<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia &#187; Kepribadian</title>
	<atom:link href="http://www.psikologizone.com/category/psikologi-kepribadian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.psikologizone.com</link>
	<description>Psikologi Zone, hadir sebagai media berita psikologi. Fokus pada pemberitaan terkait kesehatan mental dan perilaku,  baik dari dalam maupun luar negeri.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 12:45:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Prof Harre Analisis Mengapa Orang Menjadi Teroris</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/prof-harre-analisis-mengapa-orang-menjadi-teroris/065116691</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/prof-harre-analisis-mengapa-orang-menjadi-teroris/065116691#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 12:44:10 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6691</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Berbagai aksi kejahatan dalam bentuk tindak kriminal sering kita jumpai,... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/prof-harre-analisis-mengapa-orang-menjadi-teroris/065116691">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6692" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/05/Profesor-Horace-Romano-Harr.jpg" alt="Prof Harre Analisis Mengapa Orang Menjadi Teroris" title="Prof Harre Analisis Mengapa Orang Menjadi Teroris" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6692" /><p class="wp-caption-text">Prof Horace Romano Harre (Fairfax NZ)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Berbagai aksi kejahatan dalam bentuk tindak kriminal sering kita jumpai, termasuk aksi terorisme di berbagai negara. </p>
<p>Salah satu teroris yang paling banyak dibicarakan adalah Al Qaeda. Namun, bagaimana sebetulnya tindak terorisme bisa terjadi?</p>
<p>&#8220;Setiap aktivis Al Qaeda berbeda, namun mereka semua nampaknya memiliki pengalaman yang tidak bahagia. Saat usia mereka sekitar 17 atau 18 tahun, banyak masalah terjadi antara mereka dengan keluarga.&#8221; kata Profesor Profesor Horace Romano Harre, psikolog yang mengajar di Washington DC dan Oxford, Amerika Serikat, dikutip dari Fairfax New Zealand, (16/5).</p>
<p>Bukan hanya itu, masalah internal dalam keluarga diperkuat pihak luar yang ikut mempengaruhi bagaimana cara mereka berpikir.</p>
<p>&#8220;Kondisi keluarga yang tidak sesuai harapan, membuat mereka bertemu dengan seseorang yang mengajaknya masuk dalam kelompok kecil. Perkumpulan ini merupakan bagian dari proses untuk membentuk sikap terorisme.&#8221; lanjut Profesor Horace Romano Harre atau akrab dipanggil Rom Harre.</p>
<p>Ia bekerja dengan CIA untuk menganalisis otobiografi Al Qaeda untuk mengetahui mengapa seseorang bisa menjadi teroris. Namun, menurutnya, tidak ada cara untuk mengetahui siapa yang akan menjadi teroris.</p>
<p>Beberapa tokoh dunia yang sangat misteri dan membuatnya penasaran adalah Pol Pot, Joseph Stalin, dan Adolf Hitler.</p>
<p>&#8220;Saya sangat tertarik, bagaimana mereka bisa melakukan hal keji itu? bagaimana rasanya menjadi Adolf Hitler, misalnya? Saat mereka tertidur, apa yang akan dilakukan besok? Saya mencoba membayangkan apa yang mereka pikirkan, Tidakkah anda merasa sesuatu hal mengerikan ada dalam diri mereka?&#8221; jelas Rom Harre.</p>
<p>Prof Harre, 84, telah menerima gelar doktor kehormatan dari Peru, Finlandia, Belgia dan Denmark, dan dianugerahi Lifetime Achievement Award pada 2009 oleh American Psychological Association.</p>
<p>Walaupun usianya sudah terlalu tua, namun ia tidak berniat pensiun dan tetap melajutkan analisisnya.</p>
<p>&#8220;Saya memutuskan tidak ingin pensiun dan saya sudah memeriksakan diri untuk melawan Alzheimer, semua orang tetap ingin saya bekerja, jadi saya akan bekerja,&#8221; katanya. (fnz/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/prof-harre-analisis-mengapa-orang-menjadi-teroris/065116691/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenali Wajah Seseorang Melalui Bagian Wajah</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/mengenali-wajah-seseorang-melalui-bagian-wajah/065116635</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/mengenali-wajah-seseorang-melalui-bagian-wajah/065116635#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 04:07:51 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6635</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Bagaimana kita mengenali wajah seseorang? Sampai saat ini, sebagaian besar... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/mengenali-wajah-seseorang-melalui-bagian-wajah/065116635">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6636" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/05/wajah.jpg" alt="Mengenali Wajah Seseorang Melalui Bagian Wajah" title="Mengenali Wajah Seseorang Melalui Bagian Wajah" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6636" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (stock.xchg)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Bagaimana kita mengenali wajah seseorang? Sampai saat ini, sebagaian besar penelitian telah menjawab secara holistik atau keseluruhan. Hasil sebuah penelitian baru mengatakan lain dari teori yang sudah ada.</p>
<p>&#8220;Kami melihat per bagian dari wajah seperti mata, hidung, dan mulut yang kemudian memahami hubungan antar bagian tersebut. Cara ini ternyata lebih baik saat mengenali wajah seseorang.&#8221; kata Jason M. Gold, salah satu peneliti dari  Indiana University, rilis Psychological Science (8/3).</p>
<p>Penelitian baru ini diterbitkan dalam jurnal Psychological Science edisi Maret 2012. Para peneliti terdiri dari Jason M. Gold dan Patrick J. Mundy dari Indiana University, satu lagi Bosco S. Tjan dari University of Southern California.</p>
<p>Studi ini menemukan bahwa kinerja seseorang saat mengenali wajah secara holistik tidak lebih baik saat mereka mengenali setiap bagian dari wajah yang ditunjukkan.</p>
<p>&#8220;Anehnya mengenali bagian-bagian wajah lebih baik dari pada mengenalinya secara holistik,&#8221; kata Gold.</p>
<p>Untuk memprediksi kinerja setiap peserta, para peneliti menggunakan model teoritis yang disebut Optimal Bayesian Integrator (OBI). OBI dapat mengukur keberhasilan seseorang dalam seri pengalaman sebuah sumber informasi, yang dalam penelitian adalah bagian-bagian wajah. </p>
<p>Nilai skor saat mengenali wajah dengan mengkombinasikan bagian-bagian wajah harus sama dengan jumlah skor per bagian wajah.</p>
<p>Dalam percobaan pertama, peserta ditunjukkan gambar bagian dari wajah tiga pria dan tiga wanita. Peserta akan melihat satu bagian wajah misalnya mata, kemudian gambar tersebut akan menghilang. Setelah itu enam gambar mata akan ditampilkan secara bersamaan dalam satu layar. Para peserta diminta memilih gambar mata mana yang baru dilihatnya.</p>
<p>Percobaan kedua dilakukan dengan menampilkan keseluruhan wajah dalam bentuk oval. Percobaan kedua ini ditujukan untuk menguji kembali teori sebelumnya melalui metode holistik.</p>
<p>Pada kedua eksperimen yang dilakukan, kinerja peserta dengan metode holistik tidak lebih baik dari pada metode per bagian. Temuan ini mengindikasikan bahwa mengenali bagian-bagian wajah berbeda dengan metode holistik, walaupun kemudian bagian wajah itu dikombinasikan.</p>
<p>&#8220;OBI menawarkan kerangka matematis yang jelas saat mempelajari kembali definisi sebuah konsep,&#8221; jelas Gold.</p>
<p>Temuan tersebut bisa menjadi rujukan dalam memahami gangguan kognitif seperti Prosopagnosia, yaitu ketidakmampuan mengenali wajah. Selain itu bisa membantu untuk membangun perangkat lunak sebagai pengamanan melalui detektor wajah.</p>
<p>Namun, nilai riil dalam penelitian ini menurut Gold, &#8220;Jika Anda ingin memahami kompleksitas dari pikiran manusia, maka memahami proses dasar bagaimana kita memandang sebuah pola dan objek adalah bagian penting dari sebuah teka-teki.&#8221; (mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/mengenali-wajah-seseorang-melalui-bagian-wajah/065116635/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Identitas Seseorang Bisa Hilang Saat Membaca Novel</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/identitas-seseorang-bisa-hilang-saat-membaca-novel/065116592</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/identitas-seseorang-bisa-hilang-saat-membaca-novel/065116592#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 13:47:32 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6592</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Saat seseorang membaca novel fiksi, tanpa sadar ia akan masuk... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/identitas-seseorang-bisa-hilang-saat-membaca-novel/065116592">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6593" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/05/membaca-buku.jpg" alt="Identitas Seseorang Bisa Hilang Saat Membaca Novel" title="Identitas Seseorang Bisa Hilang Saat Membaca Novel" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6593" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (stock.xchg)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Saat seseorang membaca novel fiksi, tanpa sadar ia akan masuk dalam dunia karakter dalam cerita tersebut. Seseorang dimungkinkan merubah pikiran dan perilaku sesuai dengan karakter dalam cerita fiksi.</p>
<p>Pernyataan ini merupakan hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Ohio State University dan diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology. Mereka memeriksa apa yang akan terjadi saat orang membaca cerita fiksi. Studi tersebut menemukan bahwa orang akan merasakan emosi, keyakinan, pikiran dan tanggapan internal menyerupai salah satu tokoh karakter pada dirinya sendiri.</p>
<p>Para peneliti mengatakan, walaupun sementara, dalam sebuah kondisi tertentu, hilangnya pikiran seseorang dimasuki oleh karakter fiksi dapat mengubah perilaku di kehidupan nyata.</p>
<p>Penelitian ini melakukan eksperimen yang menemukan bahwa orang yang awalnya mengalami kesulitan mengambil sebuah pilihan, saat ia dihadapkan dengan karakter dalam cerita fiksi, beberapa hari kemudian ia bisa mengambil keputusan itu dengan mudah.</p>
<p>&#8220;Hal tersebut dapat mengubah Anda tanpa Anda sadari dengan menggabungkan hidupan Anda dengan tokoh karakter yang Anda baca dalam cerita fiksi,&#8221; kata Geoff Kaufman, pemimpin penelitian di Ohio State University seperti dilansir dari medindia, Kamis (10/5).</p>
<p>Kekuatan yang timbul dari sebuah karakter fiksi dapat juga terjadi sepanjang waktu. Kondisi ini bisa terjadi pada orang yang ingin melupakan identitasnya saat membaca novel.</p>
<p>Melalui serangkaian eksperimen, peneliti menyarankan untuk membaca cerita fiksi di balik sebuah cermin. &#8220;Semakin banyak Anda diingatkan melalui wujud identitas pribadi, semakin kecil kemungkinan Anda tenggelam ke dalam identitas karakter fiksi yang Anda dibaca,&#8221; kata Kaufman. (dtk/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/identitas-seseorang-bisa-hilang-saat-membaca-novel/065116592/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingat Mati, Meningkatkan Kualitas Hidup Anda</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/ingat-mati-meningkatkan-kualitas-hidup-anda/065116510</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/ingat-mati-meningkatkan-kualitas-hidup-anda/065116510#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 16:36:14 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6510</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Ingat akan kematian, dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Pernyataan tersebut... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/ingat-mati-meningkatkan-kualitas-hidup-anda/065116510">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6511" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/05/kuburan.jpg" alt="Ingat Mati, Meningkatkan Kualitas Hidup Anda" title="Ingat Mati, Meningkatkan Kualitas Hidup Anda" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6511" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (stock.xchg)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Ingat akan kematian, dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Pernyataan tersebut adalah hasil sebuah penelitian tentang bagaimana seseorang merespon -sadar atau tidak- kematian mereka.</p>
<p>&#8220;Kematian, secara halus berpotensi membuat seseorang menjalani hidup lebih baik lagi,&#8221; kata Kenneth Vail, salah satu peneliti dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review, 5 April 2012.</p>
<p>Para peneliti telah banyak membahas apa yang disebut teori manajemen teror (<em>terror management theory</em>), bahwa kesadaran akan kematian dapat memotivasi seseorang untuk beralih pada sebuah kepercayaan tertentu. Kepercayaan ini akan mengembalikan dirinya pada sebuah arti kehidupan, misalnya kepercayaan agama, budaya atau nasionalisme.</p>
<p>Banyak penelitian sebelumnya yang fokus pada konsekuensi negatif saat kita mengingatkan orang akan kematian, mereka justru berbalik marah bila diingatkan, apalagi bila mereka memiliki keyakinan yang berbeda.</p>
<p>&#8220;Namun, ada bukti lain yang ditunjukkan dari manajemen teror,&#8221; kata peneliti dari University of Missouri, Columbia ini.</p>
<p>Misalnya, saat terjadi bencana seperti serangan teroris 9 November di Amerika Serikat, peristiwa ini dapat membuat orang sadar dan takut akan kematian.</p>
<p>&#8220;Beberapa media berita dan peneliti fokus pada reaksi negatif dari aksi terorisme ini, hingga berakibat terjadinya kekerasan dan diskriminasi pada kaum muslim, namun ada bukti lain yang juga ditemukan, ada grafik peningkatan rasa syukur, harapan dan kepemimpinan yang lebih baik setelah serangan tersebut,&#8221; kata Vail.</p>
<p>Orang yang sadar akan kematian, dapat termotivasi untuk lebih memperhatikan kesehatan fisiologis dan menentukan prioritas hidup mereka. Secara tidak sadar mereka termotivasi untuk memenuhi standar dan keyakinan hidup, membangun hubungan positif, berkontribusi pada sebuah komunitas, dan mendukung perdamaian. (msn/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/ingat-mati-meningkatkan-kualitas-hidup-anda/065116510/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Kognitif Saat Berbicara dengan Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/manfaat-kognitif-saat-berbicara-dengan-diri-sendiri/065116273</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/manfaat-kognitif-saat-berbicara-dengan-diri-sendiri/065116273#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 07:31:37 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6273</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Banyak orang pasti pernah berbicara dengan diri mereka sendiri, setidaknya... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/manfaat-kognitif-saat-berbicara-dengan-diri-sendiri/065116273">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6274" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/04/berpikir-berbicara.gif" alt="Manfaat Kognitif Saat Berbicara dengan Diri Sendiri" title="Manfaat Kognitif Saat Berbicara dengan Diri Sendiri" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6274" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (gatag.net)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Banyak orang pasti pernah berbicara dengan diri mereka sendiri, setidaknya hampir setiap hari atau bahkan setiap jam. Bila dilihat, tujuan perilaku semacam ini seperti tidak rasional. Namun, sebuah penelitian baru mengatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri dapat membantu menentukan langkah mereka.</p>
<p>Mengutip Franklin P. Jones, penulis kutipan motivasi Amerika Serikat, &#8220;Satu keuntungan dari berbicara pada diri sendiri adalah Anda tahu setidaknya diri Anda sendiri yang mendengarkan.&#8221;</p>
<p>Sebuah studi baru awal tahun 2012, dipublikasikan oleh Quarterly Journal of Experimental Psychology, psikolog Gary Lupyan dari University of Wisconsin-Madison dan Daniel Swingley dari University of Pennsylvania melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui apakah berbicara dengan diri sendiri dapat membantu ketika seseorang ingin mencari sebuah objek. </p>
<p>Penelitian ini terinspirasi oleh pengamatan bahwa orang sering terdengar bergumam kepada diri mereka sendiri ketika mencoba untuk menemukan sesuatu. </p>
<p>Dalam percobaan pertama, peserta diperlihatkan 20 foto dari berbagai objek dan diminta untuk mencari satu di antaranya. Dalam beberapa percobaan, peserta melihat label teks berisikan perintah menemukan sebuah objek atau benda. Dalam uji coba lain, subyek yang sama diminta untuk mencari lagi dengan memperbolehkan mereka mengatakan kata pada diri mereka sendiri. </p>
<p>Penelitian ini menemukan bahwa seseorang yang berbicara pada diri mereka sendiri akan lebih cepat menemukan apa yang hendak mereka cari.</p>
<p>Dalam sebuah percobaan tindak lanjut, peserta melakukan tugas belanja virtual di mana mereka melihat foto-foto barang yang biasa ditemukan di berbagai supermarket dan diminta untuk menemukan sebuah barang secepat mungkin.</p>
<p>Peserta akan diminta untuk menemukan buah apel, atau sebuah botol kecap. Di sini juga, peserta berbicara pada diri mereka sendiri tentang nama objek yang dicari. Misalnya, mengatakan kecap saat mereka mencari kecap akan sangat membantu, sedangkan mengatakan kecap saat mencari deodoran akan benar-benar memperlambat pencarian.</p>
<p>&#8220;Bila Anda kehilangan kunci Anda, Anda mungkin ingin bergumam &#8216;kunci kunci kunci&#8217; kepada diri sendiri sambil mencari kunci dan Anda akan mendapatkannya,&#8221; kata Gary Lupyan. (sd/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/manfaat-kognitif-saat-berbicara-dengan-diri-sendiri/065116273/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitter Ungkap Pola Mood Pemakai</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/twitter-ungkap-pola-mood-pemakai/065116102</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/twitter-ungkap-pola-mood-pemakai/065116102#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 02:35:06 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[mood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=6102</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat, Psikologi Zone &#8211; Twitter bukan hanya medium bersosial melui media online, namun bisa... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/twitter-ungkap-pola-mood-pemakai/065116102">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_6104" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/04/wanita-bosan.gif" alt="Twitter Ungkap Pola Mood Pemakai" title="Twitter Ungkap Pola Mood Pemakai" width="250" height="150" class="size-full wp-image-6104" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi (google)</p></div><strong>Amerika Serikat, Psikologi Zone</strong> &#8211; Twitter bukan hanya medium bersosial melui media online, namun bisa juga menjadi petunjuk kondisi <em>mood</em> (suasana hati) Anda sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Cornell University terhadap pengguna mikroblogging twitter ini, menunjukkan manusia cenderung berada dalam <em>mood</em> nyaman ketika pagi hari dan berbahagia ketika berada di akhir pekan. </p>
<p>Penelitian unik ini dilakukan sejumlah peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat, terhadap 2,4 juta akun Twitter. Akun yang dipakai sebagai sumber data yakni pengguna Twitter yang terdaftar sejak Februari 2008 hingga April 2009. Persyaratan lainnya untuk sumber data yakni pengguna twitter yang men-tweet lebih dari 25 postingan setiap hari. Dari 509 juta tweet yang tersedia, diketahui bahwa manusia memiliki pola <em>mood</em> yang hampir seragam.</p>
<p>Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa manusia berada dalam kondisi <em>mood</em> baik saat bangun tidur. Lalu pada siang hari, <em>mood</em>nya akan menurun. Saat jam makan malam hingga menjelang tidur, <em>mood</em> manusia akan kembali membaik.</p>
<p>Jelas kondisi <em>mood</em> ini bukan disebabkan karena kesibukan manusia pada jam-jam kerja. Alasan tersebut tidak seratus persen benar. Hal ini terbantahkan karena pola yang sama terjadi juga pada akhir pekan. Artinya, jam biologis manusia yang menentukan <em>mood</em> manusia setiap hari, apakah di hari kerja ataukah di akhir pekan.</p>
<p>Pantaun terhadap tweet-tweet tersebut menunjukkan akhir pekan membuat <em>mood</em> manusia jadi baik. Kondisi <em>mood</em> baik ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja, melainkan juga di Uni Emirat Arab. Perlu untuk diketahui, di Uni Emirat Arab, akhir pekan itu jatuh pada hari Jumat dan Sabtu, bukan pada Sabtu dan Minggu.</p>
<p>“Besar kemungkinan orang yang bangun tidur dengan bunyi alarm yang mengganggu, akan merusak ritme alamiah Anda. <em>Mood</em> akan baik ketika Anda terbangun secara alamiah,” jelas Michael Macy, sosiolog dari Cornel University.</p>
<p>Kesimpulan lainnya dari penelitian ini yaitu, <em>mood</em> berubah seiring perubahan musim. Pada musim panas yang mempunyai siang hari yang jauh lebih panjang dari biasanya, akan membuat <em>mood</em> lebih baik. Berbeda dengan <em>mood</em> di musim dingin yang mempunyai siang lebih singkat, membuat <em>mood</em> baiknya berkurang.</p>
<p>Walau musim berpengaruh terhadap <em>mood</em> manusia, para peneliti juga mengakui bahwa <em>mood</em> dipengaruhi pula oleh faktor alam, faktor kerja, faktor budaya dan kebiasaan di masing-masing negara. Kesimpulan ini diperoleh setelah memeriksa tweet dari 84 negara di dunia.</p>
<p>“Budaya berinteraksi dengan pola biologis manusia menyebabkan perubahan <em>mood</em> seseorang. Ini terlihat jelas dari data tweet yang kami kumpulkan,&#8221; pungkas Macy. (vvn/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/twitter-ungkap-pola-mood-pemakai/065116102/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kini Homoseksual Jadi Gaya Hidup</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/kini-homoseksual-jadi-gaya-hidup/065115983</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/kini-homoseksual-jadi-gaya-hidup/065115983#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 08:10:03 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=5983</guid>
		<description><![CDATA[Medan, Psikologi Zone &#8211; Sudah bukan barang baru bila homeseksual semakin hari kian berkembang. Orientasi... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/kini-homoseksual-jadi-gaya-hidup/065115983">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_5984" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/04/lesbian-pz.gif" alt="Kini Homoseksual Jadi Gaya Hidup" title="Kini Homoseksual Jadi Gaya Hidup" width="250" height="150" class="size-full wp-image-5984" /><p class="wp-caption-text">Kaum Homoseksual Demo di Thailand (mizzima)</p></div><strong>Medan, Psikologi Zone</strong> &#8211; Sudah bukan barang baru bila homeseksual semakin hari kian berkembang. Orientasi seks yang dicap menyimpang ini sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi kalangan remaja. Hal ini disampaikan oleh Irna Minauli, Direktur Biro Psikologi Persona Medan, Minggu (1/4).</p>
<p>“Sekarang perilaku homoseksual dianggap sebagai <em>trend</em> atau <em>life style</em> karena mengikuti gaya hidup para selebritis, misalnya Ricky Martin yang menikah dengan seorang dokter yang tampan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kaum gay di Sumatera Utara sudah berani menampilkan diri dihadapan publik. Tentu saja tidak menutup kemungkinan jumlah mereka akan terus bertambah.</p>
<p>Mereka menjadi lebih terorganisir dalam gerakan Kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT). Bahkan ada juga yang mendapatkan bantuan dari <em>foundation</em> luar negeri yang juga memperjuangkan hak yang sama untuk kesetaraan.</p>
<p>Dalam kajian psikologi yang mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual (DSM) edisi 4 oleh American Psychiatry Association (Asosiasi Psikiater Amerika), kaum gay maupun lesbian, sudah tidak lagi masuk dalam kategori abnormal.</p>
<p>“Dengan demikian mereka sudah dianggap normal. Ada banyak penyebab homoseksualitas.&#8221; tambah Irna. </p>
<p>Homoseksual bisa menular, pria atau wanita yang bergaul dengan kaum homoseksual lebih punya peluang masuk dalam lingkaran yang sama, dibandingkan mereka yang tidak pernah berhubungan sama sekali.</p>
<p>&#8220;Biasanya para gay belajar dari pengalaman seksual pertama yang mereka alami. Jika pengalaman seksual pertama yang menyenangkan itu dengan sesama jenis, maka mereka cenderung akan menikmati hubungan tersebut dan menjadi homoseksual,” paparnya.</p>
<p>Banyak juga kaum homoseksual yang memiliki sifat posesif pada pasangannya. Hal ini terjadi karena peluang mereka sangat terbatas bila dibandingkan dengan kaum heteroseksual.</p>
<p>&#8220;Itu sebabnya tindakan kekerasan dan pembunuhan di kalangan kaum homoseksual jauh lebih banyak jika dibandingkan dari segi proporsional,” ujarnya. (hsp/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/kini-homoseksual-jadi-gaya-hidup/065115983/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama Menolak Larangan Pernikahan Sesama Jenis di NC</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/obama-menolak-larangan-pernikahan-sesama-jenis-di-nc/065115735</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/obama-menolak-larangan-pernikahan-sesama-jenis-di-nc/065115735#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 02:20:54 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[gay]]></category>
		<category><![CDATA[lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan Sesama Jenis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=5735</guid>
		<description><![CDATA[Atlanta, Psikologi Zone &#8211; Presiden Obama hari Jumat kemarin menolak adanya pemungutan suara yang dilakukan... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/obama-menolak-larangan-pernikahan-sesama-jenis-di-nc/065115735">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_5343" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/02/pernikahan-sesama-jenis-373x209.jpg" alt="Obama Menolak Larangan Pernikahan Sesama Jenis di NC" title="Obama Menolak Larangan Pernikahan Sesama Jenis di NC" width="250" class="size-medium wp-image-5343" /><p class="wp-caption-text">Pendukung Gay Marriage (wdbj7)</p></div><strong>Atlanta, Psikologi Zone</strong> &#8211; Presiden Obama hari Jumat kemarin menolak adanya pemungutan suara yang dilakukan oleh Negara Bagian North Carolina (NC) yang akan melarang pernikahan sesama jenis di negara bagian tersebut.</p>
<p>&#8220;Presiden telah lama menentang upaya diskriminatif kepada pasangan sesama jenis. Inisiatif North Carolina melakukan pemungutan suara, akan memisahkan setiap orang dan menciptakan diskriminasi pada pasangan sesama jenis. Dan itulah mengapa presiden tidak mendukungnya,&#8221; kata Cameron French, juru bicara Obama untuk North Carolina, Jumat (16/3).</p>
<p>Ukuran surat suara telah disahkan oleh badan legislatif dan mengatakan bahwa, pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita adalah hukum domestik yang berlaku atau diakui di negara bagian ini.</p>
<p>Kelompok kampanye hak asasi untuk <em>gay</em> terbesar di Amerika dan sekutu Obama, memuji pidato terbuka oleh presiden.</p>
<p>&#8220;Presiden telah menegaskan pentingnya melindungi semua keluarga. Satu perubahan akan merusak martabat manusia dan keluarga seperti yang dilakukan oleh North Carolina,&#8221; kata Joe Solmonese, presiden Kampanye Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan.</p>
<p>Obama secara pribadi menentang pernikahan sesama jenis, namun ia tidak ingin melibatkan opini pribadi. Secara pribadi, dirinya memilih tidak terang-terangan mengambil posisi menolak atau mendukung dalam masalah ini.</p>
<p>&#8220;Saya pikir sangat penting bagi kita untuk melihat kembali masalah ini, karena setiap kelompok berbeda satu sama lain, setiap negara juga akan berbeda,&#8221; kata Obama menanggapi keputusan legalnya pernikahan sesama jenis di negara bagian New York dan Washington. </p>
<p>Organisasi profesional psikologi Amerika sendiri telah lama mendukung pernikahan sesama jenis ini. Sesuai dengan DSM IV yang menyatakan bahwa homoseksual bukan lagi bentuk gangguan jiwa dan diskriminasi seharusnya tidak terjadi. </p>
<p>Pada beberapa waktu lalu (9/2), organisasi tersebut mengeluarkan pernyataan pujian pada legalnya pernikahan sesama jenis dalam tatanan hukum. (abc/mba) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/obama-menolak-larangan-pernikahan-sesama-jenis-di-nc/065115735/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banyak Penyimpangan Perilaku Seksual Muslimin Malaysia</title>
		<link>http://www.psikologizone.com/banyak-penyimpangan-perilaku-seksual-muslimin-malaysia/065115614</link>
		<comments>http://www.psikologizone.com/banyak-penyimpangan-perilaku-seksual-muslimin-malaysia/065115614#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 05:37:40 +0000</pubDate>
		
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[orientasi seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.psikologizone.com/?p=5614</guid>
		<description><![CDATA[Kuala Lumpur, Psikologi Zone &#8211; Sebuah hasil penelitian baru oleh Dr Meriam Omar Din dari... <a class="meta-more" href="http://www.psikologizone.com/banyak-penyimpangan-perilaku-seksual-muslimin-malaysia/065115614">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_5617" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://images.psikologizone.com/2012/03/Dr-Meriam-Omar-Din.gif" alt="Banyak Penyimpangan Perilaku Seksual Muslimin Malaysia" title="Banyak Penyimpangan Perilaku Seksual Muslimin Malaysia" width="250" height="150" class="size-full wp-image-5617" /><p class="wp-caption-text">Dr Meriam Omar Din (facebook)</p></div><strong>Kuala Lumpur, Psikologi Zone</strong> &#8211; Sebuah hasil penelitian baru oleh Dr Meriam Omar Din dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) mengatakan, semakin meningkatnya jumlah kaum muslim di Malaysia mengalami perilaku seks menyimpang yang terdiri dari lesbian, gay, biseksual dan transeksual (LGBT).</p>
<p>Banyak dari mereka sebenarnya mengalami kegelisahan atas penyimpangan perilaku seks yang mereka jalani di masyarakat, khususnya masyarakat beragama.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan apa yang saya dikumpulkan saat berkomunikasi dengan LGBT, tidak semua dari mereka puas dengan kehidupan yang mereka jalani,&#8221; ungkap Dr Meriam, melalui kantor berita Malaysia, (14/3).</p>
<p>Perilaku seks menyimpang ini semakin parah dengan keputusan mereka meninggalkan ajaran agama.</p>
<p>&#8220;Mereka semakin memperburuk kondisi dirinya dengan meninggalkan Islam, sebab mereka tahu kegiatannya bertentangan dengan ajaran agama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Bersama-sama mereka memberontak dengan mengenakan pakaian atau melakukan hal-hal yang melawan norma. Mereka akan  menjauh dari masyarakat dan bergabung dengan kelompok-kelompok yang bisa menerima dan mendukung mereka.</p>
<p>Dr Meriam mengatakan, beberapa kalangan ada yang menerima keberadaan komunitas ini, karena mereka berbakat dalam seni, bahkan ada beberapa perusahaan juga bersedia mempekerjakan mereka.</p>
<p>Meningkatnya perilaku seks menyimpang tidak ada hubungannya sama sekali dengan ramainya akses situs jejaring sosial di internet.</p>
<p>&#8220;Penyimpangan perilaku seksual sudah berakar sebelum situs media sosial ada. Pada masa lalu, mereka yang mengalami krisis identitas akan lari dari rumah dan pergi ke Chow Kit. Disana lah mereka akan diterima,&#8221; kata Dr Meriam.</p>
<p>Mereka terjerumus dalam situasi masalah seksualitas, gaya hidup, harga diri dan nilai moral yang rendah. Melalui ajaran agama diharapkan bisa menjadi salah satu solusi membawa mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Mendekatkan mereka pada ajaran agama Islam adalah pendekatan yang tepat untuk melepaskan mereka dari ketergantungan penyimpangan perilaku seksual,&#8221; tutur Dr Meriam. (brnm/mba)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.psikologizone.com/banyak-penyimpangan-perilaku-seksual-muslimin-malaysia/065115614/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

