
Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi
Konsultasi oleh Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi, Psikolog berpengalaman dalam psychological testing di berbagai institusi pendidikan dan perusahaan Indonesia. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre “LOVE”, assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.
Tentang Israele Euaggelion – Email Israele Euaggelion

Pertanyaan:
Saya ingin menanyakan,
- Bagaimana cara menggerakkan bawahan yang cenderung malas mengerjakan tugasnya dan tidak menjawab suatu pernyataan yang membutuhkan penegasan/kesanggupan.
- Bagaimana cara melakukan pendekatan dg rekan kerja/relasi yang usianya terpaut jauh di atas kita dg tetap sopan, hormat, tidak menyinggung dan menciptakan suasana/ rasa nyaman saat korelasi bisnis/formal berlangsung/ (V.C, 26, Swasta)
Jawaban:
Dear V.C,
Untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan yang terlihat malas, maka Anda dapat memberikan perjanjian berupa komitmen kerja. Misalnya, Anda dapat memberikan target kerja dalam jangka waktu tertentu. Apabila ia berhasil memenuhi target tsb, maka Anda dapat memberikan reward, berupa pujian dan penghargaan atas kinerja karyawan (Employee of The Month, dengan mencantumkan foto dan hasil kerja karyawan di tempat yg strategis sehingga karyawan lain dapat melihat dan termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka). Kemudian, Anda juga dapat memberikan bonus lain sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Selanjutnya, jika karyawan tidak memenuhi target yang Anda berikan, maka Anda dapat memberikan sanksi berupa penambahan jam kerja (tanpa dihitung/dianggap lembur), penambahan target, dan mencantumkan profil karyawan dengan performa kerja terendah. Dengan demikian, karyawan akan merasakan sanksi sosial.
Pemberian reward dan punishment di atas akan secara otomatis membuat karyawan mampu bersikap tegas dan mengambil keputusan mengenai kesanggupan kerja.Namun, yang perlu Anda ingat, bahwa setiap perjanjian atau komitmen yang Anda inginkan dari karyawan, harus disertai persetujuan antara Anda dan karyawan. Persetujuan tsb perlu dilakukan sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Sebaiknya perjanjian dilakukan hitam di atas putih.
Agar Anda dapat melakukan pendekatan dg relasi yang usianya terpaut jauh di atas, maka Anda perlu bersikap fleksibel, namun tetap dalam koridor yang tepat, seperti menjaga intonasi pada saat berbicara, menjaga tata bahasa, menerima saran dan kritik dengan terbuka.
| Tweet |





