami kelebihan berat badan.</p>
<p>Untuk mempertahankan berat badan yang sehat, biasanya perlu untuk memiliki pola makan yang sehat dan program berkelanjutan dari aktivitas fisik. Semua membutuhkan komitmen dan kontrol diri, yang mungkin sulit bagi individu yang punya kepribadian sangat impulsif. </p>
<p>Meskipun berat badan cenderung meningkat secara bertahap sepanjang usia, kenaikan berat badan yang lebih besar terjadi pada mereka yang berkepribadian impulsif.</p>
<p>Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa orang impulsif rentan pada pola hidup seperti makan berlebihan dan mengkonsumsi alkohol. Pola-pola perilaku seperti ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dari waktu ke waktu. </p>
<p>Diharapkan dengan lebih jelasnya identifikasi antara kepribadian dan kecenderungan obesitas, perawatan medis dan psikologis lebih disesuaikan lagi untuk masyarakat. Terapi dengan mengutamakan pola hidup dan olahraga mungkin lebih efektif untuk mereka yang ekstrovert daripada introvert. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/ternyata-kepribadian-mempengaruhi-berat-badan/065113539/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Ini Mengaku Laki-laki dan Menikahi Wanita Janda</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/wanita-ini-mengaku-laki-laki-dan-menikahi-wanita-janda/065113363</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/wanita-ini-mengaku-laki-laki-dan-menikahi-wanita-janda/065113363#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 03:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[wanita mengaku laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[wanita mengaku laki laki dan menikahi wanita janda]]></category>
		<category><![CDATA[wanita menikahi wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3363</guid>
		<description><![CDATA[Aceh, Psikologi Zone &#8211; Sri Sunarsih, wanita yang telah menikahi Dian Mariam binti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3365" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/07/sri-209x132.gif" alt="Wanita Ini Mengaku Laki-laki dan Menikahi Wanita Janda" title="Sri Sunarsih" width="209" height="132" class="size-medium wp-image-3365" /><p class="wp-caption-text">Sri Sunarsih (trbn)</p></div>
<p><strong>Aceh, Psikologi Zone</strong> &#8211; Sri Sunarsih, wanita yang telah menikahi Dian Mariam binti Mustaqim (21), seorang janda pada Maret 2006, mengaku dirinya adalah laki-laki. Wanita ini tidak menerima hasil pemeriksaan dokter spesialis kandungan RSUD Aceh Tamiang yang memberikan hasil bahwa dirinya adalah perempuan. </p>
<p>Wanita dengan nama laki-laki Eriq Prakarsa Syahputra membuat pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kondisinya ke psikolog. Wanita yang berasal dari Kompleks bekas Pabrik Es Petejo, Desa Buket Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang ini ketahuan setelah dua bulan menikah. Keduanya mengaku saling mengenai dari hubungan handphone yang salah sambung, Maret 2006 lalu. </p>
<p>Saat ini kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dokter dan kemudian dilanjutkan pemeriksaan ke psikolog untuk mendapatkan bimbingan konseling. Ini untuk mengetahui Sri mengalami gangguan jiwa atau tidak.</p>
<p>Menurut AKP Imam Asfali, Sri selalu bersikukuh dirinya adalah laki-laki dan pihak keluarga sendiri mengatakan ada yang salah dengan dirinya.</p>
<p>Setelah Sri mendapatkan pemeriksaan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang, ia memang terbukuti berjenis kelamin wanita. Ini memang menjadi alat yang kuat bahwa dia memang laki-laki. Namun, pihak kepolisian membuat semakin bingung karena Sri selalu ngotot bahwa dirinya laki-laki. Inilah yang membuat pihak kepolisian membawanya ke psikolog. (mba-trbn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/wanita-ini-mengaku-laki-laki-dan-menikahi-wanita-janda/065113363/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gila Berbelanja, Kodrat atau Kebiasan?</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/gila-berbelanja-kodrat-atau-kebiasan/065113324</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/gila-berbelanja-kodrat-atau-kebiasan/065113324#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 12:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sofyan AT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan gemar berbelanja]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab keranjingan belanja]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan hobi berbelanja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3324</guid>
		<description><![CDATA[Psikologi Zone &#8211; Semua mafhum jika banyak perempuan gemar belanja. Meski menguras kantong, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3325" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-medium wp-image-3325" title="Gemar Berbelanja" src="http://images.psikologizone.com/2011/07/gemar-berbelanja-mall-209x132.gif" alt="Gemar Berbelanja" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (Blogspot)</p></div>
<p><strong>Psikologi Zone</strong> &#8211; Semua mafhum jika banyak perempuan gemar belanja. Meski menguras kantong, hobi ini juga punya sisi positif, yakni jika puas berbelanja, seorang perempuan akan tersenyum dan suasana hati pun menjadi berbunga-bunga.</p>
<p>Perilaku gemar belanja pada perempuan ini menarik perhatian seorang profesor psikologi dari University of Hertfordshire, Karen J. Pine. Ia ingin mengetahui, gemar berbelanja ini dikarenakan kodrat atau kebiasaan.</p>
<p>Data penjualan baju mulai mengungkapkan misteri ini. Baju anak perempuan tercatat lebih laris ketimbang baju anak laki-laki. Bahkan, mulai usia empat tahun, baju untuk anak perempuan terjual lebih banyak 20 persen ketimbang baju anak laki-laki.</p>
<p>Kebiasaan membeli baju untuk anak perempuan inilah yang menjadikan seorang anak kelak gemar berbelanja. Sebab, ia melihat ibunya sering membelikan baju untuk dirinya. Jadi, tak heran saat tumbuh dewasa si anak perempuan akan suka belanja juga.</p>
<p>&#8220;Masyarakat kita menilai bahwa penampilan perempuan lebih tinggi dibandingkan pria. Inilah yang membuat baju perempuan lebih laris,&#8221; ujar Pine seperti dinukil dari Daily Mail, Rabu (13/7/11).</p>
<p>Pine juga menyatakan, anak perempuan seringkali diajak ibunya berbelanja sedangkan anak laki-laki diajak ayahnya menonton pertandingan bola. Anak-anak akan mencontoh perilaku ini kelak. (sa &#8211; tmpi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/gila-berbelanja-kodrat-atau-kebiasan/065113324/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Diri Cenderung Menurun Setelah Melihat Model Iklan</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/harga-diri-cenderung-menurun-setelah-melihat-model-iklan/065113185</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/harga-diri-cenderung-menurun-setelah-melihat-model-iklan/065113185#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 07:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri menurun]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri menurun setelah melihat model iklan]]></category>
		<category><![CDATA[media mempengaruhi harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[melihat model iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3185</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda, kita tidak sadar saat melihat iklan dan poster produk tertentu akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3187" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/07/model-iklan.gif" alt="Harga Diri Cenderung Menurun Setelah Melihat Model Iklan" title="Wanita Model" width="209" height="132" class="size-full wp-image-3187" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (hairstylesarea)</p></div>
<p>Tahukah anda, kita tidak sadar saat melihat iklan dan poster produk tertentu akan mempengaruhi harga diri kita. Hal ini menjadi sangat terasa bagi wanita yang melihat beberapa model wanita lain di beberapa media iklan dan produk tertentu. </p>
<p>Menurut penelitian dari Journal of Consumer Research dikutip Science Daily (20/10/09), Harga diri wanita yang mengalami kegemukan akan merosot ketika mereka melihat foto-foto model wanita lain. Bahkan sebaliknya, harga diri wanita kurus justru meningkat, terlepas dari ukuran model yang dilihat.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan oleh Dirk Smeesters (Erasmus University, Belanda), Thomas Mussweiler (Universitas Cologne, Jerman), dan Naomi Mandel (Arizona State University).</p>
<p>Penelitian ini menemukan adanya perubahan harga diri ketika wanita melihat model wanita lain di majalah, koran, televisi dan lain-lain. Ini menunjukkan bagaimana media mempengaruhi harga diri wanita yang kelebihan berat badan dan kurus. </p>
<p>Harga diri wanita kurus akan cenderung meningkat, terlepas dari bentuk tubuh model yang mereka lihat. Di sisi lain, harga diri wanita yang kelebihan berat badan cenderung menurun, terlepas dari bentuk tubuh model yang mereka lihat. Lebih mengejutkan lagi, wanita dengan kelebihan berat badan dan kurus memiliki tingkat harga diri yang sebanding bila mereka tidak sedang melihat model wanita lain di majalah atau media lainnya.</p>
<p>Iklan juga mempengaruhi perilaku wanita ketika makan dan berolahraga. Misalnya, wanita yang kelebihan berat badan akan cenderung makan lebih sedikit dan memiliki niat lebih tinggi untuk diet dan olahraga ketika melihat model majalah yang lebih langsing dan ideal.</p>
<p>Melihat fenomena ini, memang lebih baik wanita dengan kelebihan berat badan untuk menghindari melihat iklan dengan model yang langsing dan ideal seperti halnya majalah wanita pada umumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/harga-diri-cenderung-menurun-setelah-melihat-model-iklan/065113185/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Homoseksual, Pilihan atau Gangguan Seksual?</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/homoseksual-pilihan-atau-gangguan-seksual/065113122</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/homoseksual-pilihan-atau-gangguan-seksual/065113122#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 00:41:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>
		<category><![CDATA[orientasi seksual]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=3122</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Psikologi Zone &#8211; Homoseksual di kalangan masyarakat sangatlah dianggap tabu. Inilah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3124" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/07/homoseksual-209x132.gif" alt="Homoseksual, Pilihan atau Gangguan Seksual?" title="Homoseksual" width="209" height="132" class="size-medium wp-image-3124" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (steadyhealth)</p></div>
<p><strong>Jakarta, Psikologi Zone</strong> &#8211; Homoseksual di kalangan masyarakat sangatlah dianggap tabu. Inilah yang membuat pemahaman mereka menjadi sangat sempit.</p>
<p>Masih banyak masyarakat yang meyakini homoseksual sebagai kelainan jiwa dan sebuah gangguan. Mereka yang homoseksual disarankan untuk segera menjalani terapi dan perawatan untuk mengubah orientasi seksual.</p>
<p>Perubahan seksual diartikan hanya sebagai gaya hidup mereka yang memilih homoseksual sebagai bentuk perubahan hidup mereka. Lalu, apa homoseksual dapat disembuhkan?</p>
<p>American Psychological Association (APA), memberikan penjelasan bahwa homoseksual tidak dapat disembuhkan. Mengapa? Karena homoseksual bukan sebuah gangguan mental atau jiwa. Mereka yang mengalami homoseksual harusnya mendapatkan dukungan baik dari segi pendidikan dan sosial.</p>
<p>Para peneliti dan psikolog belum dapat memastikan, apakah homoseksual berhubungan dengan genetik atau pengaruh sosial dan tidak adanya kasih sayang. Walaupun beberapa penelitian menyebutkan adanya pengaruh gen.</p>
<p>&#8220;Sayangnya beberapa penelitian orientasi seks terutama perubahan yang menyertainya masih salah dalam desain. Penelitian yang salah dalam hal metodologi dan desain penelitian juga berujung kesalahan pada hasil penelitian &#8221; kata Glassgold, ketua satuan tugas khusus APA. (mba-ini)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/homoseksual-pilihan-atau-gangguan-seksual/065113122/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Kecenderungan Berhutang agar Harga Diri Naik</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/hati-hati-kecenderungan-berhutang-agar-harga-diri-naik/065112989</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/hati-hati-kecenderungan-berhutang-agar-harga-diri-naik/065112989#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 07:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[kecenderungan berhutang]]></category>
		<category><![CDATA[memakai kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[meminjam uang]]></category>
		<category><![CDATA[rela berhutang]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=2989</guid>
		<description><![CDATA[Tidak jarang orang lebih memilih membeli barang-barang mewah hanya untuk meningkatkan status dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2402" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/06/berbelanja-209x132.gif" alt="Hati-hati, Kecenderungan Berhutang agar Harga Diri Naik" title="Wanita Berbelanja" width="209" height="132" class="size-medium wp-image-2402" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi (littleredbook)</p></div>
<p>Tidak jarang orang lebih memilih membeli barang-barang mewah hanya untuk meningkatkan status dan harga diri mereka. Kalaupun mereka tidak mempunyai uang tunai, cara yang paling mudah dilakukan adalah meminjam uang atau memilih menggunakan kartu kredit untuk membelinya.</p>
<p>Hal ini terbukti dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Niro Sivanathan, peneliti dari London Business School dan Nathan Pettit dari Cornell University dalam Journal Social Psychological and Personality Science dikutip dari Health Day.</p>
<p>Dalam sebuah studi tersebut, relawan menyelesaikan sebuah tes, dan kemudian beberapa peserta diberitahu bahwa mereka mendapatkan hasil yang buruk, itu menunjukkan mereka sangat tidak cerdas, sementara yang lain diberitahu bahwa mereka melakukannya dengan baik. </p>
<p>Semua sukarelawan kemudian ditanya bagaimana mereka bisa membayar untuk sebuah produk yang telah mereka akan beli. Orang-orang yang merasa terhina karena hasil tes buruk, lebih mungkin mengatakan bahwa mereka akan menggunakan kartu kredit. </p>
<p>Dalam eksperimen lain, 75 mahasiswa disuruh berpikir tentang sepasang sepatu eksklusif, celana jeans dari desainer kelas tinggi, sedangkan 75 siswa lainnya diperintahkan untuk berpikir tentang membeli barang-barang normal dan biasa saja. Semua siswa kemudian diberikan sebuah tes dan diberitahu bahwa mereka mendapatkan nilai yang buruk. </p>
<p>Siswa yang berpikir tentang barang-barang mahal diberitahu bahwa mereka mendapatkan hasil tes yang buruk. Ketika ditanya soal barang mewah, mereka bersedia membayar 30 persen lebih banyak untuk harga jeans berkelas tinggi. Sekitar 60 persen dari mereka mengatakan akan membayarnya menggunakan kartu kredit. </p>
<p>Siswa yang berpikir tentang barang-barang normal diberi tahu bahwa mereka mendapatkan hasil tes yang buruk, tidak bersedia untuk membayar lebih untuk celana jeans dan tidak mau menggunakan kartu kredit selain uang tunai. </p>
<p>Hal ini sangatlah normal, orang lebih menginginkan barang-barang mewah setelah ego mereka terancam (hasil tes buruk) karena mereka ingin mengangkat harga diri mereka dengan apa yang dapat mereka beli. Bahkan mereka cenderung menggunakan kartu kredit bila tidak mempunyai uang tunai hanya agar mereka bisa mendapatkan barang tersebut. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/hati-hati-kecenderungan-berhutang-agar-harga-diri-naik/065112989/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Pria juga Lebih Memilih Wanita Kaya</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/ternyata-pria-juga-lebih-memilih-wanita-kaya/065112625</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/ternyata-pria-juga-lebih-memilih-wanita-kaya/065112625#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 01:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[pria lebih memilih wanita kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pria memilih wanita kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pria menikahi wanita kaya]]></category>
		<category><![CDATA[wanita kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=2625</guid>
		<description><![CDATA[Inggris, Psikologi Zone &#8211; Ternyata bukan hanya wanita saja yang kadang dikenal menikahi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2626" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img src="http://images.psikologizone.com/2011/06/cinta-209x132.gif" alt="Ternyata Pria juga Lebih Memilih Wanita Kaya" title="Cinta Pria dan Wanita" width="209" height="132" class="size-medium wp-image-2626" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi (myselfanand)</p></div>
<p><strong>Inggris, Psikologi Zone</strong> &#8211; Ternyata bukan hanya wanita saja yang kadang dikenal menikahi pria karena harta yang dimiliki pasangannya, namun pria juga melakukan hal sama tentang ini. Mereka menikahi wanita dengan harta berlimpah agar hidup mereka dapat terjamin dalam hal finansial.</p>
<p>Hal ini bukanlah tanpa alasan, sebuah survei penelitian telah dilakukan oleh pihak asuransi Inggris. Penelitian itu menghasilkan, satu dari dua pria mengaku ingin menikahi wanita karena harta yang dimiliki pasangannya. Tidak peduli dengan usia, status dan sifat apapun dari wanita tersebut, asal ia terjamin kehidupannya. </p>
<p>Menurut beberapa ahli, fenomena ini muncul karena banyak pria ingin kaya di tengah masa krisis finansial dan semakin meningkatnya wanita karir yang berpendapatan tinggi.</p>
<p>Celakanya, dalam survei yang dilakukan menyebutkan, kini para wanita juga tengah berhati-hati dalam memilih pasangan mereka. Sekitar 29 persen wanita berkali-kali melakukan pertimbangan matang untuk memutuskan pria mana yang akan menjadi pasangan hidup mereka. Mereka tidak menginginkan pasangan hanya menjadi benalu dalam kehidupan rumah tangga.</p>
<p>Sebanyak 14 persen wanita justru ingin membuat sebuah kontrak perjanjian pranikah, dimana ini penting ketika mereka akan bercerai nanti. Sedangkan 24 persen lagi menyatakan perjanjian kontrak tidaklah romantis.</p>
<p>Psikolog Beverley Stone mengatakan, &#8220;Saat ini, Pria menikah dengan logika dan pikiran bukan dengan hati.&#8221; Menurut Stone.</p>
<p>Survei ini dilakukan oleh More Than, sebuah perusahaan asuransi dan juga memberikan pesan sponsor: sangatlah penting melindungi keuangan anda, sebelum menikah. (mba-vvn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/ternyata-pria-juga-lebih-memilih-wanita-kaya/065112625/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lapas Membuat Narapidana Homo dan Lesbian</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/lapas-membuat-narapidana-homo-dan-lesbian/065112109</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/lapas-membuat-narapidana-homo-dan-lesbian/065112109#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 12:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Baitul Alim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[lapas membuat narapidana homo]]></category>
		<category><![CDATA[lapas membuat narapidana lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[narapidana homo]]></category>
		<category><![CDATA[narapidana lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[penyimpangan seksual narapidana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://images.psikologizone.com//?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[Bandar Lampung, Psikologi Zone &#8211; Mengagetkan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) ternyata membuat narapidana menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1455" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><img class="size-medium wp-image-1455" title="Lapas Narapidana" src="http://images.psikologizone.com/2011/05/penjara-topnews-209x132.gif" alt="Lapas Membuat Narapidana Homo dan Lesbian" width="209" height="132" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi topnews</p></div>
<p><strong>Bandar Lampung, Psikologi Zone</strong> &#8211; Mengagetkan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) ternyata membuat narapidana menjadi homo dan lesbian. Bayangkan bila mereka bertahun-tahun di dalam penjara dan tidak dapat mengelola hasrat seksual dengan baik, maka homo-homo baru akan muncul.</p>
<p>Bukannya membuat mereka menjadi orang yang baik dari segi mental dan perilaku, justru membuat perilaku seks menyimpang di kalangan narapidana.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Tomi Hendri, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) kelas IA, Bandar Lampung, Sabtu (11/6/11).</p>
<p>Menurutnya, ini bisa terjadi karena tidak ada ruang khusus bagi narapidana untuk melampiaskan hasrat seks dengan pasangan mereka. Kamar khusus ini disebut sebagai kamar biologis, yaitu tempat penyaluran hasrat seksual.</p>
<p>Bila kamar biologis ini dapat terwujud, diharapkan narapidana mempunyai penyaluran yang tepat selama masih di dalam penjara. Kamar ini rencananya dibuat selayaknya kamar yang nyaman, sebab kamar seperti ini tidak bisa hanya dibuat seadanya. </p>
<p>Selama ini Lapas tidak mengizinkan adanya narapidana yang ingin menyalurkan hasrat seksual mereka dengan pasangan. Walaupun di Lapas Bandar Lampung pernah menikahkan narapidana dan menghadirkan penghulu. Namun, untuk masalah biologi tentu menunggu mereka bebas.</p>
<p>Masih ada pro dan kontra atas usulan kamar biologi ini. Banyak dari mereka yang menolak dengan alasan narapidana seharusnya dihukum, bukan diberikan fasilitas yang enak seperti kamar biologis.</p>
<p>Lepas dari pro dan kontra, Tomi mengaku berencana membuat seminar untuk narapidana dengan pembicara seperti dokter, psikolog, dan ahli agama. (mba-trbn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/lapas-membuat-narapidana-homo-dan-lesbian/065112109/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

