Banyak Pasutri Sulit Menyesuaikan Diri

Ilustrasi (stock.xchg)

Bandung, Psikologi Zone – Walaupun dengan cara yang berbeda-beda, pernikahan merupakan sebuah tanda cinta yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan. Semua pasangan pasti ingin memenuhi semua harapannya melalui pernikahan.

Harapan masing-masing pasangan bisa berbeda satu sama lain, hal ini yang dapat menciptakan sebuah pernikahan menjadi kian kompleks. Lebih parah lagi banyak pasangan suami istri yang sulit untuk menyesuaikan diri saat menjalin kehidupan rumah tangga.

Menurut Dosen Fakultas Psikologis Unisba, Dr Endang Pudjiastuti Untung MPd Psikolog, walaupun banyak pasutri yang telah berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam pernikahan, namun masih ada kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam hubungan rumah tangga.

Berdasarkan hasil wawancara dengan 15 pasutri menunjukkan ada berbagai macam bentuk komunikasi yang terjadi diantara mereka. Ia memberikan contoh, salah satu pasutri tidak bisa menahan diri untuk tidak memotong saat suami belum selesai berbicara. Ada juga pasangan yang kurang memperhatikan kondisi psikis dan fisik pasangan mereka saat masalah terjadi.

“Perlu dipahami bahwa perkawinan adalah suatu kesepakatan yang dibuat oleh manusia sebagai suatu konstruksi sosial terkecil di dalam masyarakat. Dan secara umum tujuan perkawinan untuk meraih kebahagiaan serta memperoleh ketenangan, cinta dan kasih sayang,” katanya.

“Karenanya hubungan yang baik dan harmonis antara suami dan istri tidaklah terjadi begitu saja tetapi memerlukan usaha yang besar dari kedua belah pihak,” ujar Endang dalam sebuah Seminar Persiapan Pranikah di Kampus Unisba Jalan Taman Sari, Sabtu (19/5). (trb/mba)