
Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi
Konsultasi oleh Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi, Psikolog berpengalaman dalam psychological testing di berbagai institusi pendidikan dan perusahaan Indonesia. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre “LOVE”, assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.
Tentang Israele Euaggelion – Email Israele Euaggelion

Pertanyaan:
Saya punya murid sudah lama tidak mau sekolah penyebabnya belum diketahui kejadiannya dari setahun yang lalu sampai sekarang. Setiap pagi selalu bersiap siap untuk berangkat sekolah tapi setelah keluar rumah dia selalu memutuskan untuk tidak jadi berangkat. Setiap hari ia lakukan hal itu namun setelah siang ia selalu menghampiri temannya untuk menanyakan pelajaran yang sudah diberikan oleh saya selaku gurunya. yang saya tanyakan apa yang terjadi dengan anak ini? kenapa dia jadi tidak mau sekolah? dan bagaimana mengatasinya? (I.H.B, 24, Guru)
Jawaban
Bapak I.H.B,
Sangat baik apabila Anda menyadari perilaku murid yang tidak lazim. Apabila murid Anda seringkali (pada pagi hari dan berlangsung sekitar satu tahun) berubah pikiran dan tidak datang ke sekolah, artinya ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman ketika berada di sekolah. Berubahnya keputusan ketika ia sudah keluar dari rumah menunjukkan bahwa ketika memikirkan hal yang tidak nyaman ketika di sekolah. Kemudian, perasaan tidak nyaman tersebut membuat murid Anda segera memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.
Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan pendekatan terhadap murid tersebut. Anda dapat memanggilnya secara pribadi dan mengajak berbicara secara baik-baik. Namun, sebelumnya Anda harus membuatnya percaya dan merasa nyaman kepada Anda, misalnya dengan mengajaknya membicarakan hobi, musik, dan hal-hal yang disukainya.
Kemudian, sebaiknya Anda mengatakan kepadanya bahwa pembicaraan yang terjadi di antara Anda dan murid tersebut tidak akan diberitahukan kepada orang tua, guru, teman, atau pihak lainnya. Dengan demikian, ia tidak merasa takut untuk berbicara jujur dengan Anda. Berikan penjelasan kepadanya, bahwa Anda peduli dengan dirinya dan bahwa tindakannya tersebut (seringkali tidak masuk sekolah) membuat Anda khawatir karena berpengaruh terhadap nilai-nilainya saat ini dan masa depannya. Tanyakan pula kepadanya: hal-hal yang membuatnya tidak datang ke sekolah, hal yang terjadi selama ia tidak masuk sekolah, apa yang dilakukannya, dan sebagainya.
Selanjutnya, Anda dapat menawarkan beberapa bantuan agar ia mau kembali masuk ke sekolah dengan rutin. Apabila ia tidak datang ke sekolah karena kesulitan memahami pelajaran, Anda dapat menolongnya dengan memberitahukan strategi belajar yang efektif dan sesuai dengan kemampuan murid, memberikannya jam pelajaran tambahan, dan sebagainya. Apabila ia memiliki masalah dengan guru atau teman, Anda dapat menolongnya dengan memberikan pemahaman bahwa jika ia tidak melakukan kesalahan, maka pihak sekolah akan melindungi Anda. Namun, jika ia pernah melakukan kesalahan terhadap guru atau teman, ia dapat mengakui kesalahannya. Berikan pemahaman bahwa seseorang yang meminta maaf dan mengakui kesalahannya akan semakin dihargai oleh orang lain.
Dengan beberapa bantuan yang Anda tawarkan kepada murid Anda, walaupun ia memiliki masalah di sekolah, maka akan membuatnya merasa lebih nyaman berada di sekolah. Perlu Anda ketahui bahwa masalah atau rasa tidak nyaman yang dirasakan murid tersebut juga dapat disebabkan adanya masalah di dalam keluarga. Oleh sebab itu, jika diperlukan, Anda juga dapat melakukan pendekatan kepada kedua orang tuanya, saudara, atau teman-temannya.
Selamat menciptakan generasi yang sukses, Bapak I.H.B!
yang mereka pedulikan adalah apakah guru tersebut juga peduli terhadap dirinya”
– Anonymous-

